Redaksi Marjin News Sumbang Ratusan Buku untuk Anak Sekolah Korban Gempa Lembata

Menu Atas

Cari Berita

Advertisement

Redaksi Marjin News Sumbang Ratusan Buku untuk Anak Sekolah Korban Gempa Lembata

16 October 2017

Dua orang penulis muda perwakilan marjinnews.com menyerahkan ratusan buku secara simbolik untuk pengungsi letusan Gunung Ile Lewotolok, Lembata melalui Posko Peduli Gempa Lembata wilayah Surabaya, Jawa Timur Minggu (15/10) Malam. (Foto: Andi Andur/MN)
Surabaya, marjinnews.com-Menyikapi kondisi pengungsi letusan Gunung Ile Lewotolok, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) redaksi marjinnews.com menyumbangkan ratusan buku melalui Posko Peduli Gempa Lembata (PPGL) wilayah Surabaya, Jawa Timur pada Minggu (15/10) malam waktu setempat.

Sumbangan buku yang diwakili oleh dua orang penulis muda, Beni dan Mario itu disambut baik oleh koordinator PPGL yang akrab disapa Gonsa. Menurutnya, sangat penting bagi anak-anak muda terutama mahasiswa untuk peka terhadap kondisi dan realita sosial di sekitarnya.

"Terima kasih kepada kawan-kawan marjin (redaksi marjinnews.com red.) atas kepeduliannya terhadap saudara-saudara kita pengungsi di Lembata, NTT. Sejak letusan pertama pada 10 Oktober silam memang sudah ada sekolah yang diliburkan. Semoga buku-buku ini nantinya sangat bermanfaat bagi adik-adik kita" ujar Gonsa dalam perbincangan singkat sesaat setelah penyerahan buku tersebut.

Sementara menurut Beni, salah satu penulis muda marjinnews.com bahwasannya buku menjadi pilihan karena itu merupakan salah satu kebutuhan vital anak-anak usia sekolah. Ia juga menceritakan kisahnya mendapatkan buku tersebut dari komunitas Book For Papua yang juga memiliki gerakan literasi untuk anak-anak di Wamena, Papua.

"Semoga buku-buku ini bisa menumbuhkan semangat belajar adik-adik kita meski masih berada di daerah pengungsian. Buku ini menjadi penting karena merupakan kebutuhan vital anak usia sekolah. Kami juga sangat berterima kasih kepada Komunitas Book For Papua yang beberapa bulan lalu menyumbangkan buku untuk mendukung program Marjin Care yang masih dalam tahap perencanaan" Jelas Beni yang juga mahasiswa S1 Teknik Sipil Universitas Dr. Soetomo, Surabaya.

Semangat lain juga ditunjukan oleh Mario, penulis muda yang adalah mahasiswa asal Maluku. Pengelolah group facebook Inspirasi Masa Depan dan Anggota PMKRI Cabang Surabaya itu mengaku sangat senang bisa terlibat dalam mendukung pengungsi agar segera keluar dari tekanan.

"Sungguh sebuah kebanggaan besar bagi saya secara pribadi untuk terlibat dalam aksi ini. Pada malam sebelumnya, dalam group Whatsapp teman-teman marjinnews.com mendapat informasi dari Pemred Andi Andur soal keberadaan posko ini, teman-teman kontributor daerah lain sangat mendukung hingga kami berada disini sekarang" Jelas Mario. (BP/MT/MN)