Bunuh Diri: Sebuah Seni yang Brutal, Dilakukan oleh Orang yang Paling Brutal

Ada adagium yang menyatakan bahwa perjalanan yang paling sulit ditempuh oleh manusia adalah perjalanan menemukan jati diri, jika manusia sulit menemukan jati dirinya maka ia serentak menolak keberadaannya dalam masyarakat (Foto: Dok. Pribadi)
Setiap tanggal 2 November semua orang Kristen memperingati hari arwah semua orang beriman, semua diundang ke pemakaman umum untuk mendaraskan butir-butir doa, dan bukan hal ini saja, ketika menghantar jenazah seseorang untuk di semayamkan ke liang lahat, mata selalu tertuju pada tiga kata di salib “RIP” kata yang  terpampang dengan jelas di atas nama orang yang telah meninggal.

Requescat In Pace (Latin; beristirahatlah dalam damai), dihantar dan diberi bonus dengan doa yang khusyuk, wahh,,,menarik, entah dosa yang begitu banyak selalu saja didoakan, bahkan diberi stempel RIP, asyik bukan? Bagaimana dengan orang yang melakukan kesalahan yang berat atau membunuh diri misalnya, apakah ia akan bahagia, beristirahat dalam damai?? Tentu hanya berdoa dan berharap, karena sebagian orang belum menggapai kehidupan di alam sana. 

Ada adagium yang menyatakan bahwa perjalanan yang paling sulit ditempuh oleh manusia adalah perjalanan menemukan jati diri, jika manusia sulit menemukan jati dirinya maka ia serentak menolak keberadaannya dalam masyarakat. Dengan menolak keberadaannya sendiri maka manusia akan mencenderai kebermaknaan tubuhnya sendiri. Eksistensi manusia tidak terlepas dari realitas yang dialaminya sehari-hari, realitas selalu dinamis sehingga membutuhkan aspek kesadaran manusia, tanggung jawab, cita-cita serta kebahagiaan yang menjadi cita-cita luhur manusia. 

Dalam menjalani hidup sehari-hari manusia selalu dihadapkan dengan problem, jika dicermati lebih mendalam hal ini merupakan sebuah bentuk pembelajaran agar manusia bisa menggunakan keunikan yang ada dalam dirinya yakni; akal budi, kehendak bebas dan hati nurani untuk berkreasi dan berinovasi, dengan demikian manusia layak disebut sebagai manusia.

Bunuh diri, sebuah seni yang brutal
Aksi mengakhiri diri atau bunuh diri merupakan topik hangat, empuk, dalam pemberitaan media elektronik dan media massa khususnya di wilayah Nusa Tenggara Timur (Pos Kupang dan Flores Pos), hal ini secara jelas mau mengafirmasi bahwa tindakan bunuh diri selalu melekat dan nyata dalam kehidupan sehari-hari. 

Pada bagian paragraf pertama telah disampaikan bahwa manusia begitu unik dari ciptaan lainnya karena memiliki kehendak bebas, namun kehendak bebas yang ada pada manusia harus dimengerti sebagai kebebasan yang masuk akal yang bisa diklarifikasi, kebebasan yang bertanggung jawab. Aksi bunuh diri ditentang oleh semua agama karena membunuh diri sendiri dan orang lain berarti tidak menghargai manifetasi Allah yang nyata. 

Semua agama mengharapkan kedamaian, dan kebahagiaan dalam artian mendukung perjuangan meraih kehidupan. Bunuh diri yang pernah diserukan ISIS merupakan jalan pintas menuju surga, hal ini merupakan bentuk penyimpangan dari doktrin resmi yang diwartakan Nabi Muhammad. Mungkin terobsesi dengan hal ini sehingga orang berlomba-lomba bunuh diri, ah gila!! Aksi bunuh diri merupakan sebuah seni? Sangat tidak tepat jika menyebut aksi ini sebagai sebuah seni, sebab seni itu identik dengan keindahan, kebaikan, yang bisa membuat orang lain aman dan bahagia, tetapi perlu juga dicermati bahwa aksi bunuh diri tersebut melibatkan suatu alur, proses yang dikemas begitu rapih. 

Ada yang melakukan bunuh diri dengan membakar diri, menyiapkan rencana yang matang, membeli minyak tanah dan menyiramnya dari ujung kaki hingga rambut (Pos Kupang, Kamis 26 Oktober dan Selasa 28 November 2017) ada juga masuk ke dalam kamar, mengunci pintu rapat-rapat dan menggantung diri, jika gagal maka dilakukan berulang-ulang supaya berjalan aman dan lancar. Tindakan ini tidak pernah terjadi tanpa proses dan dinamika, di dalamnya ada pilihan, putusan, dan aksi mendasar dari pribadi yang bersangkutan, hmm sungguh aneh tapi nyata!!

Bunuh diri; hanya orang brutal
Bunuh diri (Latin; suicidium, dengan sui yang berarti sendiri, dan cidium yang berarti pembunuhan), dengan demikian suidicium berarti pembunuhan terhadap diri sendiri. Kembali ke pembicaraan awal, realitas tidak pernah berbohong bahwa manusia hidup di dalamnya, fakta bahwa semua orang mempunyai masalah dalam hidupnya, semakin seseorang bergerak maju, ia semakin menemukan fakta tantangan dan fatamorgana kehidupan yang tidak berujung. 

Masalah-masalah yang dihadapi oleh seseorang harus dimengerti bahwa ada akhirnya atau ada solusi jika mau menerobos dinding yang sempat mengekang seseorang untuk berubah atau berkembang. Aksi bunuh diri membuktikan bahwa kesesatan manusia dalam berpikir dan bertindak. Berpikir merupakan salah satu kekhasan yang dimiliki oleh seorang manusia sebelum bereaksi atau bertindak, jika hal ini muncul bersamaan maka saya dengan tegas mengatakan bahwa manusia itu brutal.
 
Beragam bunuh diri
Salah seorang filsuf yang terkenal berkebangsaan Prancis, Emile Durkheim (Sosiolog) mengatakan bahwa bunuh diri merupakan realitas dalam masyarakat, bunuh diri disebabkan oleh kondisi struktur masyarakat dengan dua alasan yakni; psikologis dan sosiologi. Dalam kelompok psikologis ia membagi empat jenis bunuh diri yakni; pertama Maniacal suicide (bunuh diri keterlaluan atau maniak, karena halusinasi entah menolak atau menurut) kedua Melancholy suicide (bunuh diri melankolis, kemurungan jiwa, depresi yang begitu berat, luapan kesedihan) ketiga impulsive suicide (bunuh diri impulsif berdasarkan dorongan hati secara tiba-tiba) keempat obsessive suicide (bunuh diri obsesif berdasarkan keinginan sendiri). 

Dalam kelompok sosiologi ia membagi bunuh diri dalam dua bagian yakni; integrasi dan regulasi, integrasi mencakupi ikatan individu dalam suatu masyarakat, sedangkan regulasi berkaitan dengan paksaan yang dialami individu dalam kelompok masyarakat. Secara umum kondisi putus asa, depresi dan steres kerap menjadi pemicu seseorang melakukan bunuh diri, atau meminta bantuan bunuh diri, hal ini menyebabkan seseorang merasa asing dan terisolasi sehingga solusi yang ditawarkan tidak bisa diterima dengan akal sehat, sehingga menolak solusi dari luar.
 

Bunuh diri; Solusi yang amat dini !!!
Tiga minggu lalu saya melakukan kunjungan terhadap orang sakit di RSUD. TC. Hillers-Maumere, kegiatan kunjungan terhadap orang sakit merupakan ciri khas tersendiri dari biara Camelian dengan mengikuti semangat pendiri yakni Santo Kamilus de Lellis, kami diwajibkan untuk melayani dan melakukan kunjungan terhadap orang sakit, cinta dan kebaktian kami tertuju kepada orang sakit, tidak menutup kemungkinan bahwa orang sehat dilupakan. 

Dalam ruangan flamboyan saya berjumpa dengan seorang gadis cantik berumur 22 tahun ia menderita sakit yang tidak jelas (penuturan dari orangtuanya) dan hal ini sudah berlangsung belasan tahun. Ia tidak memiliki anggota tubuh yang lengkap (tidak mempunyai kaki kiri), sakit yang dideritanya silih berganti dinyatakan sembuh dan keluar dari Rumah Sakit, beberapa hari kemudian masuk RS, hal ini terjadi berulang-ulang kali, sehingga membuat kedua orangtuanya putus asa. Begitu banyak pendoa hingga dukun dipanggil untuk menyembuhkan derita yang ia alami, namun semuanya tidak sesuai harapan. 

Ada hal menarik yang saya pelajari dari pasien tersebut yakni; “sebuah senyuman,  bersyukur, dan ia mempunyai keyakinan bahwa semua dialaminya akan berakhir, dengan kata lain sembuh ! meskipun hal itu sangat lama,  bahkan ia dalam pengamatan saya merupakan pasien yang paling fenomenal, berbeda dengan yang pasien yang lain jika sakit dahi mengkerut, bibir terkatup, putus asa, hingga menolak keadaan yang dialami.

Kasus bunuh diri yang terjadi akhir-akhir ini mencerminkan hilangnya percaya diri yang dimiliki seseorang, depresi dan stress yang berlebihan memicu aksi ini. Kemampuan akal budi manusia mungkin sedang eror, disertai kehendak bebas yang sulit terbendung, jika aksi bunuh diri dianggap membebaskan seseorang dari masalah, maka yang ditimbulkan adalah masalah baru, penciptaan masalah diatas masalah. 

Oleh karena itu, jika tidak mau disebut brutal, gunakanlah hati, dan otak yang bijak untuk menyikapi masalah, dengan kata lain cara pandang dan pola pikir bagaimana mengatasi masalah. Jika hendak mengakhiri hidup atau bunuh diri? Cobalah bertanya kepada sesamamu, mengapa kamu tidak membunuh diri ketika ada masalah? Hahahaha,,,toh ada solusinya, lagian dunia ini luas, bukan hanya kamu yang mengalami masalah di bumi ini,, masih ada yang lain kan? Heheh,,lahir dan kematian merupakan sebuah pemberian, lahir diterima begitu saja, tetapi kematian itu pasti, tapi jangan melibatkan diri di dalamnya, bunuh diri bukan merupakan sebuah solusi, tetapi mendatangkan masalah baru. Semua orang membutuhkanmu, dunia membutuhkanmu!!!!!.

Keluarga; aku, engkau, kita pasti bisa!!!
Menjaga kehidupan merupakan tugas dari semua pihak, meskipun pribadi sendirilah yang menentukan kehidupan berkelanjutan, maka dari itu peran dari keluarga sangat dibutuhkan. Keluarga sebagai motor pembentukan kepribadian seseorang, keluarga harus menjadi rumah yang nyaman, dengan kenyamanan dan kedamaiaan bisa memberikan atmosfer yang positif bagi penghuninya, begitupun dengan lembaga pendidikan bisa memberikan ajaran moral yang baik, nilai-nilai agama dan nilai-nilai sosial yang baik, ataupun untuk Negara dalam hal ini pemerintah harus memiliki tanggung jawab untuk mensejahterahkan warganya.

Keluarga merupakan tempat pendidikan pertama bagi semua orang. Dalam keluarga diajarkan benih-benih yang baik untuk berpikir dan bertindak, keluarga yang kacau atau retak bisa berimbas kepada anak-anak, suami maupun isteri. Jika ditimpa masalah semua orang harus berpikir untuk bisa keluar dari masalah yang dihadapi, berpikir untuk menang, tidak menyerah dan putus asa, sebab manusia dituntut untuk menjadi pemenang dari keterpurukan dengan maksud eksistensinya tetap terjaga. 

Banyak orang menderita karena mengalami trauma pada masa lalu atau mengalami berbagai masalah pada masa kini (pelecehan seksual, masalah ekonomi, putus cinta, kekerasan dan lain sebagainya) sehingga membentuk suatu muara luka bathin hal ini sewaktu-waktu dapat mengalihkan orientasi hidup seseorang dan identitasnya menjadi kabur, jika dibiarkan maka karakter seseorang menjadi khaos (rusak), serentak kehilangan jati diri dan tidak menjadi diri sendiri. Maka dari itu dibutuhkan kemampuan untuk mengakui dan menerima masa lalu, jika ada pengalaman menyakitkan, dibutuhkan juga semangat untuk selalu bersyukur dan berjuang. 

Aksi bunuh diri bisa diatasi jika seseorang harus menyikapi dirinya sendiri (kekuatan dirinya) membangun relasi intim dengan Tuhan dan sesama sehingga kekuatan yang dimiliki dapat difokuskan dengan sesuatu yang dilakukan detik ini, besok, dan lusa, karena hal ini bisa berimplikasi di masa datang, sebab sudah dibenahi dengan disiplin diri dan mengolah suasana hati. Perlu juga pengakuan diri dan mengampuni jika mengalami kekurangan, atau keterbatasan dengan hal ini bisa memacu seseorang untuk belajar memperbaiki diri. 

Secara singkat pola berpikir dan cara bertindak sederhana dapat membantu manusia untuk mengakui identitasnya sebagai ciptaan yang luhur, disamping itu menjaga kebermaknaan tubuhnya. Hehehe 

jika setiap bangun pagi dan engkau masih memiliki nafas,  bukankah hal ini merupakan kebahagiaan sejati meskipun sangat sederhana? Heheheh bagaimana dengan mereka yang telah berpulang (meninggal) secara mengenaskan? didoakan agar mereka beristirahat dalam damai atau RIP, Sementara hidupmu penuh dengan kesedihan, bersyukur saja tidak ada, bagaimana kamu bisa bahagia? Meski masih bernapas? Hahahah jangan,,..jangan! hanya mendoakan agar mereka yang telah meninggal beristirahat dalam damai, tetapi kamu juga harus LIP (Live In Peace) “Hidup dalam damai” dengan demikian, kamu tidak terjebak untuk bunuh diri,,haha iya,,coba saja hidup dalam damai diawali dengan berpikir, dan bertindak secara positif,  aku bisa, engkau, bisa, kita pasti bisa.

Oleh: Ady Klodor
marjinnews.com Maumere

COMMENTS

Name

Artikel,140,Bali,113,Batam,1,Bedah Buku,1,Ben Senang Galus,1,Bencana Alam,1,Berita,151,Bhineka,2,BNI,1,Bola,2,bom,1,Bom Bunuh Diri,4,Borong,3,BPJS,1,Budaya,41,Bung Karno,1,Bunuh Diri,3,Bupati Mabar,1,Camilian,1,Cerpen,176,Chelsea Islan,1,Chiristian Rotok,1,Daerah,545,Daerah. Riau,1,Dana Desa,1,Dari Kami,3,Demokrasi,22,Denpasar,18,Desa,2,Destinasi,1,Diaspora,2,Dilan,4,Donny Isman,1,DPR RI,4,E-KTP,4,Editorial,35,Ekonomi,5,Ekspresi,1,Ende,6,Entrepreneur,1,Feature,36,festival Komodo,2,Film,7,Filsafat,2,Fitur,1,Flobamora Cup,1,Flores,11,Focus Discussion,4,FPI,1,Gantung diri,2,Gaya,1,gaya hidup,4,Gedged,1,Gempa,6,Gereja,3,Gereja Katolik,3,Gerindra,1,GMKI,1,GMNI,4,Golkar,1,Gusti Dulla,1,HAM,1,Hand Phone,1,Hari Buruh,2,hari buruh internasional,1,Hari Perempuan Internasional,1,Hiburan,26,HMPCK,1,Hoax,2,hukum,60,Human Trafficking,4,IBT Expo,1,Idul Fitri,1,IJM,1,IKEMAS CUP,7,Imlek,1,Indonesia,1,Indonesian Idol,8,Inspirasi,13,Internasional,16,Internet,2,Investasi,1,Iriana Jokowi,1,Ivan Nestorman,1,IYC Jatim,1,Jabar,1,JAD,1,Jakarta,5,Jatim,3,Jawa Tengah,1,Jawa Timur,1,JK,1,Jogyakarta,2,Jokowi,18,JRUK Sumba,2,jurnal Terbaru,1,jurnalistik,3,Kalimantan,5,Kampanye,2,Kampus,3,Kapolri,1,Kar. Ilmiah,4,Karanganyar,1,Karya Sastra,273,KDRT,1,Keagamaan,7,kebakaran,4,Kebangsaan,1,kebudayaan,2,kecelakaan,2,Kecelakaan Lalu Lintas,2,Kediri,2,Kejadian. Jakarta,1,kejahatan,2,Kemahasiswaan,2,Kemanusiaan,62,kemenkominfo,1,Kemiskinan,2,kepala daerah,1,Kepemuaan,5,Kepemudaan,155,kepemudan,8,kerohanian,2,Kesehatan,8,Ketahanan Nasional,1,KNPI,2,Komodo,9,Komunikasi,1,Komunitas,5,Koperasi,1,Korban,1,Korupsi,60,KPK,12,KPU,1,Kreatif,1,Kriminal,51,Kritik Sastra,4,Kupang,24,Labuan Bajo,51,Lakalantas,9,Larantuka,1,Lembata,2,Lifestyle,6,Lingkungan Hidup,15,Literasi,14,lombok,1,LP Cipinang,1,Luar Negeri,4,Mahasiswa,42,Makanan Khas,1,Makasar,6,Makassar,4,Malang,3,Manggarai,113,Manggarai Barat,20,Manggarai Timur,24,Marianus Sae,1,Marion Jola,3,Masalah Rokok,1,Masyarakat,1,Mataram,2,Maumere,7,Media,2,Media Sosial,3,Medsos,2,Mendikbud,3,Menkominfo,1,Milenials,52,Motang Rua,1,Muda Petani,1,musik,1,Narkoba,8,Nasional,276,Natal,19,Ngada,7,Novanto,2,Novel,16,NTT,204,Nyepi,2,Olahraga,11,Opini,403,Orang Muda,15,Otomotif,1,OTT,2,Papua,15,Pariwisata,26,Partai Politik,25,Pasangan,16,Paskah,2,pelajar,2,Pembangunan,5,pemerkosaan,1,Pemilu,17,Pemuda,3,Pencurian,2,Pendidikan,89,Penerbangan,4,penyanyi,1,Peradi,1,Perdamaian,1,Perempuan,20,Perindo,1,Peristiwa,1040,Peritiwa,2,Pers,3,Perzinahan,1,Petani,1,Piala Dunia,1,Piala Oscar,1,pileg 2019,1,Pilgub,41,Pilkada,102,Pilpres 2019,23,PKRI,1,PKS,1,PMII,1,PMKRI,22,PMKRI Bogor,1,Pmkri Jogja,1,Poco Ranaka,1,Pojok Redaksi,35,Polisi,25,politik,90,Politikus,6,POLRI,5,PP PMKRI,1,Pristiwa,31,Prosa,1,PSK,1,Puisi,85,Puteri Indonesia,2,Radikalisme,1,Ratna Sarumpaet,4,Refleksi,15,reformasi,1,Regional,6,Religi,2,Remaja,1,Rensi Ambang,1,Riau,1,Ricuh,1,Rindu,1,Risma,1,Rizieq Shihab,7,Rote Ndao,1,Ruteng,27,RUU,1,Sabu,1,Sail Komodo,1,Sajak,9,Sam Aliano,1,Sastra,3,Sejarah,2,Sekilas Info,23,seleb,1,Selebritas,18,Sidoarjo,1,situs pornografi,1,Somasi,1,Sosial,3,Sosial Politik,1,Sosok,19,Sospol,39,Start Up,1,Suara Muda,49,Sumba,8,Surabaya,36,Tahun Baru,9,Tahun Baru. Remigius Nahal,1,Tarakan,1,Tata Kota,1,Teknologi,11,Tentang Mereka,44,Tenun Manggarai,1,Terorisme,16,Terorismes,4,TKI,4,TNI,1,TNK,1,Togar Situmorang,7,Tokoh,17,Tol Laut,1,Toleransi,2,Tour Jurnalistik,1,traveling,9,UNITRI-Malang,1,Unwira,1,UU MD3,7,Valentine,2,Viral,3,Wisata,4,Wisuda,1,WNA,1,
ltr
item
Muda Membaca Dunia: Bunuh Diri: Sebuah Seni yang Brutal, Dilakukan oleh Orang yang Paling Brutal
Bunuh Diri: Sebuah Seni yang Brutal, Dilakukan oleh Orang yang Paling Brutal
https://3.bp.blogspot.com/-hMzRwgnS800/WiAaCODFesI/AAAAAAAAAJs/an926M1l2t81JopQiedxiQQqb0xCwS3RwCLcBGAs/s320/Ady%2BKlodor%2BMarjin%2BNews.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-hMzRwgnS800/WiAaCODFesI/AAAAAAAAAJs/an926M1l2t81JopQiedxiQQqb0xCwS3RwCLcBGAs/s72-c/Ady%2BKlodor%2BMarjin%2BNews.jpg
Muda Membaca Dunia
http://www.marjinnews.com/2017/11/bunuh-diri-sebuah-seni-yang-brutal.html
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/2017/11/bunuh-diri-sebuah-seni-yang-brutal.html
true
971126874416220402
UTF-8
POSTINGAN LAIN Not found any posts LAINNYA Selengkapnya Reply Cancel reply Delete Oleh Home PAGES Kiriman Baca Semua Rekomendasi untuk Anda LABEL ARCHIVE CARI Semua Kiriman Tidak Ditemukan Apa yang Anda Cari Back Home Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 Jam yang lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Pengikut Ikuti THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy