Macang Pacar Mau Dibawa Kemana?
Cari Berita

Macang Pacar Mau Dibawa Kemana?

1 October 2017

Jadi dapat disimpulkan bahwa, indikator dari masalah diatas sebenarnya terletak pada masyarakat Macang Pacar sendiri, dalam hal ini masih kurang efektif dan efesien dalam  memanfaatkan sumberdaya yang ada (Foto: Dok. Pribadi)
Secara empirik, situasi ekonomi dibeberapa desa di Kecamatan Macang Pacar masih jauh dari angka kemakmuran. Itu terlihat dari pendapatan perkapita dan juga konsumsi rumah tangga yang masih kurang dari target kesejahteraan.
Ada pun ketimpangan ekonomi ini disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya masih minimnya pengetahuan (kognitif) dan juga keterampilan (psikomotorik) dari  masyarakat setempat dalam mengelola sumber-sumber daya yang ada. Sehingga pada akhirnya sumber-sumber ini hanya dibiarkan terbengkalai dan menjadi asset mati,  karena tidak dapat difungsikan sebagaimana mestinya.
Dalam konteks pertumbuhan ekonomi menurut Adam Smith (an inquiry into the nature), pertumbuhan ekonomi sebenarnya bertumpu pada pertambahan penduduk. Dengan asumsinya dengan adanya pertambahan penduduk maka dengan sendirinya pendapatan ditengah masyarakat itu juga akan bertambah.

Tapi dalam kehidupan kontekstual masyarakat di Kecamatan Macang Pacar sangat kontradiktif adanya dengan teori Adam Smith diatas. Karena yang terjadi dengan semakin bertambahnya penduduk, angka kemiskinan juga semakin meningkat. Jadi dapat disimpulkan bahwa, indikator dari masalah diatas sebenarnya terletak pada masyarakat Macang Pacar sendiri, dalam hal ini masih kurang efektif dan efesien dalam  memanfaatkan sumberdaya yang ada.

Fakta lain juga menyuguhkan tentang ketidak berdayaan desa dalam mengembangkan diri dan mensejahterahkan warganya adalah minimnya program-program yang berbasis pada peningkatan kualitas sumber daya manusia bagi masyarakat desa. disi lain agar warga desa diberikan pelatihan keahlian dalam bertani, budi daya ikan, sayur, dan juga buah-buahan. Dengan harapan hasil potensi desa tidak saja habis dikonsumsi rumah tangga keluarga (Swakarya), akan tetapi mampu menjadi alat untuk meningkatkan taraf hidup yang lebih baik (swasembada).

Dengan perspektif ekonomi, pemerintah desa diharapkan dapat menerapkan program-program pembangunan ekonomi desa yang berbasis pada optimalisasi sumber daya ekonomi dan potensi desa, serta memberikan peran yang sepenuhnya pada warga desa untuk  mengoptimalisasi potensi yang dimilikinya.

Maka untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi sebaiknya kita perlu merubah main shet dan cara kerja. Untuk itu pula saya coba menawarkan beberapa indikator dibawah ini:
1. Secara geografis keadaan tanah kita di Macang Pacar sangatlah subur (tanah alluvial dan gambut), sehingga tanaman apa saja bisa hidup. Selain itu terdapat lahan kosong yang melimpah luasnya. Apasalahnya jika ditanami oleh tanaman yang berdaya jual dan punya nilai ekonomi tinggi. Selain itu nanti hasilnya bisa dikonsumsi sendiri dan lebihnya bisa dijual dipasar.
2. Menjadi petani yang spesialis. Dalam artiannya, mulai focus pada pola tanaman yang menjadi kosenstrasi tani kita.
3. Mengikuti setiap ajang seminar pertanian
4. Semakin banyak mengirim tenaga pelajar kedunia pendidikan, sehingga kelak bisa melahirkan generasi yang cerdas dan memiliki keterampilan khusus disegala bidang
OLEH: GUIDO TISERA
Eks Penghuni Asrama Putra Arnoldus Jansen 13