QUA VADIS NTT, Kajian atas Pelanggaran HAM di NTT Serta Upaya Penanggulangannya

HAM yang tanpa diskriminasi atau pemihakan dapat mempercepat terciptanya ketimpangan sosial yang memperlebar jurang antara si miskin dan si kaya (Gambar: Istimewa)
Dunia yang merupakan tempat kediaman manusia tengah diramaikan oleh beragam berita yang sifatnya sangat menghebohkan. Salah satunya adalah mengenai pelanggaran HAM (Hak Asasi Manusia). Kasus-kasus yang terjadi di NTT akhir-akhir ini menunjukan suatu dampak atas pelanggaran HAM, seperti, human trafficking, pembunuhan, terjadi stikmatisasi dan diskriminasi terhadap ODHA (orang dengan HIV/AIDS), pemerkosaan dan lain-lain sebagainya. Hak untuk memperoleh sesuatu yang setara dapat dimusnahkan oleh kaum yang bermodal. 

HAM yang tanpa diskriminasi atau pemihakan dapat mempercepat terciptanya ketimpangan sosial yang memperlebar jurang antara si miskin dan si kaya. Hak Asasi Manusia adalah hak-hak dasar atau hak-hak pokok yang dimiliki manusia sejak lahir sebagai anugerah Tuhan yang Maha Esa. Hak-hak asasi ini menjadi dasar daripada hak-hak dan kewajiban yang lain. Sebagaimana yang diketahui, disamping hak-hak asasi ada kewajiban-kewajiban asasi yang dalam hidup kemasyarakatan kita seharusnya mendapat perhatian terlebih dahulu dalam pelaksanaannya. Hak yang dimiliki oleh orang dalam hidup kemasyarakatan adalah hak-hak yang utuh dan tidak dapat diganggu gugat oleh orang lain. 

Konflik yang terjadi atas dasar pelanggaran HAM merupakan ketidakpuasan seseorang atas apa yang dimilikinya. Ketidakpuasan inilah yang mendesak seseorang untuk keluar dari kekurangannya dengan mengambil apa yang menjadi milik orang lain. Manusia yang mempunyai derajat yang luhur sebagai manusia hendaknya lebih mengedepankan kepentingan yang menjadi milik bersama. Semua manusia sebagai manusia memiliki martabat dan derajat yang sama dan dengan demikian memiliki hak-hak dan kewajiban yang sama pula. 

Semua manusia adalah sama derajatnya sebagai manusia (Gumawan Setiardja: Yogyakarta). Setiap masyarakat yang demokratis, yang rakyatnya menjadi subyek atau pemangku kedaulatan, para anggotanya memiliki sejumblah hak yang tidak boleh digangu gugat yang disebut hak-hak asasi manusia atau hak-hah fundamental, artinya hak-hak yang tidak lain dari aspek kodrat manusia. Setiap manusia harus dapat mengembangkan diri sedemikian rupa sehingga ia dapat terus berkembang secara leluasa. Semua hak yang berakar dalam kodratnya sebagai manusia adalah hak-hak yang lahir bersama dengan eksistensi manusia dan merupakan konsekuensi hakiki dari kodratnya.

Kasus-kasus yang  menimpa NTT
 Human Trafficking
Di NTT masalah human trafficking masih menjadi salah satu ancaman besar bagi masyarakat karena akan diperjualbelikan. Hal ini merupakan suatu permasalahan yang kurang mendapatkan perhatian dari pihak pemerintah sehingga keberadaannya kurang terlalu nampak dipermukaan, padahal dalam prakteknya sudah merupakan permasalahan sosial yang sangat besar. Immanuel Kant pernah menulis demikian: “Manusia dan bahkan makhluk rasional hidup sebagai tujuan dalam dirinya, ia bukan sekedar alat yang dipakai untuk keinginan tertentu, ia harus dipandang sebagai tujuan dalam semua tindakan baik yang diarahkan untuk dirinya sendiri maupun untuk orang lain.” 

Praktek human trafficking sungguh sangat melecehkan dan membasmi martabat manusia sebagai manusia. Manusia bukan lagi dilihat sebagai manusia melainkan alat yang dipakai untuk keinginan tertentu. Manusia dilihat sebagai obyek pemuasan kebutuhan. Manusia seolah-olah disamakan dengan barang yang dapat diperjualbelikan begitu saja. Martabat manusia sungguh sangat tidak diperhitungkan dan dihargai. Pelecehan martabat manusia dimana saja dan kapan saja dipandang sebagai suatu kejahatan. Kita hendaknya mengetahui bahwa setiap manusia memiliki nilai dalam dirinya yang tak dapat diganggu gugat oleh siapapun dan tak dapat ditukar oleh apapun. Manusia tidak boleh disamakan dengan barang di pasar. Manusia yang memiliki hak dalam dirinya hendaknya dihargai dan dihormati.

Berdasarkan database counter-Trafficking international organization for migration  (IOM) Indonesia, wilayah NTT merupakan salah satu daerah asal korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) terbesar nomor enam setelah Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Jawa Timur, dan Nusa Tenggara Barat. Perdagangan manusia berbeda dengan  penyelundupan. Pada penyelundupan, orang-orang yang diselundup umumnya meminta bayaran dari para penyelundup, sedangkan dalam kasus perdagangan manusia, umumnya terjadi penipuan sehingga korban tidak mendapatkan timbal balik apapun. 

Dalam penyelundupan, orang-orang yang diselundup tidak diberi kewajiban apapun, dalam arti mereka datang ketempat tujuan secara cuma-cuma. Sedangkan para korban trafficking mengalami perbudakan yang merugikan saat mereka sampai di tempat tujuan. Umumnya para korban Trafficking adalah orang-orang  yang  mudah  terbujuk  oleh janji-janji palsu  sang  traffickers. Beberapa Traffickers menggunakan taktik-taktik manipulasi  untuk menipu korbannya diantaranya dengan intimidasi, rayuan, pengasingan, ancaman, penyulikan dan penggunaan obat-obatan terlarang.

Para korban Human Trafficking mengalami eksploitasi tenaga termasuk perlakuan serupa perbudakan, dan ekspliotasi seksual. Hal ini karena adanya penipuan dari oknum yang bersangkutan dengan menyediakan lapangan pekerjaan bagi mereka, tetapi kenyataannya mereka disalahgunakan. Faktor yang mendasar dari Human Trafficking adalah kemiskinan. Kemiskinan telah menyebabkan seseorang untuk tidak bersekolah sehingga kesempatan untuk mendapatkan keterampilan serta kesempatan kerja menyusut. Kemiskinan pula yang mendasar kepergian ibu sebagai tenaga kerja wanita yang dapat menyebabkan anak terlantar tanpa perlindungan dari orangtua sehingga mengakibatkan korban perdagangan manusia.

Pembunuhan
Negara Republik Indonesia adalah Negara hukum yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 yang benar-benar menjunjung tinggi hak asasi manusia serta menjamin warga Negara bersama kedudukannya dalam hukum dan pemerintahan yang tidak ada kecualinya, sedangkan untuk menjamin ketaatan dan kepatuhan terhadap hukum berada di tangan semua warga Negara. Kejahatan dalam bentuk pembunuhan merupakan salah satu bentuk “perilaku menyimpang” yang selalu melekat pada masyarakat, tidak ada masyarakat yang sepi dari kejahatan. 

Pembunuhan adalah suatu tindakan untuk menghilangkan nyawa seseorang dengan cara yang melanggar hukum, maupun yang tidak melawan hukum. Pembunuhan biasanya dilatarbelakangi oleh bermacam-macam motif, misalnya politik, kecemburuan, dendam, membela diri, dan sebagainya. Pembunuhan dapat dilakukan dengan berbagai cara. Yang paling umum adalah dengan menggunakan senjata tajam. Kejahatan yang berdampak pada tindakan pembunuhan merupakan pelanggaran hak asasi manusia yaitu hak atas hidup.

Pemerkosaan dan Perbudakan Seksual
Pemerkosaan adalah hubungan seksual terlarang antara seseorang perempuan dan laki-laki secara paksa. Tindakan pemerkosaan ini merupakan tindakan yang melanggar kehormatan sosial perempuan. Dewasa ini berita tentang kekerasan seksual terhadap kaum perempuan selalu mewarnai kehidupan masyarakat. Fakta pelecehan seksual terjadi dari berbagai bentuk dimana anak diperkosa oleh ayah kandungnya sendiri, siswi diperkosa oleh guru, majikan memerkosa pembantunya dan lain sebagainya. 

Kasus pelecehan seksual dianggap hal yang lumrah di kalangan masyarakat. Dalam ajaran Katolik terutama dalam Kitab Suci (kejadian 1:27) dikatakan bahwa perempuan pada dasarnya adalah ciptaan Allah menurut gambar, menurut gambar diciptakanlah dia laki-laki dan perempuan. Allah menciptakan laki-laki dan perempuan sebagai pribadi yang unik (George Kirchberger: Ledalero). Laki-laki dan perempuan memiliki hak dan martabat yang sama. Hal ini mau menunjukan bahwa perempuan diciptakan setara dengan laki-laki. Perempuan yang sebenarnya utusan Bapak dan secara Biologis telah berupaya melahirkan manusia ke dunia, namun sayangnya kaum laki-laki menjadikan perempuan sebagai korban, korban kekerasan dan korban pemerkosaan. Atas dasar inilah perempuan dianggap rendah di hadapan kaum laki-laki.

Catatan  Kritis Mengenai Pelanggaran HAM yang Terjadi Di NTT
Setelah melihat pengertian Hak Asasi Manusia dan penggunaannya dalam masyarakat, kita sampai pada pertanyaan yang barangkali paling berguna yaitu apakah HAM harus dianggap universal? Di satu pihak, HAM nampaknya mesti berlaku dengan mutlak karena hak-hak itu merupakan sesuatu yang melekat pada manusia sejak lahir, sehingga hak-hak asasi nampaknya berlaku bagi setiap orang tanpa pengecualian dan diskriminasi. Di lain pihak dapat diketahui bahwa kesadaran akan HAM selalu timbul dalam situasi sosial tertentu dan diperjuangkam oleh satu, beberapa kelas sosial atau golongan tertentu. 

Jenis-jenis pelanggaran HAM yang terjadi NTT seperti human trafficking, pembunuhan dan pemerkosaan dan lain sebagainya merupakan tindakan sosial yang dilakukan oleh satu atau beberapa kelas sosial demi memenuhi kepuasan pribadi. HAM sesungguhnya terletak dalam kesadaran bahwa masyarakat atau umat manusia tidak dapat dijunjung tinggi kecuali setiap individu, tanpa diskriminasi dan tanpa kekecualian, dihormati dalam keutuhannya. Hanya jika satu orangpun tidak boleh dipakai sebagai alat bagi yang lain, martabat manusia tetap utuh. Tanpa disadari HAM sangat dibutuhkan dalam pembentukan suatu masyarakat yang harmonis dan damai.

Peran dan Tanggungjawab
Peran dan tanggungjawab hak asasi manusia merupakan usatu bentuk tindakan yang membawa kepada keharmonisan suatu masyarakat. Pada satu sisi hak asasi manusia menjamin kebebasan individual. Tapi pada sisi lain semua umat manusia diharuskan bebas dan sejajar dengan martabat dan hak-haknya serta dikaruniakan akal dan kesadaran dalam menghargai satu terhadap yang lain dalam semangat persaudaraan. Karena itu setiap orang bebas untuk memperoleh hak dan kebebasan tanpa memandang ras, warna kulit, bahasa, agama, kepemilikan, kelahiran atau status lainnya. Hal ini berarti bahwa hak sangat berperan penting dan berarti  bagi para individual maupun sosial.

Maka dalam masyarakat kebebasan terhadap HAM perlu dikembangkan. Dalam pembentukan hak dan kebebasan, setiap orang hanya dapat dibentuk oleh hukum-hukum yang berlaku dan bukan dibatasi oleh satu atau sekelompok oknum yang ingin menguntungkan diri sendiri. Untuk itu, setiap orang memiliki hak uuntuk diakui secara pribadi dihadapan hukum dan bebas menyampaikan pendapatnya masing-masing. Dalam pembentukan tentang pendidikan, pengajaran dimaksudkan agar setiap individu berada dalam tanggungjawab untuk mencapai peningkatan dan pelaksanaaan HAM, sehingga orang memiliki hak untuk menentukan nasibnya sendiri.

Hak dan Kewajiban-kewajiban
Hak-hak merupakan dasar dari kewajiban dalam arti bahwa salah satu cara untuk menetapkan seseorang memiliki suatu kewajiban ialah bahwa hal ini melayani kepentingan yang mendasari satu hak orang lain. Hak dan Kewajiban sesuatu yang tidak dapat dipisahkan, akan tetapi sering  terjadi pertentangan karena hak dan kewajiban tidak seimbang. Bahwa setiap warga Negara memiliki hak dan kewajiban untuk mendapatkan penghidupan yang layak, tetapi pada kenyataannya banyak warga Negara yang belum merasakan kesejahteraan dalam menjalani kehidupannya. 

Dalam mencapai keseimbangan antara hak dan kewajiban, yaitu dengan cara mengetahui posisi diri sendiri. Sebagai seorang warga Negara harus tahu hak dan kewajibannya. Pemerintah harus mengetahu akan hak dan kewajibannya. Jika hak dan kewajiban seimbang dan terpenuhi, maka kehidupan masyarakat akan sejahtera. Hak dan kewajiban di Indonesia ini tidak akan pernah seimbang apabila masyarakat tidak bergerak untuk merubahnya. Oleh karena itu, sebagai warga Negara yang berdemokrasi  masyarakat NTT harus bangun dari mimpi buruk serta mengubahnya untuk mendapatkan hak-hak dan tak lupa melaksanakan kewajiban sebagai rakyat NTT.

Penutup
Bangsa Indonesia memiliki pancasila sebagai cerminan hidup dan sikap dalam hidup bermasyarakat. Dalam sila kedua yang berbunyi ”kemanusiian yang adil dan beradap”, akan mengarahkan kepada sikap sopan santun dan menghargai sesama ciptaan. Setiap manusia sebagai mahkluk ciptaan Tuhan yang dianugerahi budi dan karsa merdeka, dihargai dan diharmati sesuai dengan martabatnya. Maka dirumuskan kemanusiaan yang adil dan beradab. Di sini akan ditemukannya dasar hak-hak asasi manusia dalam pandangan hidup setiap orang. Hak-hak yang di miliki oleh setiap orang hendaknya dihargai dan dihormati demi tercapainnya keharmonisan.   

Kejadian–kejadian yang sedang terjadi seperti, pelecehan seksual dan Pembunuhan bukanlah hal baru terjadi. Kejadian yang sering terjadi ini jika dibiarkan maka akan berdampak buruk bagi generasi penerus  dan akan menjadi pertanyaan yang tidak ada jawaban akhir seandainnya peristiwa ini terus berkembang dan dibiarkan begitu saja.  Hal ini menjadi  tugas dari kita generasi baru untuk menjaga dunia dari tangan-tangan tidak bermoral dan juga dari pihak pemerintah harus lebih mempertegas tentang hukum yang berlaku. Pemerintah harus memiliki komitmen yang kuat bagi penegakan nilai-nilai keadilan lewat penghargaan bagi setiap individu guna memelihara nilai kehidupan. Selain pemerintah, masyarakat juga menjadi dasar dari dari proses penegakan hak asasi manusia. 

Oleh: Ogha Galung
Alumni Asrama Arnoldus-L.Bajo, 2013
Penghuni Puncak Pohon Papaya Camillian

COMMENTS

Name

Artikel,140,Bali,108,Bedah Buku,1,Ben Senang Galus,1,Bencana Alam,1,Berita,142,Bhineka,2,BNI,1,Bola,2,bom,1,Bom Bunuh Diri,4,Borong,3,BPJS,1,Budaya,41,Bung Karno,1,Bunuh Diri,3,Bupati Mabar,1,Camilian,1,Cerpen,174,Chelsea Islan,1,Chiristian Rotok,1,Daerah,529,Daerah. Riau,1,Dana Desa,1,Dari Kami,2,Demokrasi,22,Denpasar,18,Desa,2,Destinasi,1,Diaspora,2,Dilan,4,Donny Isman,1,DPR RI,4,E-KTP,4,Editorial,34,Ekonomi,5,Ekspresi,1,Ende,6,Entrepreneur,1,Feature,36,festival Komodo,2,Film,7,Filsafat,2,Fitur,1,Flobamora Cup,1,Flores,11,Focus Discussion,4,FPI,1,Gantung diri,2,Gaya,1,gaya hidup,4,Gedged,1,Gempa,6,Gereja,3,Gereja Katolik,3,Gerindra,1,GMKI,1,GMNI,3,Golkar,1,Gusti Dulla,1,HAM,1,Hand Phone,1,Hari Buruh,2,hari buruh internasional,1,Hari Perempuan Internasional,1,Hiburan,25,HMPCK,1,Hoax,2,hukum,59,Human Trafficking,4,IBT Expo,1,Idul Fitri,1,IJM,1,IKEMAS CUP,7,Imlek,1,Indonesia,1,Indonesian Idol,8,Inspirasi,13,Internasional,16,Internet,2,Investasi,1,Iriana Jokowi,1,Ivan Nestorman,1,IYC Jatim,1,Jabar,1,JAD,1,Jakarta,5,Jatim,3,Jawa Tengah,1,Jawa Timur,1,JK,1,Jogyakarta,2,Jokowi,18,JRUK Sumba,2,jurnal Terbaru,1,jurnalistik,3,Kalimantan,5,Kampanye,2,Kampus,3,Kapolri,1,Kar. Ilmiah,4,Karanganyar,1,Karya Sastra,272,KDRT,1,Keagamaan,7,kebakaran,4,Kebangsaan,1,kebudayaan,2,kecelakaan,2,Kecelakaan Lalu Lintas,2,Kediri,2,Kejadian. Jakarta,1,kejahatan,2,Kemahasiswaan,2,Kemanusiaan,62,kemenkominfo,1,Kemiskinan,2,kepala daerah,1,Kepemuaan,5,Kepemudaan,154,kepemudan,8,kerohanian,2,Kesehatan,8,Ketahanan Nasional,1,KNPI,2,Komodo,9,Komunikasi,1,Komunitas,5,Koperasi,1,Korban,1,Korupsi,60,KPK,12,KPU,1,Kreatif,1,Kriminal,51,Kritik Sastra,4,Kupang,24,Labuan Bajo,51,Lakalantas,9,Larantuka,1,Lembata,2,Lifestyle,6,Lingkungan Hidup,15,Literasi,14,lombok,1,LP Cipinang,1,Luar Negeri,4,Mahasiswa,41,Makanan Khas,1,Makasar,6,Makassar,4,Malang,3,Manggarai,112,Manggarai Barat,20,Manggarai Timur,24,Marianus Sae,1,Marion Jola,3,Masalah Rokok,1,Masyarakat,1,Mataram,2,Maumere,7,Media,2,Media Sosial,3,Medsos,2,Mendikbud,3,Menkominfo,1,Milenials,51,Motang Rua,1,Muda Petani,1,musik,1,Narkoba,8,Nasional,275,Natal,19,Ngada,7,Novanto,2,Novel,16,NTT,199,Nyepi,2,Olahraga,11,Opini,400,Orang Muda,15,Otomotif,1,OTT,2,Papua,15,Pariwisata,26,Partai Politik,25,Pasangan,15,Paskah,2,pelajar,2,Pembangunan,5,pemerkosaan,1,Pemilu,17,Pemuda,3,Pencurian,2,Pendidikan,89,Penerbangan,4,penyanyi,1,Peradi,1,Perdamaian,1,Perempuan,20,Perindo,1,Peristiwa,1021,Peritiwa,2,Pers,3,Perzinahan,1,Petani,1,Piala Dunia,1,Piala Oscar,1,pileg 2019,1,Pilgub,41,Pilkada,102,Pilpres 2019,23,PKRI,1,PKS,1,PMII,1,PMKRI,22,PMKRI Bogor,1,Pmkri Jogja,1,Poco Ranaka,1,Pojok Redaksi,34,Polisi,25,politik,89,Politikus,6,POLRI,5,PP PMKRI,1,Pristiwa,31,Prosa,1,PSK,1,Puisi,84,Puteri Indonesia,2,Radikalisme,1,Ratna Sarumpaet,4,Refleksi,15,reformasi,1,Regional,6,Religi,2,Remaja,1,Rensi Ambang,1,Riau,1,Ricuh,1,Rindu,1,Risma,1,Rizieq Shihab,7,Rote Ndao,1,Ruteng,26,RUU,1,Sabu,1,Sail Komodo,1,Sajak,9,Sam Aliano,1,Sastra,3,Sejarah,2,Sekilas Info,23,seleb,1,Selebritas,18,Sidoarjo,1,situs pornografi,1,Somasi,1,Sosial,3,Sosial Politik,1,Sosok,18,Sospol,39,Start Up,1,Suara Muda,43,Sumba,8,Surabaya,36,Tahun Baru,9,Tahun Baru. Remigius Nahal,1,Tarakan,1,Tata Kota,1,Teknologi,11,Tentang Mereka,43,Tenun Manggarai,1,Terorisme,16,Terorismes,4,TKI,4,TNI,1,TNK,1,Togar Situmorang,5,Tokoh,17,Tol Laut,1,Toleransi,2,Tour Jurnalistik,1,traveling,9,UNITRI-Malang,1,Unwira,1,UU MD3,7,Valentine,2,Viral,3,Wisata,4,Wisuda,1,WNA,1,
ltr
item
Muda Membaca Dunia: QUA VADIS NTT, Kajian atas Pelanggaran HAM di NTT Serta Upaya Penanggulangannya
QUA VADIS NTT, Kajian atas Pelanggaran HAM di NTT Serta Upaya Penanggulangannya
https://3.bp.blogspot.com/-JOYTwLx7S6s/WfjMGE2KoFI/AAAAAAAAB0Y/AR9HH-iykNsOx88FDlLyTFjgzkrxi5vrwCLcBGAs/s320/Im%2Bnot%2Bfor%2Bsal%2Btrafficking%2Bmarjin%2Bnews%2BNTT.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-JOYTwLx7S6s/WfjMGE2KoFI/AAAAAAAAB0Y/AR9HH-iykNsOx88FDlLyTFjgzkrxi5vrwCLcBGAs/s72-c/Im%2Bnot%2Bfor%2Bsal%2Btrafficking%2Bmarjin%2Bnews%2BNTT.jpg
Muda Membaca Dunia
http://www.marjinnews.com/2017/10/qua-vadis-ntt-kajian-atas-pelanggaran.html
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/2017/10/qua-vadis-ntt-kajian-atas-pelanggaran.html
true
971126874416220402
UTF-8
POSTINGAN LAIN Not found any posts LAINNYA Selengkapnya Reply Cancel reply Delete Oleh Home PAGES Kiriman Baca Semua Rekomendasi untuk Anda LABEL ARCHIVE CARI Semua Kiriman Tidak Ditemukan Apa yang Anda Cari Back Home Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 Jam yang lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Pengikut Ikuti THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy