Kadispendasbud Kabupaten Mimika Harus Memperhatikan Kesejahteraan Guru Honorer, Bukan Memecat
Cari Berita

Kadispendasbud Kabupaten Mimika Harus Memperhatikan Kesejahteraan Guru Honorer, Bukan Memecat

17 November 2017

Pemberhentian guru honorer oleh Kadispendasbud Kabupaten Mimika, Siprianus Madur: pemerintah kabupaten  harus serius memperhatikan pendidikan di Kabupaten Mimika (Foto: Dok. Pribadi)

Mimika, Papua, marjinews.com-Kebijakan KADISPENDASBUD Kabupaten Mimika Jeny O. Usmani terkait pemberhentian sejumlah guru honorer dan tidak membayar  Tunjangan Tambahan Penghasilan (TTP)  bagi guru honorer yang sudah mengabdi diplosok Kabupaten Mimika mendapat tanggapan serius dari para guru honorer sebagai korban dari kebijakan tersebut.

Siprianus Madur M.Pd,  salah seorang guru yang menjadi korban kebijakan tersebut kepada marjinews.com melalui pesan singkat (17/11/17) menyampaikan sekitar 20 guru di SD, SMP, dan SMA Sentra Pendidikan Timika diberhentikan oleh KADISPENDASBUD Kabupaten Mimika, Jeny O. Usmani, selain itu tunjangan Tambahan Penghasilan (TTP) atau insentif guru honorer belum dibayar dari Januari 2017.  

"Ada sekitar 20 orang guru di SD, SMP dan SMA Sentra Pendidikan Timika diberhentikan oleh KADISPENDASBUD dan tidak membayar TTP atau insentif guru honorer dari januari 2017" jelas Siprianus.

Siprianus juga meminta kepada pemerintah daerah Kabupaten Mimika lebih serius memperhatikan pendidikan dan kesejahtraan guru di Kabupaten Mimika agar pelayanan pendidikan bisa maksimal, mengingat akses masuk sekolah dipedalaman daerah Mimika yang tidak biasa dan cukup sulit dibandingkan akses masuk di daerah lainya. 

"Saya mengharapkan pemerintah daerah Kabupaten Mimika lebih serius memperhatikan pendidikan dan kesejahterahan guru di Kabupaten Mimika supaya pelayanan pendidikan dapat maksimal. Mengingat akses masuk ke pedalaman Kab. Mimika juga cukup sulit dibandingkan daerah lain di Indonesia" lanjut siprianus. 

"Kebanyakan guru yang mengabdi di plosok Kab. Mimika masih menyandang status guru honorer, untuk bisa masuk ke pedalaman pun hanya bisa melalui helikopter dan atau perahu" Siprianus menambahkan. (VP/MN)