“MIMPI DI UJUNG PERASAAN”

Datangnya cinta mampu membuat hari hari kita menjadi lebih berwarna. Cinta bisa diibaratkan sebagai matahari dalam hidup kita. Kehadirannya mampu menghapus mendung di dalam hati. Sinarnya pun juga mampu menghangatkan hati kita (Gambar: Istimewa)
Pikiranku masih teringat jelas dengan senyum itu. Senyum Sang Dewi pemusnah beban.
Takku sadari sang mentari telah hadir dan memulai kegiatan wajibnya dengan mendaki bukit di ufuk timur. Seperti biasa cahayanya merambat hingga tepat di kelopak mataku yang  masih meringkuk di dalam kedinginan kota Pagal melalui cela-cela kamar kost. Kokokan si jago pagi kian menambah keramaian kota sekaligus menjatuhkan embun yang masih berdendang di dedaunan. 

“Pagiku telah tiba dan paginya pun telah tiba”. Gumanku dalam hati sembari mengucap syukur atas hari baru yang disediakan dengan begitu sempurna untuk dunia. Kepala terasa enggan untuk beranjak dari bantal yang begitu empuk dan ditambah lagi dengan kain selimut sebagai penahan dinginnya kota Pagal. Namun, apalah daya hari itu hari kamis, tepatnya les matematika untuk jam terakhir, sekaligus sebagai mata pelajaran yang begitu menjengkelkan bagiku. Akupun segera beranjak ke kamar mandi dan setelah itu mengenakan seragam Pramuka yang masih bau keringat sisa kemarin.

Dalam perjalanan ke sekolah, pikiranku bagaikan badai yang siap mengguncang dunia, yang siap memporak-porandakan segala yang ada di bumi dan mungkin juga siap menghalau cintaku yang kian tumbuh, hingga tak kusadari diriku telah terbawa oleh waktu untuk sampai di koridor sekolah. 

Untuk kesekian kalinya aku menunggu dia di tempat kami. Tempat kami namanya, tepatnya di jendela, di pojok kiri belakang kelas XII IPS 4, tempat di mana segala isi hati dicurahkan dan semua masalah terbebaskan. Di tempat itu kami pernah berjanji untuk saling memotivasikan cita-cita kami masing-masing. Saya dengan cita-citaku untuk menjadi Imam dan dia dengan cita-citanya menjadi dokter. Cita-cita lugu menjadi bahan tawaan kami. 

Janji semakin menyatu ketika jari kelingkingnya di ikat oleh jari kelingkingku. Suatu kenangan yang tak mungkin terhalau oleh alur waktu dan derasnya ombak tak mungkin memundarkan apa yeng telah terpahat indah di hati insan. Mungkin di tempat itu ada suatu daya penarik yang membuat kami selalu nongol di sana. Setiap kata menjadi bahan curat dan setiap gurau menjadi bahan tawa. Dedaunan yang berada di luar jendela mungkin sedikit malu dengan kedatangan kami dan mungkin pula mereka menutup mata ketika kami saling berpapasan mesra supaya tidak jadi saksi bisu dalam pertarungan hati sang pangeran dan tuan putri. 

Tempat kami merupakan ajang pertarungan hati, dia dengan segala isi hatinya yang tak terselami dan akupun dengan isi hatiku yang hanya aku dan Tuhan yang tahu bahwa aku punya perasaan yang berbeda. Dia datang dengan wajah yang tetap seperti hari-hari sebelumnya, cantik terurai yang tidak mungkin termakan oleh rayap seperti dinding kamar kostku dan juga kedinginan kota Pagal tidak mampu membekukan wajahnya. 

Dalam hati aku berguman. “Tuhan, mungkin inilah bukti cintaMu yang Maha Agung? Atau lewat mahluk inikah Engkau menenangkan hatiku oleh kejadian semalam?”

Hatiku terus berkoar dan menjadi kalang kabut akibat mimpi tadi malam. Mimpi yang enggan untuk dijadikan bahan curhat pagi itu. Mimpi yang seharusnya tidak terjadi tapi terjadi. Dan kata hati mengatakan, inilah realita yang menuntut kita untuk menyongsongnya walau pahitnya menyengat dan tetap melekat. Lamunanku kian mendalam hingga tak kusadari dia menghampiri dan menyapaku dengan suaranya yang lembut selembut embun pagi.

“Hai.. Selamat pagi nyong. Kamu sudah dari tadi..??” Godanya sebari menyimpulkan senyum manis.
“Iya.. Kamu kok agak telat.? Jawabku datar.
“Iya.. Masalahnya tadi malam aku telat tidur gara-gara mikirin siapa yang jadi orang spesial di hari ulang tahunku besok.”

Mendengar kata-katanya jantungku langsung berdegup kencang, ingin mengatakan kalau aku siap, tapi tidak mungkin. Kami hanya sebatas sahabat. Dan saya tahu persis dia punya pacar di kelas XII IPS 2, namanya Lody. Perbincangan kami berhenti di situ gara-gara Pak Samuel datang. Guru matematika.

“Tak.Tak.Tak.. Selamat pagi Pak”. Gurau para murid sambil berdiri
“Selamat pagi..” Jawabnya.

Pelajaran berjalan seperti biasanya dan seperti biasanya juga aku kurang konsentrasi dengan mata pelajaran itu, lagi-lagi mimpi itu mengerogoti pikiranku. Mimpi yang sangat misterius, mimpi yang sulit untukku lupakan, hingga loncong pun berdering tanda berakhirnya les hari itu. Aku terburu-buru merapikan prabotku dan menaruhnya dalam tas.

“Velly.. Tunggu.” Teriakku,
“Iya.. Kenapa kamu teriak-teriak. Aku tidak ninggalin kamu kok”. Godanya sambil tertawa kecil.
“Vel.. Kamu jalan dengan Lodi ya..” Gerutuku sambil mengaruk-garuk kepala untuk menahan malu.
“Tidak.. Aku mau jalan dengan kamu.” Jawabnya dengan suara datar.
“Kok gitu?” 
“Iya.. Memangnya kenapa. Salah.??” 
“Tidak. Diakan pacar kamu.”
“Memangnya salah kalau saya jalan dengan sahabatku yang calon Imam.” Godanya sambil tertawa.
“Apabila mendengar dari gaya bicaranya, ada yang beda, ada yang baru dari hari sebelumnya” Gumanku dalam hati. 
Akan tetapi, kami tidak menyadari bahwa perbincangan yang begitu intens telah menghantar  kami untuk sampai di depan rumahnya yang setengah dari istana.
“Cello.. Baik sudah e.” Salamnya sambil melambaikan tangan.
“Ok.. Sampai ketemu besok”. Jawabku sembari melemparkan senyum termanis.

Keesokan hari, tepatnya hari sabtu tanggal 09 April hari ulang tahunya. Malam itu adalah malam spesial baginya, aku enggan untuk pergi takut hati tergores ketika melihat dia bersanding dengan Lody yang nota bene adalah pacarnya sejak kelas dua. “Bagi saya Lody-lah yang pantas untuk dia karena orang-nya yang ganteng dan juga dari keluarga berada. Dan mereka sepadan. Dengan terpaksa aku mengurungi rasa itu demi persahabatan kami lalu sejenak aku istirahat untuk menulis sepucuk surat sebagai kado terindahku.

Dear: Enu Velly
Selamat malam mahkluk dari surga. Saya mau mengatakan selamat hari ulang tahun untukmu nona. Semoga di tahunmu yang bertambah ini engkau tetap menjadi orang yang baik untuk keluarga, masyarakat, dan tetap menjadi yang terbaik untukku sahabatmu dan juga tetap menjadi motivatorku yang baik. Semoga Tuhan selalu memberkati segala usaha dan karya tanganmu di tahun yang akan datang.

Enu, sejujurnya aku tidak tahu harus bagaimana aku mengawali kata-kataku. Berat bagiku untuk mengeluarkan kalimat ini, dan aku tahu aku salah karena tidak memberitahumu dari awal dan juga aku mau minta maaf  yang sebesar-besarnya bila di hari spesialmu ini aku mengungkapkan perasaanku yang sejujurnya yang mungkin tidak berarti bagimu. “I LOVE YOU VELLY”. Mungkin kalimat ini pas untuk melukiskan perasaanku padamu. 

Akan tetapi, di tempat kita engkau pernah berjanji untuk saling mendukung cita-cita kita masing-masing. Enu, aku sangat berterima kasih atas motivasimu yang menyemangati aku untuk tetap mengikuti Dia, hingga kemarin malam Dia datang dalam mimpiku untuk mempertanyakan jawabanku dan aku sudah menjawabnya dengan menerima surat lulus kemarin. Enu, sekali lagi terima kasih.
Happy brithday, God bless you enu.
From: Cello

Ketika sampai aku di rumahnya, suasana kebahagiaan mulai tercium jelas diperasaanku. Kebahagiaan dan keramaian menggambarkan sukacita di wajah mereka. Sepintas kemudian aku menuju tempatnya untuk mengucapkan salam kepadanya yang tengah berdiri laksana pohon muda dengan gaun yang berwarna putih kilauan sambil menatap tajam layar ponselnya, tapi aku tahu dia kwuatir kalau aku tidak datang karena hampir ratusan sms-nya yang masuk di ponselku yang dengan sengaja aku tidak membalas.

“Hai.. Selamat malam.” Salamku sambil menyodorkan tangan kanan.
Serentak dia menoleh sambil pasang muka serem.
“Kenapa kamu terlambat.” Jawabnya dengan suara yang agak keras.
“Kamu tidak usah datang sekalian kalau hanya datang untuk makan” Lanjutnya sambil mengusap air matanya. Aku diam.

“Aku minta maaf. Tadi aku sempat ke toko sedikit, dan juga ban motorku pecah”. jawabku.
Selama beberapa menit diam menjadi penguasa antara kami. Keheningan hatiku kembali mencuat untuk tetap menjadi manusia penguasa batin.

“Kamu masih marah ya sama aku. Kalau kau masih marah lebih baik aku pulang” gerutuku dengan suara yang datar. 
Sekilas kutatap wajahnya, air yang tadi menggenangi matanya kini mulai hilang. Senyum kembali ia simpulkan di pipinya hingga kurasa mungkin inilah puncak dari karya Tuhan Yang Maha Agung.

“Tidak.. Aku tidak marah kok. Aku hanya kesal kalau kamu tidak jadi datang”. jawabnya sambil melemparkan senyum kepada sang pangeran.
“Ok-lah.. Selamat Ulang Tahun e.. Semoga Tuhan selalu menyertai segala karya tangan dan niat baikmu”
“Oh.. Iya. Terima kasih say.” suaranya berhenti sambil menutup mulut.
 “Vel.. Aku mau ngasiin sesuatu sama kamu. Maaf ya aku tidak bisa ngasiin kado untuk kamu, lain kali saja e.” Sambil menyodorkan sepucuk surat untuknya. 
“Dan tolong kamu jangan baca dulu sebelum aku pulang dan sekaligus aku juga mau pamit karena ada sesuatu yang harus aku kerjakan di kost.”
“Oh..Iya. Terima kasih.. Sampai jumpa besok.” Ucapnya dengan melambaikan tangan.
“Ok.. Daaa...”

Seminggu setelah kejadian itu aku tidak mengetahui dia ke mana. Kata temannya dia berada di rumah tantanya karena sakit. Berkali-kali aku menghubungi, namun jawaban tetap sama. “Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada diluar jangkauan. Cobalah beberapa saat lagi”. 

Kegelisahan mulai bertunas. Kekwatiran kembali meciut luka lama. Jangan-jangan karena surat yang aku kasih. Hari-hari ku lalui terasa berbeda. serasa ada yang hilang. Sang penyemangat  hilang dari tatapanku. Tetapi, pada hari sabtu minggu terakhir bulan itu dia mengirim sebuah pesan untukku.
 
Dear: Nana Cello.
Nana, selamat pagi. Nana aku minta maaf, sebenarnya hari itu aku tidak marah. aku mau kau datang lebih awal karena aku mau kau yang menjadi orang spesial dihari kebahagiaanku dan sengaja aku katakan waktu itu di tempat kita kalau aku cari orang spesial dan berharap kamu mau. tapi, kau tidak pernah mengerti. 

Nana, Sejujurnya aku juga sayang sama kamu “I LOVE YOU TOO CELLO”. Dan sebetulnya aku tidak mau kau jadi Imam. Semua motivasiku selama ini hanya untuk membuatmu bahagia karena aku tidak mau mengecewakanmu. Aku cemburu kau milik-Nya dan tolong sampaikan salam cemburuku itu untuk Dia ketika engkau sudah sampai. 

Tapi, tak apalah, aku rela. Kebahagiaanmu adalah kebahagiaanku dan juga aku minta maaf atas sikapku selama ini yang menghilang begitu saja karena sebenarnya aku tidak sanggup untuk membaca surat itu dan untuk itu aku menenangkan diri. Tapi, sekarang aku mempunyai alasan tersendiri untuk mendukungmu.
Good luck nana ganteng, God bless you.

Ketika membaca surat itu hati serasa terbebas dari beratnya beban. Berpikir perlajanan menjadi ringan. Pesannya itu menjadi pesan terakhir yang pernah aku terima hingga beberapa tahun aku tidak bertemu dengannya lagi. Namun, hari sabtu 10 Maret 2015, aku mengunjungi tempat kami yang terakhir kalinya untuk membawa sebuah undangan sembari berharap dia datang apabila dia masih ingat tempat kami.

“Cello.. Tunggu.” Teriaknya histeris
Namun, langkah kaki tidak dapat di bendungi lagi oleh beratnya perasaan, keyakinan menjadi teguh katika dia datang ke tempat kami untuk menjemput suratku.

11 Maret 2025 dia datang dengan wajah yang tidak beda jauh seperti dulu untuk mengikuti acara misa perdanaku dan dengan kekasih dan buah hatinya. “Tuhan, terima kasih karena Engkau telah menggerakkan hatinya untuk menjemput undanganku kemarin dan terima kasih juga untuk cerita putIh abu-abuku bersamanya”. Gumanku dalam hati.

*Enu: Panggilan kesayangan untuk perempuan Manggarai, Flores
*Nana: Panggilan kesayangan untuk laki-laki Manggarai, Flores

Oleh: Arfey Silfester
San Camillo, 11 Maret 2016

COMMENTS

PUISI$type=carousel$sn=0$cols=3$va=0$count=5

POJOK REDAKSI$type=grid$count=3$m=0$sn=0$rm=0

Name

Artikel,140,Bali,116,Bedah Buku,1,Ben Senang Galus,1,Bencana Alam,1,Berita,157,Bhineka,2,BNI,1,Bola,2,bom,1,Bom Bunuh Diri,4,Borong,3,BPJS,1,Budaya,41,Bung Karno,1,Bunuh Diri,3,Bupati Mabar,1,Camilian,1,Cerpen,180,Chelsea Islan,1,Chiristian Rotok,1,Daerah,568,Daerah. Riau,1,Dana Desa,1,Dari Kami,3,Demokrasi,22,Denpasar,18,Desa,2,Destinasi,1,Diaspora,2,Dilan,4,Donny Isman,1,DPR RI,4,E-KTP,4,Editorial,36,Ekonomi,6,Ekspresi,1,Ende,6,Entrepreneur,1,Feature,36,festival Komodo,2,Film,7,Filsafat,2,Fitur,1,Flobamora Cup,1,Flores,11,Focus Discussion,4,FPI,1,Gantung diri,2,Gaya,1,gaya hidup,8,Gedged,1,Gempa,6,Gereja,3,Gereja Katolik,3,Gerindra,1,GMKI,1,GMNI,3,Golkar,1,Gusti Dulla,1,HAM,1,Hand Phone,1,Hari Buruh,2,hari buruh internasional,1,Hari Perempuan Internasional,1,Hiburan,26,HMPCK,1,Hoax,2,hukum,60,Human Trafficking,4,IBT Expo,1,Idul Fitri,1,IJM,1,IKEMAS CUP,7,Imlek,1,Indonesia,1,Indonesian Idol,8,Inspirasi,15,Internasional,16,Internet,2,Investasi,1,Iriana Jokowi,1,Ivan Nestorman,1,IYC Jatim,1,Jabar,1,JAD,1,Jakarta,5,Jatim,3,Jawa Tengah,1,Jawa Timur,1,JK,1,Jogyakarta,2,Jokowi,18,JRUK Sumba,2,jurnal Terbaru,1,jurnalistik,3,Kalimantan,5,Kampanye,2,Kampus,3,Kapolri,1,Kar. Ilmiah,4,Karanganyar,1,Karya Sastra,274,KDRT,1,Keagamaan,7,kebakaran,4,Kebangsaan,1,kebudayaan,2,kecelakaan,2,Kecelakaan Lalu Lintas,2,Kediri,2,Kejadian. Jakarta,1,kejahatan,2,Kemahasiswaan,2,Kemanusiaan,62,kemenkominfo,1,Kemiskinan,2,kepala daerah,1,Kepemuaan,5,Kepemudaan,156,kepemudan,8,kerohanian,2,Kesehatan,8,Ketahanan Nasional,1,KNPI,2,Komodo,9,Komunikasi,1,Komunitas,5,Koperasi,1,Korban,1,Korupsi,61,KPK,12,KPU,1,Kreatif,1,Kriminal,51,Kritik Sastra,4,Kupang,24,Labuan Bajo,51,Lakalantas,9,Larantuka,1,Lembata,2,Lifestyle,6,Lingkungan Hidup,15,Literasi,14,lombok,1,LP Cipinang,1,Luar Negeri,5,Mahasiswa,42,Makanan Khas,1,Makasar,6,Makassar,4,Malang,3,Manggarai,112,Manggarai Barat,20,Manggarai Timur,24,Marianus Sae,1,Marion Jola,3,Masalah Rokok,1,Masyarakat,1,Mataram,2,Maumere,7,Media,2,Media Sosial,3,Medsos,2,Mendikbud,3,Menkominfo,1,Milenials,59,Motang Rua,1,Muda Petani,1,musik,1,Narkoba,8,Nasional,286,Natal,19,Ngada,7,Novanto,2,Novel,16,NTT,233,Nyepi,2,Olahraga,11,Opini,411,Orang Muda,15,Otomotif,1,OTT,2,Papua,15,Pariwisata,26,Partai Politik,25,Pasangan,18,Paskah,2,pelajar,2,Pembangunan,5,pemerkosaan,1,Pemilu,17,Pemuda,3,Pencurian,2,Pendidikan,89,Penerbangan,4,penyanyi,1,Peradi,1,peradilan,1,Perdamaian,1,Perempuan,20,Perindo,1,Peristiwa,1105,Peritiwa,2,Pers,3,Perzinahan,1,Petani,1,Piala Dunia,1,Piala Oscar,1,pileg 2019,1,Pilgub,41,Pilkada,102,Pilpres 2019,23,PKRI,1,PKS,1,PMII,1,PMKRI,22,PMKRI Bogor,1,Pmkri Jogja,1,Poco Ranaka,1,Pojok Redaksi,36,Polisi,25,politik,90,Politikus,7,POLRI,5,PP PMKRI,1,Pristiwa,31,Prosa,1,PSK,1,Puisi,86,Puteri Indonesia,2,Radikalisme,1,Ratna Sarumpaet,4,Refleksi,15,reformasi,1,Regional,6,Religi,2,Remaja,1,Rensi Ambang,1,Riau,1,Ricuh,1,Rindu,1,Risma,1,Rizieq Shihab,7,Rote Ndao,1,Ruteng,26,RUU,1,Sabu,1,Sail Komodo,1,Sajak,9,Sam Aliano,1,Sastra,3,Sejarah,2,Sekilas Info,23,seleb,1,Selebritas,18,Sidoarjo,1,situs pornografi,1,Somasi,1,Sosial,3,Sosial Politik,1,Sosok,20,Sospol,40,Start Up,1,Suara Muda,61,Sumba,8,Surabaya,36,Tahun Baru,9,Tahun Baru. Remigius Nahal,1,Tarakan,1,Tata Kota,1,Teknologi,11,Tentang Mereka,45,Tenun Manggarai,1,Terorisme,16,Terorismes,4,TKI,4,TNI,1,TNK,1,Togar Situmorang,7,Tokoh,18,Tol Laut,1,Toleransi,2,Tour Jurnalistik,1,traveling,10,UNITRI-Malang,1,Unwira,1,UU MD3,7,Valentine,2,Viral,3,Wisata,5,Wisuda,1,WNA,1,Yulius Benyamin Seran,1,
ltr
item
MARJINNEWS.COM: “MIMPI DI UJUNG PERASAAN”
“MIMPI DI UJUNG PERASAAN”
https://2.bp.blogspot.com/-yYOXwxIq524/We_ueTZVJDI/AAAAAAAABuI/vEpia1jSTgQkRUwNhryGzff4CdOEUNabwCLcBGAs/s320/Alfrey%2BSilfester%2Bmarjin%2Bnews.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-yYOXwxIq524/We_ueTZVJDI/AAAAAAAABuI/vEpia1jSTgQkRUwNhryGzff4CdOEUNabwCLcBGAs/s72-c/Alfrey%2BSilfester%2Bmarjin%2Bnews.jpg
MARJINNEWS.COM
http://www.marjinnews.com/2017/10/mimpi-di-ujung-perasaan.html
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/2017/10/mimpi-di-ujung-perasaan.html
true
971126874416220402
UTF-8
POSTINGAN LAIN Not found any posts LAINNYA Selengkapnya Reply Cancel reply Delete Oleh Home PAGES Kiriman Baca Semua Rekomendasi untuk Anda LABEL ARCHIVE CARI Semua Kiriman Tidak Ditemukan Apa yang Anda Cari Back Home Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 Jam yang lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Pengikut Ikuti THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy
close