Mentalitas Kepemimpinan Gereja Gaya Google dan Dampak Terhadap Kehidupan Real

Manusia yang merupakan makhluk yang berakal budi, tidak segan-segan untuk menggunakan akal budi sebagai pemenuh kebutuhan yang sempurna (Foto: Istimewa)
Di tengah-tengah perjalanan hidup di dunia ini yang tidak jarang muncul saat-saat kritis, saat yang menentukan arah zamannya. Zaman yang semakin hari semakin berubah menuntut manusia untuk terpengaruh dalam perubahan itu. Dalam perkembangan teknologi yang begitu pesat, manusia memanfaatkan perubahan itu dengan berbagai aspek. Manusia bukan lagi menjadi tuan atas teknologi melainkan teknologilah yang menjadi tuan atas manusia. Dengan hadirnya situs yang diberi nama Google, manusia memanfaatkan atau memperlakukan Google sebagai bagian dalam hidup. 

Hidup dalam dunia maya merupakan suatu pelarian yang sempurna untuk menghilangkan rasa pekat terhadap dunia real. Google merupakan bank data atau sebagai supermarket raksasa, karena tersedia berbagai macam keinginan yang dicari oleh para pengguna. Dengan ketersediaan yang lengkap ini, manusia meninggalkan dunia real dan menggantikan dunia real dengan dunia maya. Kepemimpinan merupakan proses atau rangkaian kegiatan yang saling berhubungan satu dengan yang lain. 

Rangkaian itu berisi kegiatan menggerakkan, membimbing dan mengarahkan serta mengawasi orang lain dalam melakukan sesuatu baik perseorangan maupun bersama-sama. Dalam tulisan ini penulis mencoba membahas tentang mentalitas kepemimpinan gereja gaya google dan dampak terhadap realitas. Penulis mencoba melihat mental seseorang yang diaplikasika dalam dunia maya serta dampaknya terhadap kehidupan real.
Dinamika Kepemimpinan
Pada zaman modern Ini, banyak yang berpendapat dengan mengatakan bahwa kepemimpinan atau cara kepemimpinan merupakan seni. Kepemimpinan sebagai seni menempatkan bakat sebagai faktor yang penting dan berpengaruh besar terhadap kemampuan mewujudkannya. Bakat kepemimpinan sebagaimana bakat yang lain dimiliki oleh setiap orang, namun berbeda kualitas dan kuantitasnya antara yang satu dengan yang lainnya. Dengan ini berarti kepemimpinan akan berlangsung efektie dan efesien di tangan orang-orang yang kuantitas bakatnya besar dan kualitasnya tinggi. Kepemimpinan manusia dapat menemukan caranya sendiri untuk memperoleh kebahagiaan. Teknologi yang canggih menuntut manusia untuk mengambil bagian dalam perkembangannya sebagai konsumen. Keberadaan teknologi yang canggih ini, manusia melihat bahwa cara memimpin dalam dunia maya begitu bebas.
Manusia yang merupakan makhluk yang berakal budi, tidak segan-segan untuk menggunakan akal budi sebagai pemenuh kebutuhan yang sempurna. Manusia yang rentang menemukan kebahagiaan dalam dunia real mengalihkan kehidupannya dan terjun dalam dunia maya. Dinamika kepemimpinan inilah yang menjadikan manuisa sebagai makhluk yang berakal budi. Manusia dapat menemukan kebahagiaan tersendiri dengan memanfaatkan akal budi yang dianugerahkan oleh Tuhan. 

Tuhan memberikan kebebasan kepada manusia untuk melakukan kehendak-Nya dan manusia sebagai makhluk ciptaan senantiasa menjalankan apa yang menjadi tugas dan tanggunjawab. Dalam tugas tersebut manusia dapat menciptakan teknologi yang canggih. Manusia dengan terciptanya teknologi yang canggih, jatidiri seseorang perlahan menghilang. Jatidiri dalam dunia real tidak lagi ditemukan dalam dunia maya. Dengan seni inilah manusia melihat bahwa teknologi adalah segalanya dan tanpa menyadari akan perkembangannya, manusia dijadikan hamba dari teknologi tersebut.

Kepemimpinan Gereja Gaya Google
Kita menyadari bahwa perkembangan teknologi dapat membentuk suatu “ruang maya” hidup baru, yang mana manusia menghabiskan waktu berjam-jam didepan komputer dan menjadikan komputer sebagai Gereja maya. Ruang hidup itu dibangun oleh pribadi-pribadi yang sebenarnya tidak saling mengenal dalam artian perbedaan sosial, bahasa, geografis, namun karena perjumpaan mereka di dunia maya membuat mereka saling mengenal. Perlahan kepribadian  atau jatidiri seseorang akan dipertanyakan, siapakah aku sesungguhnya. Pertanyaan ini menunjuk pada peran ganda antara kehidupan dunia maya dan real.

Google merupakan Katedral konsumerisme yang mana para pengguna dalam pencarian dan pengenalan wajah Allah sangatlah mudah. Google menyediakan semua kebutuhan bagi para pengguna. Dalam google, manusia dihadapkan pada pilihan yang bebas. Kebebasa ini terbentuk karena adanya tawaran dalam google. Cara memimpin gereja gaya google tentunya berbeda dengan dunia real. Kebenaran dalam dunia maya patutlah dipertanyakan. Dunia maya menciptakan semua pilihan yang sesuai dengan kebutuhan manusia sebagai pengguna. 

Kepemimpinan Gereja gaya goggle terbentuk oleh kelompok-kelompok yang menjadi candu terhadap teknologi. Kelompok ini memiliki kekompakan yang berasas pada dunia maya. Mereka memiliki kekompakan yang tinggi dan kerja rendah. Gaya kepemimpinan ini berusaha menjaga hubungan baik, keakraban dan kekompakan-kekompakan, tetapi kurang memperhatikan unsur tercapainya tujuan kelompok atau penyelesaian tugas bersama. Inilah gaya kepemipinan dalam perkumpulan sosial dunia maya. Gereja dalam dunia maya memperlihatkan kedudukannya berdasarkan tanggapan dari para pecandu teknologi. Gereja gaya google memberikan kebebasab seluas-luasnya bagi umatnya untuk bertindak. Peraturan dalam gereja google tidak diperlihatkan. Gereja google ada jika seseorang sedang aktif dan kedudukan ini bersifat temporer.

Cara Mempengaruhi Kelompok (Umat) Dalam Gereja Gaya Google
Kepemimpinan merupakan proses untuk mempengaruhi orang atau kelompok orang yang dipimpin. Sehubungan dengan proses mencari umat dalam gereja maya, google mempersembahkan semua kebutuhan para pengguna. Google dengan caranya dapat mempengaruhi sekelompok orang untuk menjadi umat dalam gereja maya. Umat dalam gereja maya menjalankan ibadatnya sesuka hati, artinya ketika seseorang masuk dalam google ia dengan sendirinya hadir dalam ibadat tersebut.

Dengan kenyataan ini goggle dapat menarik umat untuk bergabung dalam gereja maya. Cara memimpin gereja google juga disesuaikan dengan kebutuhan dari umat tersebut. Dan dalam mempengaruhi kelompok, google memberikan kebebasan kepada kelompok untuk bergabung dan memberikan kuasa. Google menyediakan tempat yang bebas bagi siapa saja yang yang ingin bergabung. Orang yang bergabung dan menjadikan diri sebagai umat dalam gereja maya tidak membutuhkan banyak persyaratan. Persyaratan bukan menjadi satu tuntutan melainkan keinginan dari seseoranglah yang menjadi kunci dasar dalam menjadi umat gereja goggle dan google juga menyediakan kebebasan bagi umatnya. Kebebasan ini yang menjadikan umat dalam Gereja google tertarik dan senantiasa meninggalkan dunia real. Dengan kedua kenyataan ini google dapat menarik peminat dengan mudah.

Gereja Gaya Google dan Dampak Terhadap Kehidupan Real
Gereja berasal dari bahasa Yunanim ekklesia yang berarti dipanggil keluar (ek= keluar; klesia dari kata kaleo= memanggil). Pengertian Gereja ini sejatinya menjadi suatu pegangan dari umat dalam dunia real. Gereja menempatkan posisi paling utama dalam pembentukan iman. Gereja merupakan wajah Allah yang hadir di dunia. Keberadaan Gereja sekarang ini mengalami suatu krisis karena manusia dengan kepandaiannya menciptakan Gereja. Gereja dalam dunia real ada karena iman akan Allah dan Gereja dalam dunia maya terbentuk karena rasionalitas manusia yang mapan. 

Perkembangan teknologi yang kian memuncak dapat menyebabkan merosotnya kehidupan seseorang. Kehidupan real merupakan kehidupan nyata dimana manusia dengan kepribadiannya saling berinteraksi satu dengan yang lain. Gereja gaya google merupakan Gereja yang menjadi tren masa kini. Ketertarikan terhadap kemajuan ini dikarenakan karena adanya unsur intrinsik dari google sendiri. Banyak orang menjadi tertarik pada Gereja maya karena kelengkapan dalam persediaan prasarana. Kehadiran google menjadi suatu ketertarikan dalam menjalankan hidup sehari-hari di dunia maya yang sempurna. Google merupakan bank dari semua perlengkapan, artinya semua keinginan yang dicari akan ditemukan dalam google.

Kepemimpinan Gereja gaya google menampilkan suatu kebutuhan yang menuntut para pengikut untuk menentukan atau memilik apa yang diberikan oleh google. Google menyediakan semua yang di inginkan dan sebagai jawabannya google menampilkan apa yang di cari. Keberadaan google terhadap perkembangan gereja real menjadi semakin dikesampingkan. Fenomena ini diakibatkan karena Gereja real selalu mengekang keinginan setiap umatnya dan memberi batasan dalam bertindak. 

Kehadiran Gereja maya dalam dunia sekarang ini menjadi masalah besar terhadap gereja real. Orang-orang terus mencari ketenangan akan iman dalam dunia maya dengan kepartisipasiannya dalam pembentukan Gereja google atau iman instan. Menurut Paulus iman merupakan kepercayaan akan sejarah, yaitu tindakan-tindakan menyelamatkan Allah yang dikerjakan lewat hidup, sengsara dan kematian Yesus Kristus dari Nazaret (George Kirchberger: Ledalero). 

Dengan pengertian ini cukup jelas mengenai perbedaan iman dunia mata dan real. Alasan yang menjadi keterpihakan seseorang terhadap kepemimpinan Gereja maya yaitu karena dalam dunia maya seseorang terbentuk dengan kepribadiannya dan bantuan dari orang lain sangat minim. Dengan hal ini seseorang terhindar dari suatu situasi yang mengekang kebebasan. Sikap inilah yang menjadi tanggungjawab besar dari Gereja real, karena seseorang bisa saja mengaplikasikanya dalam dunia real.

Penutup
Kehadiran google dalam kehidupan merupakan suatu perubahan atas jatidiri seseorang. Perkembangan teknologi zaman ini menuntut manusia sebagai pengguna untuk ikut berpartisipasi dalam dinamikan pesatnya kemajuan teknologi. Dalam kepemimpinan Gereja gaya google, Gereja real mendapatkan suatu tantangan yang besar terhadap berkembangnya teknologi.

Dunia maya merupakan dunia hayalan yang cara kepemimpinannya patutlah dipertanya. Dunia maya juga dalam kepemimpinan Gereja gaya google tidak sebanding dengan Gereja real. Allah hadir di dunia dengan menampakkan wajahNya dalam Gereja real dan bukan Gereja maya yang adalah ciptaan manusia sendiri. Oleh karena itu carilah Allah dalam Gereja real dan teknologi bukan lagi tuan atas manusia melainkan manusia yang menjadi tuan atas teknologi.

Oleh: Ogha Galung
Tinggal di Camillians-Gere-Maumere
Alumni penghuni asrama Arnoldus, L. Bajo, 2013

COMMENTS

Name

Artikel,140,Bali,108,Bedah Buku,1,Ben Senang Galus,1,Bencana Alam,1,Berita,142,Bhineka,2,BNI,1,Bola,2,bom,1,Bom Bunuh Diri,4,Borong,3,BPJS,1,Budaya,41,Bung Karno,1,Bunuh Diri,3,Bupati Mabar,1,Camilian,1,Cerpen,174,Chelsea Islan,1,Chiristian Rotok,1,Daerah,529,Daerah. Riau,1,Dana Desa,1,Dari Kami,2,Demokrasi,22,Denpasar,18,Desa,2,Destinasi,1,Diaspora,2,Dilan,4,Donny Isman,1,DPR RI,4,E-KTP,4,Editorial,34,Ekonomi,5,Ekspresi,1,Ende,6,Entrepreneur,1,Feature,36,festival Komodo,2,Film,7,Filsafat,2,Fitur,1,Flobamora Cup,1,Flores,11,Focus Discussion,4,FPI,1,Gantung diri,2,Gaya,1,gaya hidup,4,Gedged,1,Gempa,6,Gereja,3,Gereja Katolik,3,Gerindra,1,GMKI,1,GMNI,3,Golkar,1,Gusti Dulla,1,HAM,1,Hand Phone,1,Hari Buruh,2,hari buruh internasional,1,Hari Perempuan Internasional,1,Hiburan,25,HMPCK,1,Hoax,2,hukum,59,Human Trafficking,4,IBT Expo,1,Idul Fitri,1,IJM,1,IKEMAS CUP,7,Imlek,1,Indonesia,1,Indonesian Idol,8,Inspirasi,13,Internasional,16,Internet,2,Investasi,1,Iriana Jokowi,1,Ivan Nestorman,1,IYC Jatim,1,Jabar,1,JAD,1,Jakarta,5,Jatim,3,Jawa Tengah,1,Jawa Timur,1,JK,1,Jogyakarta,2,Jokowi,18,JRUK Sumba,2,jurnal Terbaru,1,jurnalistik,3,Kalimantan,5,Kampanye,2,Kampus,3,Kapolri,1,Kar. Ilmiah,4,Karanganyar,1,Karya Sastra,272,KDRT,1,Keagamaan,7,kebakaran,4,Kebangsaan,1,kebudayaan,2,kecelakaan,2,Kecelakaan Lalu Lintas,2,Kediri,2,Kejadian. Jakarta,1,kejahatan,2,Kemahasiswaan,2,Kemanusiaan,62,kemenkominfo,1,Kemiskinan,2,kepala daerah,1,Kepemuaan,5,Kepemudaan,154,kepemudan,8,kerohanian,2,Kesehatan,8,Ketahanan Nasional,1,KNPI,2,Komodo,9,Komunikasi,1,Komunitas,5,Koperasi,1,Korban,1,Korupsi,60,KPK,12,KPU,1,Kreatif,1,Kriminal,51,Kritik Sastra,4,Kupang,24,Labuan Bajo,51,Lakalantas,9,Larantuka,1,Lembata,2,Lifestyle,6,Lingkungan Hidup,15,Literasi,14,lombok,1,LP Cipinang,1,Luar Negeri,4,Mahasiswa,41,Makanan Khas,1,Makasar,6,Makassar,4,Malang,3,Manggarai,112,Manggarai Barat,20,Manggarai Timur,24,Marianus Sae,1,Marion Jola,3,Masalah Rokok,1,Masyarakat,1,Mataram,2,Maumere,7,Media,2,Media Sosial,3,Medsos,2,Mendikbud,3,Menkominfo,1,Milenials,51,Motang Rua,1,Muda Petani,1,musik,1,Narkoba,8,Nasional,275,Natal,19,Ngada,7,Novanto,2,Novel,16,NTT,199,Nyepi,2,Olahraga,11,Opini,400,Orang Muda,15,Otomotif,1,OTT,2,Papua,15,Pariwisata,26,Partai Politik,25,Pasangan,15,Paskah,2,pelajar,2,Pembangunan,5,pemerkosaan,1,Pemilu,17,Pemuda,3,Pencurian,2,Pendidikan,89,Penerbangan,4,penyanyi,1,Peradi,1,Perdamaian,1,Perempuan,20,Perindo,1,Peristiwa,1021,Peritiwa,2,Pers,3,Perzinahan,1,Petani,1,Piala Dunia,1,Piala Oscar,1,pileg 2019,1,Pilgub,41,Pilkada,102,Pilpres 2019,23,PKRI,1,PKS,1,PMII,1,PMKRI,22,PMKRI Bogor,1,Pmkri Jogja,1,Poco Ranaka,1,Pojok Redaksi,34,Polisi,25,politik,89,Politikus,6,POLRI,5,PP PMKRI,1,Pristiwa,31,Prosa,1,PSK,1,Puisi,84,Puteri Indonesia,2,Radikalisme,1,Ratna Sarumpaet,4,Refleksi,15,reformasi,1,Regional,6,Religi,2,Remaja,1,Rensi Ambang,1,Riau,1,Ricuh,1,Rindu,1,Risma,1,Rizieq Shihab,7,Rote Ndao,1,Ruteng,26,RUU,1,Sabu,1,Sail Komodo,1,Sajak,9,Sam Aliano,1,Sastra,3,Sejarah,2,Sekilas Info,23,seleb,1,Selebritas,18,Sidoarjo,1,situs pornografi,1,Somasi,1,Sosial,3,Sosial Politik,1,Sosok,18,Sospol,39,Start Up,1,Suara Muda,43,Sumba,8,Surabaya,36,Tahun Baru,9,Tahun Baru. Remigius Nahal,1,Tarakan,1,Tata Kota,1,Teknologi,11,Tentang Mereka,43,Tenun Manggarai,1,Terorisme,16,Terorismes,4,TKI,4,TNI,1,TNK,1,Togar Situmorang,5,Tokoh,17,Tol Laut,1,Toleransi,2,Tour Jurnalistik,1,traveling,9,UNITRI-Malang,1,Unwira,1,UU MD3,7,Valentine,2,Viral,3,Wisata,4,Wisuda,1,WNA,1,
ltr
item
Muda Membaca Dunia: Mentalitas Kepemimpinan Gereja Gaya Google dan Dampak Terhadap Kehidupan Real
Mentalitas Kepemimpinan Gereja Gaya Google dan Dampak Terhadap Kehidupan Real
https://3.bp.blogspot.com/-VA-IeGFKhb8/WfX3yM0unxI/AAAAAAAABxU/Ixrju6cTyDkfaCmOR149SNbZOgJhJ-r6QCLcBGAs/s320/Ogha%2BGalung%2Bmarjin.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-VA-IeGFKhb8/WfX3yM0unxI/AAAAAAAABxU/Ixrju6cTyDkfaCmOR149SNbZOgJhJ-r6QCLcBGAs/s72-c/Ogha%2BGalung%2Bmarjin.jpg
Muda Membaca Dunia
http://www.marjinnews.com/2017/10/mentalitas-kepemimpinan-gereja-gaya.html
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/2017/10/mentalitas-kepemimpinan-gereja-gaya.html
true
971126874416220402
UTF-8
POSTINGAN LAIN Not found any posts LAINNYA Selengkapnya Reply Cancel reply Delete Oleh Home PAGES Kiriman Baca Semua Rekomendasi untuk Anda LABEL ARCHIVE CARI Semua Kiriman Tidak Ditemukan Apa yang Anda Cari Back Home Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 Jam yang lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Pengikut Ikuti THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy