Hendak Mengadakan Manggarai Festival, IKEMAS Rangkul Sesepuh Manggarai di Kota Surabaya

Menu Atas

Cari Berita

Advertisement

Hendak Mengadakan Manggarai Festival, IKEMAS Rangkul Sesepuh Manggarai di Kota Surabaya

19 November 2017

Yosef Ratu, ketua panitia pelaksana acara natal dan tahun bersama Ikatan Keluarga Manggarai Surabaya (IKEMAS) tengah mempersentasekan proposal rancangan kegiatan dalam acara kunjung sesepuh IKEMAS, Minggu (19/11). (Foto: marjinnews.com/Andi Andur)
Surabaya, marjinnews.com-Panitia penyelenggara acara natal dan tahun baru bersama Ikatan Keluarga Manggarai Surabaya (IKEMAS) merangkul dan memohon restu sesepuh Manggarai di Surabaya,  Minggu (19/11) sebagai bagian dari beberapa rangkaian acara persiapan menuju helat akbar bertajuk, Manggarai Fest D'lawa IKEMAS yang puncaknya pada 13 Januari  2018 mendatang.

Kegiatan yang dilaksanakan di Chinese Restaurant, Jalan Tunjungan Surabaya itu dihadiri juga oleh ketua IKEMAS, Tarsisius Kejuru sebagai pembukan kegiatan.

"Terima kasih banyak kami ucapkan kepada ende ema dan ase kae sekalian yang sudah meluangkan waktu hari ini untuk berkumpul dan berembuk bersama kami pengurus dan panitia Natal dan Tahun Baru bersama tahun 2018 mendatang. Kegiatan kita hari ini diinisiasi oleh ketua panitia dan anggotanya sebagai bentuk penghormatan kami kepada orang tua kami dalam mempersiapkan acara ini. Semoga doa dan dukungan kita semua turut menjadi masukan berarti bagi kami semua" ucap Tarsisius dalam sambutannya.

Sementara itu ketua panitia pelaksana kegiatan natal dan tahun baru bersama, Yosef Ratu dalam persentasenya mengungkapkan bahwa IKEMAS kali ini telah menunjukan formulasi baru yang setidaknya mampu merangkul dan mengayomi semua kebutuhan dan potensi orang Manggarai di Surabaya terutama anak-anak mudanya.

"Kali ini kami tengah membuat sebuah format kegiatan yang kemudian nantinya bisa mengayomi setiap kegiatan dan potensi keluarga IKEMAS dengan setidak-tidaknya melibatkan 80% anak-anak muda Manggarai untuk mengeksekusi berbagai macam kegiatan" Jelasnya.

Ada beberapa tanggapan positif ditunjukkan oleh beberapa sesepuh IKEMAS yang turut hadir dalam kegiatan tersebut. Seperti tanggapan Hendrik Matur (73) ketika ditanya soal arah dasar terbentuknya IKEMAS sejak pertama kali dibentuk pada tahun 1959 oleh Almarhum Teo Tenak. Menurutnya ada tiga benang merah vang menjadi ciri khas IKEMAS sejak pertama kali terbentuk.

"Saya hadir disini sebenarnva cuma mau memastikan kira-kira siapa yang menjadi target pengurus dan kepanitiaan dalam kegiatan ini melalui proposal mereka. Karena sejak terbentuk tahun 1959, IKEMAS memiliki tiga perhatian khusus sebagai benang merah yaitu: melayani orang sakit, putus sekolah dan merangkul orang-orang Manggarai di Surabaya yang belum memiliki pekerjaan" jelas Hendrik ketika diwawancarai marjinnews.com usai kegiatan.

Sementara menurut Lambertus Wajong, perwakilan sesepuh Manggarai Kota Surabaya menjawabi kegiatan pengurus dan kepanitiaan IKEMAS lebih kepada bagaimana setiap mereka akan senantiasa selalu mensupport dengan cara masing-masing sesuai dengan kapasitas dan kemampuannya.

"Pada dasarnya kami sebagai orang yang menurut kalian dituakan selalu mensupport kegiatan-kegiatan bernilai konstruktif untuk IKEMAS yang lebih baik. Ini akan menjadi starting poin kita bagaimana kemudian harus ada tindaklanjut sebagai bentuk keseriusan kita menformat IKEMAS menjadi sesuatu yang benar-benar baru" Jelas Lambertus.

"Ini memang akan agak ada kesulitan, mengingat saudara ketua dan pengurusnya harus secara sadar mau mengunjungi setiap kilo koe dalam berbagai kesempatan untuk mempererat tali kekeluargaan" Lanjutnya.

Adapun rangkaian acara yang hendak dipentaskan pada acara puncak itu nantinya adalah Pentas seni (tari dan musikalisasi puisi), Modern Dance, Pameran Fotografi, Fashion Show, Akrobat Olahraga (wushu, taekwondo, tarung drajat, dan thai box), Stand Up Comedy Manggarai dll. yang akan dikemas dengan teknologi modern dan hampir 80% dikerjakan oleh mahasiswa-mahasiswi Manggarai di Kota Surabaya. (MN/AA)