Gelar Aksi Solidaritas Memperingati Hari Anti Kekerasan Sedunia, Ini Tuntutan PMKRI Malang
Cari Berita

Gelar Aksi Solidaritas Memperingati Hari Anti Kekerasan Sedunia, Ini Tuntutan PMKRI Malang

27 November 2017

Koordinator sekaligus Biro Pemberdayaan Perempuan PMKRI Cab. Malang,  Kony Bayo tengah menyampaikan aspirasi dalam aksi solidaritas memperingati Hari Anti Kekerasan Sedunia, Senin (27/11) di depan Stasiun Kota Baru, Malang.
Malang, marjinnews.com - Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia(PMKRI) cabang malang St. Augustinus, hari ini Senin (27/11) melakukan aksi solidaritas memeringati Hari Anti Kekerasan Sedunia. Aksi solidaritas ini di mulai dengan long march dari stasiun kota baru malang dan diakhiri depan balai kota Malang.

Proses aksi solidaritas ini dimulai dengan melakuan orasi dari para peserta aksi dan pembacaan puisi di depan Stasiun Kota Baru, Malang.

Peserta aksi hari ini berjumlah 53 orang yang terdiri dari anggota biasa, dan anggota biasa PMKRI Cabang Malang St. Augustinus.

Menurut Kony Bayo korlap aksi solidaritas ini ketika diminta tanggapannya aksi ini merupakan bentuk memperingati hari anti kekerasan terhadap perempuan dan lebih dari itu ini merupakan kesadaran nurani sebagai perempuan dalam menegakan martabat perempuan sedunia pada umumnya dan Indonesia khususnya. 

"Aksi solidaritas ini mengisyaratkan kepada kita semua bahwa kekerasan dalam bentuk apapun terhadap perempuan wajib kita tolak dan mencegah sedini mungkin" kata Kony.

Aksi solidaritas ini berjalan dengan aman dan kondusif dalam pengawalan aparat Polresta Malang. Turut mendukung kegiatan aksi ini yang di prakarsai oleh Biro Pemberdayaan Perempuan PMKRI Cab. Malang, sejumlah pengurus DPC PMKRI Cabang Malang ikut ambil bagian dalam aksi ini.

"Pada prinsipnya saya mendukung dan mengapresiasi kegiatan aksi pada hari ini, ini membuktikan bahwa PMKRI yang dilandasai visi mulia dan misi yang tak sekedar berjuang tapi terlibat terhadap bentuk penindasan apapun, kita akan terus menyuarakan segala macam bentuk penindasan martabat dan hak asasi sebagai seorang manusia" jelas Ketua Presidium PMKRI Cab. Malang St. Augustinus Feransiskus X Bawa. Aksi di mulai pukul 08.00 Wib.dan berakhir pukul 11.00 Wib. (RL/MN)

Adapun tuntutan dalam seruan aksi tersebut adalah sebagai berikut:

1. Berlakukan dengan sebaik-baiknya UU No 7 tahun 1984 Tentang Pengesahan Konveksi, Tentang Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi Terhadap Perempuan.

2. Berhenti melakukan diskriminasi terhadap perempuan atau pengkotakan-pengkotakan yang meremehkan kapasitas atau kapabilitas perempuan.

3. Undang-Undang No 23 tahun 2004 pasal 11 dan 12, tentang langkah-langkah pencegahan penghapusan terhadap kekerasan dalam rumah tangga, agar pemerintah serta pihak-pihak yang bertanggungjawab menjalankan tugasnya dengan sebagaimana mestinya

4. Maraknya perdagangan manusia yang menjadikan perempuan sebagai objek perdagangan telah melecehkan harkat serta martabat kaum perempuan dan bertentangan dengan UU No 21 tahun 2007, tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang. Maka harus ada tindak lanjut dari pemerintah untuk mengatasi permasalahan tersebut mengingat pemberlakuan pasal tersebut.

5. Menyediakan fasilitas dan langpangan pekerjaan yang layak serta pendidikan bagi pekerja seks komersial.