Puisi-Puisi Gust Kn, Si Pecandu
Cari Berita

Puisi-Puisi Gust Kn, Si Pecandu

1 October 2017

Seperti tak habis dituntas dalam umpama, hingga malam hujan tak henti mengecup kota (Foto: Dok. Pribadi).
AMANAT HUJAN

/1/
Pun ia terus berusaha mengecup bumi
dengan segala rintiknya. Ia puisi
yang cintanya tak pernah pergi
meski menyimpan banyak tetapi.
Kali ini pagi yang teramat suram merekam semua
di antara bising dan sibuk kota:
sepotong sajak untuk dibaca
di musim nanti
barangkali.

/2/
Seperti tak habis dituntas dalam umpama,
hingga malam hujan tak henti mengecup kota.
Penuh sejuta rima
rinainya menyusup penuh goda.
Sebab kata ayah, selain rinai yang terkirim dari langit tinggi,
setelah air bah zaman Nuh
tak ada lagi yang mencuci belati-belati benci.
Dan seperti puisi, hujan musim ini adalah hujan paling suci,
ia jatuh ingin menikam segala benci yang kian mengisi.

/3/
Di luar jendela
sekawan bujang bersorak riang
mengangkat telapaknya yang penuh sembahyang.

New Manila, Juli 2017

FRAGMEN KOPI DALAM TIGA BABAK

/1/
Sebelum mentari berpulang menyisahkan sepi,
makin meninggi hasratku mengecupmu, kopi.
Bahwasannya pada hangat dan pekatmu, sembilan rima soneta selalu kutemui.

/2/
Mengecap pekatmu senja ini,
dengan setia angan membawaku pulang kepada satu imaji;
ia puisi tertulis atas nama mimpi yang hampir selesai.
Kali ini, kau semisal pelindungku dari
pertempuran melawan kantuk dan jerat sepi.

/3/
Seluruh kecup kita terlaksana dengan segala cinta
dan aku mengabadinya, barangkali kelak kita kenang:
Kau membuatku kian berani mengoyak jerat sepi
ketika ia menyerang mimpi yang hampir selesai.

New Manila, Agustus 2017

TIGA CANGKIR KOPI

Tiga cangkir kopi di atas meja
dinikmat bersama tak tersisa
mengawal segala suka di bising kota.

Tiga cangkir kopi di atas meja
tak pernah lelah memberi cerita:
membakar asa, mengembang kelopak mata.

Tiga cangkir kopi di atas meja
akan lebih nikmat bila kita jaga kesucian aroma.

New Manila, September 2017


Biografi Penulis:
Gust Kn adalah nama pena dari Agustinus Kani, seorang pegiat sastra dan pecandu kopi paling akut, kelahiran Kerkuak-Reo, Manggarai. Beberapa puisinya telah diterbitkan di media cetak dan media online, seperti Pos Kupang, Flores Pos, dan Jurnal Sastra Santarang, floresmuda.com, sayapimaji.com, floressastra.com, dan florespost.com. Kini, ia sedang melanjutkan studi, dan menggauli mimpi yang belum selesai, serta berdomisili di New Manila, Quezon City-Filipina. Selain itu, ia juga sedang mengembangkan blog pribadinya: https://gustkn25.wordpress.com. Alamat yang bisa dihubungi: Facebook: Gust Kn Dale; Whatsapp: 081239223839