Kilas Balik 1928, Ketika Pemuda Mengungkap Sumpah
Cari Berita

Kilas Balik 1928, Ketika Pemuda Mengungkap Sumpah

19 October 2017

Seandainya kakak masih hidup pasti kakak bisa menjawab pertanyaan ini, adikmu Tanya karena sangat prihatin dengan keadaan yang dialami anak muda sekarang kak (Foto: Istimewa)
Sumpah pemuda tahun 1928 memang menyadarkan kita mengapa Indonesia tidak menjadi negara serikat. Negara serikat memelihara keragaman dan menyatukan keragaman tersebut dalam suatu ikatan formal. Namun para pendahulu menginginkan Negara Indonesia merupakan negara yang satu, negara yang meskipun terdiri dari berbagai suku bangsa namun melebur menjadi satu yaitu bangsa Indonesia, yang memiliki tanah tumpah darah yang satu dan berbahasa yang satu bahasa Indonesia.

Sumpah pemuda kini hanyalah sebuah peristiwa yang diwariskan dalam lembaran bacaan anak bangsa yang masih berseragam merah putih, putih biru dan putih abu. Betapa sedih hati pemuda yang dengan semangatnya pada tahun 1928 menyatukan tekat dengan mengangkat sumpah demi bangsa yang satu yakni bangsa Indonesia, kata mereka zaman itu. 

Ketika kita melihat semangat pemuda saat itu sangatlah istimewa dengan meyatukan semangat mereka demi negara tercinta ini, yakni dalam sumpah mereka yang mengatakan “KAMI PUTRA-PUTRI INDONESIA MENGAKU BERTUMPAH DARAH  YANG SATU, TANAH AIR INDONESIA; KAMI PUTRA–PUTRI INDONESIA MENGAKU BERBANGSA YANG SATU, BANGSA INDONESIA; KAMI PUTRA-PUTRI INDONESIA MENJUJUNG BAHASA PERSATUAN, BAHASA INDONESIA”

Melihat sumpah ini kita sebagai warga negara dalam hati pasti berpikir bahwa anak muda yang hidup di zaman itu sangatlah solid sampai mereka menunjukkan kesolidan mereka dengan niat dan semangat yang sama dan mereka menyatukan semua niat dan semangat yang sama itu dalam sumpah yang kita kenal sampai saat ini yakni SUMPAH PEMUDA, ataukah semua ini hanyalah SUMPAH PALSU mereka untuk  menipu diri dan menipu kita semua bahwa mereka memiliki niat dan semangat yang sama untuk menciptakan Negara Indonesia yang bersatu pada saat itu?

Sekarang yang terjadi, kita hanya mengenang kembali tanpa memaknai  peristiwa yang dilakoni oleh pemuda pada tahun 1928 atau bisa disebut oleh kakak kita yang sangat istimewa yang hidup di 89 tahun yang silam, sehingga peristiwa ini menimbulkan suatu pertanyaan bagi pemuda jaman sekarang, ketika memaksakan diri untuk mengandaikan seolah-olah kita hidup di 89 tahun yang tersebut. 

Pertanyaan itu muncul ketika kita  melihat kembali sumpah kakak kita pada tahun 1928, sehingga muncullah pertanyaan seperti ini “Kakak kami mau tanya apakah peristiwa yang kakak lakoni pada tahun 1928 itu benar terjadi bahwa pemuda saat itu di seluruh tanah air ini bersatu ataukah kakak menipu diri kakak sendiri dan menipu kami sebagai penerus bangsa ini?"

Seandainya kakak masih hidup pasti kakak bisa menjawab pertanyaan ini, adikmu Tanya karena sangat prihatin dengan keadaan yang dialami anak muda sekarang kak, karena apa yang menjadi sumpah kakak pada tahun 1928 sekarang tidak diperhatikan lagi dalam kehidupan berbangsa saat ini. 

BERTUMPAH DARAH  YANG SATU, TANAH AIR INDONESIA.
Kakak apa itu tanah air..? karena saat ini kami adikmu sebagai pemuda penerus bangsa sangatlah susah mengartikan ini kak, kami hanya kebetulan ibu melahirkan kami di negara tercinta ini apalagi yang namanya bertumpah darah demi memperjuangkan keselamatan bangsa tercinta ini dari serangan yang mengancam keberlangsungan bangsa ini baik itu serangan dari luar maupun serangan dari dalam yang dilakoni oleh oknum yang mengklaim dirinya sebagai bangsawan, sehingga korupsi, kolusi dan nepotisme tumbuh meraja lela di negara ini kak. Apakah kami tidak sadar bahwa ini adalah virus berbahaya yang mengancam kesatuan tanah air ini.

BERBANGSA YANG SATU, BANGSA INDONESIA
Hehe…. Ini lagi kak apa yang dimaksudkan dengan ini ketika ada keistimewahan untuk daerah-daerah tertentu dibandingkan dengan daerah lain dalam segalah hal di negara ini yang bilangnya berbangsa yang satu bangsa Indonesia. Ataukah dulu ada pengelompokkan daerah-daerah mana yang perlu diistimewahkan dan daerah mana yang tidak diistimewahkan, tetapi ketika terjadinya hal ini apalah artinya berbangsa satu bangsa Indonesia.

MENJUJUNG BAHASA PERSATUAN, BAHASA INDONESIA, sekarang kami lebih bingung kak…!!!! bilangnya bahasa Indonesia adalah bahasa persatuan tetapi kenapa ketika kami berseragam merah putih, putih biru, putih abu kami dipaksakan untuk mengetahui  apa itu “I LOVE YOU” Ketika kami tidak tahu kami dikatakan bodoh. Atau dulu kakak juga dibilang begitu?

Kakak tolong kak….!!!! kalau betul kakak tidak menipu diri di tahun 1928 sehingga berani mengangkat sumpah tolong jawablah semua ini kak….!!!! ataukah mungkin semuanya itu benar sehingga kakak mengangkat sumpah seperti itu dan kami sebagai pemudah penerus bangsa dan yang mengklaim dirinya sebagai bangsawan yang salah mengartikan semua ini, seandainya ini yang terjadi  tolong kakak luangkan waktunnya dari peristirahatanmu yang abadi untuk hadir dalam mimpi,  walaupun sedetik  sangatlah berarti untuk membangunkan kami  dari tidur yang lelap dan  panjang ini.

Oleh: Yohanes Arianto Nehok