Gagal Paham dalam Beriman Di Tengah Maraknya Pesan Berantai
Cari Berita

Gagal Paham dalam Beriman Di Tengah Maraknya Pesan Berantai

16 November 2017

Hari Kamis yang lalu (09 November 2017), saya dikirim gambar Yesus yang merupakan gambar Kerahiman Ilahi melalui pesan messenger yang sudah diedit dengan tambahan kilauan cahaya pada gambar tersebut dengan tulisan demikian; “Teruskan foto ini ke 50 temanmu. Jangan abaikan!!”. 

Lalu pada hari Minggu (12 November 2017) kembali dikirimi foto entah melalui pesan messenger dan WA dengan pesan demikian; “Teruskan Foto Maria Rosa Mystica ini ke 50 temanmu. Yakinlah Kamu Akan Memperoleh Penyembuhan Ajaib Atas Segala Derita Penyakit”

Mendapat pesan di messenger seperti itu saya ingat akan pengalaman masa kecil ketika masih duduk di bangku SD kelas 5 yang pada waktu itu ramai dengan apa yang disebut surat berantai yang isinya menceritakan pengalaman atau mujikzat orang lain (entah benar atau tidak) dan juga semacam “ancaman” jika tidak disebarkan sebanyak 50 lembar maka akan dimakan buaya di sungai Mahakam dan lain sebagainya.

Namanya masih SD, yang juga belum terlalu paham dan mengerti akan surat itu, maka kemudian sayapun melakukannya karena ada nada “ancaman” jika tidak menyebarkan.

Peristiwa yang terjadi sekitar 1988-1990 an itu kini terulang kembali di jaman yang disebut jaman Now. Jaman yang telah memasuki kemajuan dan perkembangan termasuk dalam hal beriman, jaman kritis dari kaum-kaum kritis dan intelek yang sudah matang dalam beriman justru terjebak dalam pesan berantai yang bagi saya itu adalah sebuah kemunduran, sebuah kegagalam paham dalam beriman.

Atas pesan yang saya terima hari Kamis yang lalu, saya menjawabnya demikian; “Saya tidak mau rugi pulsa karena Yesus tidak pernah menyuruh siapapun dan juga menutus saya bukan untuk sebarkan fotonya tapi menyebarkan Kerajaan Allah hahahaha”.

Yang lebih tragis, pesan yang mirip hoax inipun disebarkan oleh sebagian kaum berjubah entah suster atau pastor. Bagi saya dengan ikut membagikan pesan seperti di atas, artinya mendukung sebuah tindakan yang memang menunjukan kedangkalan dan gagal paham dalam beriman.

Dengan ungkapan jangan abaikan atau semacam perintah akan mendapat mujikzat penyembuhan atas segala penyakit adalah sebuah penyesatan dalam beriman. Karena Iman kita adalah pada Yesus Kristus yang terungkap dalam bentuk doa, ibadat dan buahnya adalah perbuatan-perbuatan baik kita memperoleh Keselamatan (bdk. Yoh 3:16) dan bukan karena menyebarkan pesan ke 50 teman.

Mujikzat penyembuhan atau apapun yang baik yang kita alami dalam kehidupan kita itu karena Iman kepada Kristus melalui doa-doa kita dengan penuh Iman dan Kerendahan Hati dan bukan karena menyebarkan pesan berantai yang hanya merugikan iman kita sendiri. Dengan ungkapan bahwa akan ada mujikzat penyembuhan karena mengirim foto Maria Ratu Mystica ke 50 orang teman, artinya Iman kita bukan pada Yesus tetapi pada penyebaran pesan. Degan demikian kita secara nyata sedang MELECEHKAN DAN MERENDAHKAN IMAN KITA SENDIRI.

Maka mari kita gunakan media sosial sebagai sarana untuk Mewartakan Kerajaan Allah, mewartakan Iman kita kepada Yesus dan bukan untuk membodohi sesama yang justru menunjukan kebodohan kita sendiri dan gagal paham dalam beriman. Semoga.

Oleh: Fr. Juan Tuan MSF