Guru Zaman Now Wajib Keluar dari Zona Nyaman

 Hampir setiap manusia cenderung mencari zona nyaman bagi dirinya walau kenyamanan dapat membatasi kita dari kebaikan yang lebih besar, atau dari keadaan yang lebih baik bahkan dari kebenaran yang sejati (Foto: Dok. Pribadi)
Menjadi Guru selama 10 Tahun adalah waktu yang cukup singkat untuk hitungan lama mengajar, namun waktu yang cukup lama ketika kita tidak mampu bekerja, mengajar dan mendidik dengan baik. Guru memiliki 2 Pilihan dalam mengajar apakah tetap pada zona nyaman atau harus keluar dari zona nyaman.

Zona Nyaman (comfort zone) Yang menurut Komarudin Hidayat (2016:24) menunjuk pada keadaan, situasi, dan wilayah yang dirasakan mendatangkan rasa nyaman, aman, dan tidak berbahaya sehingga seseorang enggan keluar dari wilayah itu. Kebiasaan berkumpul dengan keluarga, membuat berat jarak yang ada. Akan lebih menyenangkan berkumpul dengan keluarga dari pada berjauhan. Pada kondisi ini, kedekatan dengan keluarga merupakan kondisi nyaman manusia begitupun dengan Guru dalam keseharian tugasnya.

Kita berada pada zona nyaman saat kita cukup puas dengan rutinitas yang kita lakukan sehari-hari. Atau bahkan contoh yang lebih ekstrim, jika kita memilih untuk diam saat kezaliman terjadi untuk menghindari resiko adalah gambaran bahwa kita sedang berada pada zona nyaman. Hampir setiap manusia cenderung mencari zona nyaman bagi dirinya walau kenyamanan dapat membatasi kita dari kebaikan yang lebih besar, atau dari keadaan yang lebih baik bahkan dari kebenaran yang sejati.

Berada pada zona nyaman membuat kecenderungan manusia tidak mau meninggalkan kondisi saat itu. Merasa tak perlu memperbaiki kondisi yang ada, tak mau berubah menjadi lebih baik, dan tak ingin mencari hal baru yang lebih menantang. Kondisi yang demikian membuat stagnasi hidup cukup pada apa yang ada. Masih beruntung jika yang ada itu adalah kondisi baik, yang berbahaya jika kondisi yang ada adalah kondisi tidak baik dan kita tidak berbuat apa-apa.

Tak berbeda juga yang dialami oleh guru, berada pada zona nyaman berarti saat guru merasa cukup dengan apa yang ia lakukan selama ini, atau merasa tak perlu mengembangkan metode mengajar yang ia lakukan, ataupun saat berdiam diri ketika mutu pendidikan di sekolah tempatnya mengajar menurun karena khawatir pada cibiran rekan kerjanya. Gurupun manusia yang memiliki kecenderungan yang sama dengan yang lainnya. sehingga kenyamanan dapat membatasinya dari hal baik yang dapat diperolehnya.

Kebiasaan mengajar dengan metode yang sama dan pemahaman pembelajaran yang difahami selama bertahun-tahun dapat membentuk zona nyaman bagi guru. Zona nyaman yang membuatnya merasa cukup dengan pencapaian yang ia raih selama ini. Zona nyaman yang menutup pintu rapat-rapat bagi pengetahuan baru yang dapat meningkatkan kompetensinya sebagai guru. Ia merasa cukup dengan apa yang ia capai selama ini, padahal dunia terus berubah, perkembangan zaman semakin pesat, namun ia lebih memilih tetap pada kondisi kompetensinya saat ini.

Jika akal, emosi dan jiwa guru lebih cenderung pada kenyamanan yang bersifat tidak baik maka perilaku yang muncul akan cenderung menghindari kesusah payahan.  Saat diminta meningkatkan kompetensi pedagogi dalam hal mempersiapkan administrasi perangkat mengajar, ia lebih memilih untuk mengunduh dan memodifikasi perangkat mengajar yang ia dapatkan dari internet dari pada bersusah payah menyusun perencanaan pembelajaran tersebut sendiri. Saat diminta mengembangkan wawasan dengan membaca buku, ia lebih memilih untuk mencari artikel yang bertebaran di internet yang memiliki tingkat validitas rendah. 

Tentunya tidak satupun sekolah menghendaki memiliki guru yang tidak ingin sama sekali keluar dari zona nyamannya. Namun tak dapat dipungkiri, guru yang memiliki sifat seperti ini tidaklah sedikit. Dan keberadaan guru tersebut sangat mempengaruhi kualitas pembelajaran yang berarti menentukan kualitas pendidikan yang terselenggara dan pencapaian tujuan pendidikan di sekolah tersebut.

Oleh karena dapat memberi pengaruh besar terhadap kualitas pendidikan di sekolah tersebut, tentunya sekolah harus dapat mengatasi permasalahan ini. Permasalahan yang bersumber dari keengganan guru keluar dari zona nyamannya. Yang dapat berakibat buruk terhadap kualitas pendidikan yang terselenggara. Dan tentu bukanlah hal mudah dan singkat untuk mengatasi hal ini. Memerlukan waktu dan keefektifan program yang dijalankan. Mulai dari penyatuan visi dan misi sekolah, kurikulum pendidikan bagi guru, peningkatan kesejahteraan bagi guru, pendekatan persuasif, bahkan hingga penerapan sistem reward and punishment dapat menjadi upaya yang dilakukan oleh sekolah untuk meningkatkan kesadaran ini.

Salah satu cara yang dilakukan guru untuk keluar dari zona nyaman yaitu dengan menjadi guru yang haus informasi, selalu tergerak untuk berpikir out of the box. Guru harus mau dan rajin membuka internet, karena berkat kemajuan teknologi akses ini menjangkau ke seluruh wilayah. Adanya akses internet ini, guru dapat meningkatkan kompetensi dengan mengikuti berbagai diklat online, tidak hanya menunggu diklat yang dilaksanakan oleh pemerintah. 

Guru harus belajar dan mau meningkatkan kompetensi dirinya untuk menjadi lebih baik dengan melakukan refleksi diri, walaupun itu semua mengharuskan guru keluar dari zona nyamannya, karena proses belajar, berlatih, dan berubah tidak selalu menyenangkan. Saat guru mampu keluar dari zona nyamannya untuk belajar serta meningkatkan kompetensinya, maka sang guru tengah berproses menjadi guru pembelajar.

Dalam proses belajar, akan terjadi perubahan, pengembangan, dan peningkatan yang akan linier dengan peningkatan kualitas pendidikan yang dihasilkan. Jadilah guru Inspiratif yang terus mau belajar dan menjadi pendidik yang terus mau belajar memantaskan diri dengan menjadi pembelajar sepanjang hayat yang akhirnya mampu keluar dari zona nyaman.

Refleksi 10 Tahun Mengajar, 
Oleh: Filipus Neri Sampur 
Guru SMA Widya Bhakti Ruteng

COMMENTS

Name

Artikel,140,Bali,114,Batam,1,Bedah Buku,1,Ben Senang Galus,1,Bencana Alam,1,Berita,151,Bhineka,2,BNI,1,Bola,2,bom,1,Bom Bunuh Diri,4,Borong,3,BPJS,1,Budaya,41,Bung Karno,1,Bunuh Diri,3,Bupati Mabar,1,Camilian,1,Cerpen,176,Chelsea Islan,1,Chiristian Rotok,1,Daerah,545,Daerah. Riau,1,Dana Desa,1,Dari Kami,3,Demokrasi,22,Denpasar,18,Desa,2,Destinasi,1,Diaspora,2,Dilan,4,Donny Isman,1,DPR RI,4,E-KTP,4,Editorial,35,Ekonomi,5,Ekspresi,1,Ende,6,Entrepreneur,1,Feature,36,festival Komodo,2,Film,7,Filsafat,2,Fitur,1,Flobamora Cup,1,Flores,11,Focus Discussion,4,FPI,1,Gantung diri,2,Gaya,1,gaya hidup,4,Gedged,1,Gempa,6,Gereja,3,Gereja Katolik,3,Gerindra,1,GMKI,1,GMNI,4,Golkar,1,Gusti Dulla,1,HAM,1,Hand Phone,1,Hari Buruh,2,hari buruh internasional,1,Hari Perempuan Internasional,1,Hiburan,26,HMPCK,1,Hoax,2,hukum,59,Human Trafficking,4,IBT Expo,1,Idul Fitri,1,IJM,1,IKEMAS CUP,7,Imlek,1,Indonesia,1,Indonesian Idol,8,Inspirasi,13,Internasional,16,Internet,2,Investasi,1,Iriana Jokowi,1,Ivan Nestorman,1,IYC Jatim,1,Jabar,1,JAD,1,Jakarta,5,Jatim,3,Jawa Tengah,1,Jawa Timur,1,JK,1,Jogyakarta,2,Jokowi,18,JRUK Sumba,2,jurnal Terbaru,1,jurnalistik,3,Kalimantan,5,Kampanye,2,Kampus,3,Kapolri,1,Kar. Ilmiah,4,Karanganyar,1,Karya Sastra,273,KDRT,1,Keagamaan,7,kebakaran,4,Kebangsaan,1,kebudayaan,2,kecelakaan,2,Kecelakaan Lalu Lintas,2,Kediri,2,Kejadian. Jakarta,1,kejahatan,2,Kemahasiswaan,2,Kemanusiaan,62,kemenkominfo,1,Kemiskinan,2,kepala daerah,1,Kepemuaan,5,Kepemudaan,155,kepemudan,8,kerohanian,2,Kesehatan,8,Ketahanan Nasional,1,KNPI,2,Komodo,9,Komunikasi,1,Komunitas,5,Koperasi,1,Korban,1,Korupsi,60,KPK,12,KPU,1,Kreatif,1,Kriminal,51,Kritik Sastra,4,Kupang,24,Labuan Bajo,51,Lakalantas,9,Larantuka,1,Lembata,2,Lifestyle,6,Lingkungan Hidup,15,Literasi,14,lombok,1,LP Cipinang,1,Luar Negeri,4,Mahasiswa,42,Makanan Khas,1,Makasar,6,Makassar,4,Malang,3,Manggarai,113,Manggarai Barat,20,Manggarai Timur,24,Marianus Sae,1,Marion Jola,3,Masalah Rokok,1,Masyarakat,1,Mataram,2,Maumere,7,Media,2,Media Sosial,3,Medsos,2,Mendikbud,3,Menkominfo,1,Milenials,52,Motang Rua,1,Muda Petani,1,musik,1,Narkoba,8,Nasional,278,Natal,19,Ngada,7,Novanto,2,Novel,16,NTT,206,Nyepi,2,Olahraga,11,Opini,403,Orang Muda,15,Otomotif,1,OTT,2,Papua,15,Pariwisata,26,Partai Politik,25,Pasangan,16,Paskah,2,pelajar,2,Pembangunan,5,pemerkosaan,1,Pemilu,17,Pemuda,3,Pencurian,2,Pendidikan,89,Penerbangan,4,penyanyi,1,Peradi,1,Perdamaian,1,Perempuan,20,Perindo,1,Peristiwa,1046,Peritiwa,2,Pers,3,Perzinahan,1,Petani,1,Piala Dunia,1,Piala Oscar,1,pileg 2019,1,Pilgub,41,Pilkada,102,Pilpres 2019,23,PKRI,1,PKS,1,PMII,1,PMKRI,22,PMKRI Bogor,1,Pmkri Jogja,1,Poco Ranaka,1,Pojok Redaksi,35,Polisi,25,politik,90,Politikus,6,POLRI,5,PP PMKRI,1,Pristiwa,31,Prosa,1,PSK,1,Puisi,85,Puteri Indonesia,2,Radikalisme,1,Ratna Sarumpaet,4,Refleksi,15,reformasi,1,Regional,6,Religi,2,Remaja,1,Rensi Ambang,1,Riau,1,Ricuh,1,Rindu,1,Risma,1,Rizieq Shihab,7,Rote Ndao,1,Ruteng,27,RUU,1,Sabu,1,Sail Komodo,1,Sajak,9,Sam Aliano,1,Sastra,3,Sejarah,2,Sekilas Info,23,seleb,1,Selebritas,18,Sidoarjo,1,situs pornografi,1,Somasi,1,Sosial,3,Sosial Politik,1,Sosok,19,Sospol,39,Start Up,1,Suara Muda,49,Sumba,8,Surabaya,36,Tahun Baru,9,Tahun Baru. Remigius Nahal,1,Tarakan,1,Tata Kota,1,Teknologi,11,Tentang Mereka,44,Tenun Manggarai,1,Terorisme,16,Terorismes,4,TKI,4,TNI,1,TNK,1,Togar Situmorang,7,Tokoh,17,Tol Laut,1,Toleransi,2,Tour Jurnalistik,1,traveling,9,UNITRI-Malang,1,Unwira,1,UU MD3,7,Valentine,2,Viral,3,Wisata,4,Wisuda,1,WNA,1,
ltr
item
Muda Membaca Dunia: Guru Zaman Now Wajib Keluar dari Zona Nyaman
Guru Zaman Now Wajib Keluar dari Zona Nyaman
https://3.bp.blogspot.com/-mCKqOVi62kg/Wg2bqALae8I/AAAAAAAACCE/TRzvjajhOQ8JtIONRfUVh0R8S2nSONafACLcBGAs/s320/Wili%2BSampur%2BMarjin%2BNews.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-mCKqOVi62kg/Wg2bqALae8I/AAAAAAAACCE/TRzvjajhOQ8JtIONRfUVh0R8S2nSONafACLcBGAs/s72-c/Wili%2BSampur%2BMarjin%2BNews.jpg
Muda Membaca Dunia
http://www.marjinnews.com/2017/11/guru-zaman-now-wajib-keluar-dari-zona.html
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/2017/11/guru-zaman-now-wajib-keluar-dari-zona.html
true
971126874416220402
UTF-8
POSTINGAN LAIN Not found any posts LAINNYA Selengkapnya Reply Cancel reply Delete Oleh Home PAGES Kiriman Baca Semua Rekomendasi untuk Anda LABEL ARCHIVE CARI Semua Kiriman Tidak Ditemukan Apa yang Anda Cari Back Home Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 Jam yang lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Pengikut Ikuti THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy