NEGARA TANPA PEMUDA

Secara eksplisit memang perjuangan Pemuda terhenti setelah indonesia merdeka, tetapi secara implisit era baru ini justru memberikan tugas yang lebih sulit bagi Pemuda Indonesia, yaitu selain menjaga keutuhan NKRI juga sebagai ujung tombak yang memperjuangkan nasib rakyat Indonesia. (Foto: Dok. Pribadi)
Apalah artinya pemuda, ketika sangsaka telah berkibar?
Apalah artinya pemuda, jika  suaranya tak terdengar?
Apalah arti pemuda, jika tak di berikan mimbar?

Ungkapan diatas memiliki maknanya masing-masing sesuai dengan alhasil dari implementasi nyata yang dapat di lihat dari dobrakan-dobrakan para pemuda Indonesia di tiap zaman.
 
Apalah artinya pemuda, ketika sangsaka telah berkibarTidak bisa di pungkiri bahwa Sumpah Pemuda tahun 1928 adalah sumpah yang kedua yang pernah terdengar dan ditulis dalam lembaran sejarah Indonesia yang memiliki tujuan sama yaitu mempersatukan NKRI setelah sebelumnya sumpah Palapa yang di ikrarkan oleh Gajah Mada di zaman kerajaan Majah Pahit yang menjadikan kerajaan Majah Pahit sebagai kerajaan Maritim.
 
Begitupun sumpah pemuda tahun 1928 yang tujuanya memberikan semangat  bagi para pemuda dan pemudi Indonesia untuk berjuang bersatu menjaga keutuhan republik Indonesia dari obrakan para penjajah, dan bukti nyata dari perjuangan ini,  pada 17 Agustus 1945 negara Indonesia Merdeka dari para penjajah dan sangsaka Merah Putih berkibar di tiap pelosok Nusantara.
 
Secara eksplisit memang perjuangan Pemuda terhenti setelah indonesia merdeka, tetapi secara implisit era baru ini justru memberikan tugas yang lebih sulit bagi Pemuda Indonesia, yaitu selain menjaga keutuhan NKRI juga sebagai ujung tombak yang memperjuangkan nasib rakyat Indonesia.

Apalah artinya pemuda jika  suaranya tak terdengar?“Perjuanganku lebih mudah karena melawan penjajah. Tetapi perjuangan kalian akan lebih berat, karena melawan saudara sendiri” (Ir. Soekarno)
 
Inilah yang terjadi setelah indonesia Merdeka yaitu melawan saudara sendiri, Saudara sendiri yang menduduki kursi kekuasaan, serta memberi berbagai kebijakan dan aturan bagi lapisan masyarakat Indonesia. Dalam memerangi saudara sendiri ini, peran pemuda sangat penting dalam hal mengawasi kebijaka-kebijakan yang dibuat, serta bersatu melawan kebijakan-kebijakan yang tidak adil bagi rakyat Indonesia.
 
Alhasil dari peran pemuada di zaman itu, dapat kita lihat dalam kisah kelam tragedi Trisakti Mei 1998. Runtuhnya Orde Baru adalah salah satu bukti nyata keberhasilan pemuda Indonesia di era 90an dalam tugasnya menjaga kesatuan NKRI serta sebagai sosok yang memperjuangkan Nasib Bangsa dari kebijakan Saudara Sendiri.
Tidak bisa di pungkiri, bahwa sebagian besar Pemuda yang dulu berkrumun dalam barisan Mei 1998 itu, kini menduduki mimbar kekuasaan Negri Kita.

Apalah arti pemuda jika tak diberi mimbar
 
‘Ketika kecerdasan tidak laku, yang diutamakan adalah isi saku, maka sangat tidak mudah begi pemunda untuk menjadi pelaku”
 
Mimbar kekuasaan semua diisi oleh elit-elit  politik yang sebagian besar berambut uban dengan sapaan Tuan, para pemuda hanya sebagi saksi sambil bersorak memberi dukungan. Ini adalah tontonan yang lumrah yang kerap kali kita tonton dalam acar di televisi, sungguh memalukan yang secara tidak sadar para elit politik mengejek para kaum muda, seolah pemuda sangat tidak dianggap dizaman sekarang, tidak pantas untuk bersaing di dunia politik. Ataukah ini cara mreka agar tidak ada lagi pemuda yang yang seperti mereka? Yang merobohkan Orde Baru, lalau mereka kuasai mimbar?
 
Semua sadar bahwa negara Indonesia kerap kali dikenal oleh dunia luar karena prestasi para pemuda yang mapu bersaing di dunia internasional, tetapi dalam negeri mereka tidak dipandang sebagi pejuang,  tetapi kuda yang di tumpang elit politik yang banyak uang demi mendulang suara saat terompet pemilu berkumandang.
 
Dimana lagi mimbar yang pemuda tempati? ketika seluruh mimbar terisi dengan politik uang, surat kabar di penuhi iklan partai politik, media sosial milik partai politik, maka tak heran saya katakan pemuda hanyalah kuda dari mereka yang beruban. Di dunia teknologi modern ini hampir semua pelakunya adalah kaum muda, tetapi mereka di jadikan kuda dari elit politik. Bahkan ketika pemuda membantah tulisan ini salah satu faktor didalamnya adalah kepentingan politik, dan malu untuk menelanjangkan diri.
 
“Tubuh terkunci dalam ruang, Mulut dibungkam dengan uang, Hingga nafas sesak, dipenuhi dahak”
 
Oleh: Plafianto Jonokaro Himpi

COMMENTS

Name

Artikel,140,Bali,108,Bedah Buku,1,Ben Senang Galus,1,Bencana Alam,1,Berita,142,Bhineka,2,BNI,1,Bola,2,bom,1,Bom Bunuh Diri,4,Borong,3,BPJS,1,Budaya,41,Bung Karno,1,Bunuh Diri,3,Bupati Mabar,1,Camilian,1,Cerpen,174,Chelsea Islan,1,Chiristian Rotok,1,Daerah,529,Daerah. Riau,1,Dana Desa,1,Dari Kami,2,Demokrasi,22,Denpasar,18,Desa,2,Destinasi,1,Diaspora,2,Dilan,4,Donny Isman,1,DPR RI,4,E-KTP,4,Editorial,34,Ekonomi,5,Ekspresi,1,Ende,6,Entrepreneur,1,Feature,36,festival Komodo,2,Film,7,Filsafat,2,Fitur,1,Flobamora Cup,1,Flores,11,Focus Discussion,4,FPI,1,Gantung diri,2,Gaya,1,gaya hidup,4,Gedged,1,Gempa,6,Gereja,3,Gereja Katolik,3,Gerindra,1,GMKI,1,GMNI,3,Golkar,1,Gusti Dulla,1,HAM,1,Hand Phone,1,Hari Buruh,2,hari buruh internasional,1,Hari Perempuan Internasional,1,Hiburan,25,HMPCK,1,Hoax,2,hukum,59,Human Trafficking,4,IBT Expo,1,Idul Fitri,1,IJM,1,IKEMAS CUP,7,Imlek,1,Indonesia,1,Indonesian Idol,8,Inspirasi,13,Internasional,16,Internet,2,Investasi,1,Iriana Jokowi,1,Ivan Nestorman,1,IYC Jatim,1,Jabar,1,JAD,1,Jakarta,5,Jatim,3,Jawa Tengah,1,Jawa Timur,1,JK,1,Jogyakarta,2,Jokowi,18,JRUK Sumba,2,jurnal Terbaru,1,jurnalistik,3,Kalimantan,5,Kampanye,2,Kampus,3,Kapolri,1,Kar. Ilmiah,4,Karanganyar,1,Karya Sastra,272,KDRT,1,Keagamaan,7,kebakaran,4,Kebangsaan,1,kebudayaan,2,kecelakaan,2,Kecelakaan Lalu Lintas,2,Kediri,2,Kejadian. Jakarta,1,kejahatan,2,Kemahasiswaan,2,Kemanusiaan,62,kemenkominfo,1,Kemiskinan,2,kepala daerah,1,Kepemuaan,5,Kepemudaan,154,kepemudan,8,kerohanian,2,Kesehatan,8,Ketahanan Nasional,1,KNPI,2,Komodo,9,Komunikasi,1,Komunitas,5,Koperasi,1,Korban,1,Korupsi,60,KPK,12,KPU,1,Kreatif,1,Kriminal,51,Kritik Sastra,4,Kupang,24,Labuan Bajo,51,Lakalantas,9,Larantuka,1,Lembata,2,Lifestyle,6,Lingkungan Hidup,15,Literasi,14,lombok,1,LP Cipinang,1,Luar Negeri,4,Mahasiswa,41,Makanan Khas,1,Makasar,6,Makassar,4,Malang,3,Manggarai,112,Manggarai Barat,20,Manggarai Timur,24,Marianus Sae,1,Marion Jola,3,Masalah Rokok,1,Masyarakat,1,Mataram,2,Maumere,7,Media,2,Media Sosial,3,Medsos,2,Mendikbud,3,Menkominfo,1,Milenials,51,Motang Rua,1,Muda Petani,1,musik,1,Narkoba,8,Nasional,275,Natal,19,Ngada,7,Novanto,2,Novel,16,NTT,199,Nyepi,2,Olahraga,11,Opini,400,Orang Muda,15,Otomotif,1,OTT,2,Papua,15,Pariwisata,26,Partai Politik,25,Pasangan,15,Paskah,2,pelajar,2,Pembangunan,5,pemerkosaan,1,Pemilu,17,Pemuda,3,Pencurian,2,Pendidikan,89,Penerbangan,4,penyanyi,1,Peradi,1,Perdamaian,1,Perempuan,20,Perindo,1,Peristiwa,1021,Peritiwa,2,Pers,3,Perzinahan,1,Petani,1,Piala Dunia,1,Piala Oscar,1,pileg 2019,1,Pilgub,41,Pilkada,102,Pilpres 2019,23,PKRI,1,PKS,1,PMII,1,PMKRI,22,PMKRI Bogor,1,Pmkri Jogja,1,Poco Ranaka,1,Pojok Redaksi,34,Polisi,25,politik,89,Politikus,6,POLRI,5,PP PMKRI,1,Pristiwa,31,Prosa,1,PSK,1,Puisi,84,Puteri Indonesia,2,Radikalisme,1,Ratna Sarumpaet,4,Refleksi,15,reformasi,1,Regional,6,Religi,2,Remaja,1,Rensi Ambang,1,Riau,1,Ricuh,1,Rindu,1,Risma,1,Rizieq Shihab,7,Rote Ndao,1,Ruteng,26,RUU,1,Sabu,1,Sail Komodo,1,Sajak,9,Sam Aliano,1,Sastra,3,Sejarah,2,Sekilas Info,23,seleb,1,Selebritas,18,Sidoarjo,1,situs pornografi,1,Somasi,1,Sosial,3,Sosial Politik,1,Sosok,18,Sospol,39,Start Up,1,Suara Muda,43,Sumba,8,Surabaya,36,Tahun Baru,9,Tahun Baru. Remigius Nahal,1,Tarakan,1,Tata Kota,1,Teknologi,11,Tentang Mereka,43,Tenun Manggarai,1,Terorisme,16,Terorismes,4,TKI,4,TNI,1,TNK,1,Togar Situmorang,5,Tokoh,17,Tol Laut,1,Toleransi,2,Tour Jurnalistik,1,traveling,9,UNITRI-Malang,1,Unwira,1,UU MD3,7,Valentine,2,Viral,3,Wisata,4,Wisuda,1,WNA,1,
ltr
item
Muda Membaca Dunia: NEGARA TANPA PEMUDA
NEGARA TANPA PEMUDA
https://1.bp.blogspot.com/-M9rjoennUO0/WeUI_x6GVBI/AAAAAAAABp8/qmWH5iAS2Co7pMmv9L2Qv_Yx0pHylS4WwCPcBGAYYCw/s320/Yohanes%2BMarjin%2BNews.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-M9rjoennUO0/WeUI_x6GVBI/AAAAAAAABp8/qmWH5iAS2Co7pMmv9L2Qv_Yx0pHylS4WwCPcBGAYYCw/s72-c/Yohanes%2BMarjin%2BNews.jpg
Muda Membaca Dunia
http://www.marjinnews.com/2017/10/negara-tanpa-pemuda.html
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/2017/10/negara-tanpa-pemuda.html
true
971126874416220402
UTF-8
POSTINGAN LAIN Not found any posts LAINNYA Selengkapnya Reply Cancel reply Delete Oleh Home PAGES Kiriman Baca Semua Rekomendasi untuk Anda LABEL ARCHIVE CARI Semua Kiriman Tidak Ditemukan Apa yang Anda Cari Back Home Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 Jam yang lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Pengikut Ikuti THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy