Dukungan Moral KBMU Pakuan Terhadap Ramdhani yang Ditangkap Saat Aksi Tiga Tahun Pemerintahan Jokowi-JK

Menu Atas

Cari Berita

Advertisement

Dukungan Moral KBMU Pakuan Terhadap Ramdhani yang Ditangkap Saat Aksi Tiga Tahun Pemerintahan Jokowi-JK

21 October 2017

Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Keluarga Besar Mahasiswa Pakuan (KBMP) melakukan aksi dukungan moral terhadap rekan mereka, Ramdhani yang ditangkap pihak kepolisian pada aksi BEM SI dalam rangka memperingati tiga tahun pemerintahan Jokowi-JK, Sabtu (21/10)
Bogor, marjinnews.com-Ratusan Mahasiswa Universitas Pakuan melakukan aksi dukungan terhadap Sodara Ramdhani di dalam kampus Universitas Pakuan Bogor, Sabtu (21/10).

Mahasiswa yang tergabung dalam Keluarga Besar Mahasiswa Universitas Pakuan (KBMUP) ini mendesak Kapolda Metrojaya untuk membebaskan sodara Ramdhani (Mahasiswa Universitas Pakuan Bogor) dan mengutuk tindakan represif kepolisian terkait aksi tiga tahun Kepemimpinan Jokowo-JK. 

Salah satu peserta aksi, M Dwiansyah Damanik selaku Wakil Presiden Mahasiswa KBM Universitas Pakuan menyatakan “Aksi ini merupakan salah satu bentuk penentangan terhadap tindakan represifitas aparat Kepolisian yang tidak menunjukan bentuk pengayoman kepada masyarakat.” Jelasnya.

“Sebagai represetasi dari KBM Universitas Pakuan. Kami melihat tindakan yang dilakukan aparat kepolisian sangat merugikan dan membungkam suara mahasiswa karena tuntutan yang dilakukan sebagai bentuk pengaplikasian tugas dan fungsi Mahasiswa sebagai pengontrol dan mengkritisi pemerintah adalah hal yang sangat biasa” sambungnya.

Pada prinsip kita sama-sama mengetahui bahwa tunggak dari kehidupan yang tidak kacau adalah adanya peraturan hukum yang menjamin dan mengatur ketentraman, namun sangat disayangkan hukum tidak menjadi landasan yang dipahami oleh pihak penegak hukum. Bagi Indonesia hukum harus menjadi panglima tertingga hingga akan dirasakan manfaat, kepastian hukum dan keadilan yang menjadi hakikat dari adanya hukum untuk mengatur kehidupan sosial kita di Indonesia.

Salah satu peserta aksi, Yogen Sogen, menyatakan bahwa “tindakan kesewenang-wenangan dari aparat kepolisian terkait penangkapan belasan mahasiswa tersebut merupakan ancaman serius bagi demokrasi, karena aksi yang dilakukan oleh rekan-rekan mahasiswa dalam menuntut tiga tahun Jokowi-JK demi terealisasinya nawacita yang diharapkan masyarakat adalah tugas mahasiswa sebagai pengawal kebijakan dan agen of change.” Pungkasnya  

Selain aksi solidaritas, KBM Universitas Pakuan pun menggelar doa bersama untuk Rhamdani dan kawan-kawan. Aksi dan doa bersama ini berjalan dengan tertib hingga pukul 17.30 WIB. 

Adapun Rhamdani dan kawan-kawan ditangkap lantaran hendak bertemu Presiden Jokowi, Jumat (20/10) kemarin. Namun niat mereka tidak diijinkan dan memilih untuk bertahan hingga pihak kepolisian memprovokasi ketika mencoba membubarkan massa aksi. (MN/YS)