Alienasi dan Genoside di Papua

Peradaban bangsa kita  yang besar ini  justru tidak mengalami yang namanya stagnan tetapi dia mengalami perkembangan cukup dinamis dan justru itu  seringkali berafiliasi dengan kapitalis-kapitalis baru yang kemudian menurut Marxis disebut sebagai Alienasi (Foto: Dok. Pribadi)
Penulis  barangkali menganggakat tema yang mungkin  menjadi dasar atau basic yang kuat  untuk tetap  melihat, mengkritisi, dan mentranformasi pemikiran marxisme model baru yang kalau dibilang secara massif, strukturalis dan sistemik menghacurkan ekologi, manusia, norma-norma, adat, dan kebiasaan. Eksploitasi di muka bumi Cendrawasih bukan menjadi hal yang  tentu tidak lazim lagi bagi kita untuk terus diskusikan dalam peradaban bangsa.

Peradaban bangsa kita  yang besar ini  justru tidak mengalami yang namanya stagnan tetapi dia mengalami perkembangan cukup dinamis dan justru itu  seringkali berafiliasi dengan kapitalis-kapitalis baru yang kemudian menurut Marxis disebut sebagai Alienasi.  

Mengapa alienasi karena “ada suatu kejanggalan yang di selewengkan oleh kapitalis-kapitalis ini” Misalkan PT. FI (PT. Freeport Indonesia), MIFE (Merauke integrated food and Energy estate),You Liem Sari, PT. Kebun Sari, Britich Petronium (BP) dll.

Kapitalis-kapitalis ini kemudian  berkompetisi atau bersaing  dengan kapitalis lain yakni  bagaimana meraup keuntungan dengan sebesar-besarnya dengan cara mengeksploitasi Sumber Daya Alam (SDA), Sehingga manusia kemudian  menjadi sasaran penindasan baik dari segi Spritualitas dan Jasmani. 

Dimana dari segi spritulitas masyarakat mulai beralih pada kecanduan agama karena  yang akan mengerakan mereka dan meninabobokan mereka adalah agama karena  kalau menurut marx mereka akan terinabobokan dengan ilusi-ilusi yang ada diimaginasi yang justru bertolak belakang dengan dengan realita sosial.

Begitu juga ditindas secara jasmani artinya  berkaitan dengan bentuk fisik manusia yakni tubuh, kulit, tangan, kaki, ras dll. semuanya ini ditindas oleh Antonio Gramsci  menyebutnya  Hegemoni kepemimpinan.  Budaya yang dijalankan  oleh kepemimpinan yang berkuasa yakni dengan cara koersif  dimana dijalankan oleh kekuatan eksekutif dan legislatif   dengan melibatkan  campur tangan aparat kepolisian.

Hal ini yang kemudian memicu pelanggaran HAM di Papua  yang melibatkan aparat kepolisaan dengan masyarakat (civil cociety).  Hal ini disebabkan karena tidak ada keterlibatan masyarakat sebagai agen sosial dalam meratifikasi atau membuat perjanjian. Diskriminasi pekerja baik pendatang maupun pribumi baik dari segi kualitatif, kerakusan dalam eksploitasi yang berlebihan dan juga tindakan represif yang digunakan oleh mereka yang berkuasa.

Dalam buku Gunung versus Pantai oleh Wempi Wetipo, Sh. MH dan Marthen Mendlama, S. pd intinya adalah bagaimana menjadikan masyarakat Papua sebagai orentasi pembagunan bukan justru kita terjebak akan pragmatis pembagunan. Karena kita masih berkutat mengenai persoalan identitas dimana antara orang  yang tinggal di gunung dan orang yang tinggal di pantai. Hal  ini justru menimbulkan egoisme berkembang. 

Saya pikir ego dengan berdasarkan sentimen perimodialisme akan berujung pada keretakan suatu bangsa sehingga memicu konflik karena selalu ditonjolkan. Pada kesempatan inilah muncul yang namanya Proxy war, dimana para kapitalis dengan imperialis masuk dan justru dengan isu identitas akan menghancurkan kita, setelah menghancurkan kita maka konflik yang menimbulkan korban berjatuhan dan mereka dengan mudahnya menguasi, mengeksploitasi alam kita sampai habis akan terjadi sangat masif.

Untuk bisa memberangus alienasi itu  memang bukan menjadi sesuatu yang mudah  bahkan ujung-ujungnya kita akan berhadapan dengan Negara sebagai kekuasaan tertinggi. Tetapi, jangan takut. Bahwa kekuasaan tertinggi di dunia adalah rakyat itu sendiri bukan Negara. 

Maka kita mesti melepaskan semua pemikiran konservatif itu dan marilah kita menjadi garda terdepan sebagai orang yang membela kaum tertindas sekaligus sebagai pengawas, memberikan kritikan sebagai upaya kesadaran masyarakat kedepannya agar lebih baik.

Oleh: Veby Turot
Kontributor marjinnews.com Wilayah Sorong, Papua

COMMENTS

Name

Artikel,140,Bali,114,Batam,1,Bedah Buku,1,Ben Senang Galus,1,Bencana Alam,1,Berita,151,Bhineka,2,BNI,1,Bola,2,bom,1,Bom Bunuh Diri,4,Borong,3,BPJS,1,Budaya,41,Bung Karno,1,Bunuh Diri,3,Bupati Mabar,1,Camilian,1,Cerpen,176,Chelsea Islan,1,Chiristian Rotok,1,Daerah,545,Daerah. Riau,1,Dana Desa,1,Dari Kami,3,Demokrasi,22,Denpasar,18,Desa,2,Destinasi,1,Diaspora,2,Dilan,4,Donny Isman,1,DPR RI,4,E-KTP,4,Editorial,35,Ekonomi,5,Ekspresi,1,Ende,6,Entrepreneur,1,Feature,36,festival Komodo,2,Film,7,Filsafat,2,Fitur,1,Flobamora Cup,1,Flores,11,Focus Discussion,4,FPI,1,Gantung diri,2,Gaya,1,gaya hidup,4,Gedged,1,Gempa,6,Gereja,3,Gereja Katolik,3,Gerindra,1,GMKI,1,GMNI,4,Golkar,1,Gusti Dulla,1,HAM,1,Hand Phone,1,Hari Buruh,2,hari buruh internasional,1,Hari Perempuan Internasional,1,Hiburan,26,HMPCK,1,Hoax,2,hukum,59,Human Trafficking,4,IBT Expo,1,Idul Fitri,1,IJM,1,IKEMAS CUP,7,Imlek,1,Indonesia,1,Indonesian Idol,8,Inspirasi,13,Internasional,16,Internet,2,Investasi,1,Iriana Jokowi,1,Ivan Nestorman,1,IYC Jatim,1,Jabar,1,JAD,1,Jakarta,5,Jatim,3,Jawa Tengah,1,Jawa Timur,1,JK,1,Jogyakarta,2,Jokowi,18,JRUK Sumba,2,jurnal Terbaru,1,jurnalistik,3,Kalimantan,5,Kampanye,2,Kampus,3,Kapolri,1,Kar. Ilmiah,4,Karanganyar,1,Karya Sastra,273,KDRT,1,Keagamaan,7,kebakaran,4,Kebangsaan,1,kebudayaan,2,kecelakaan,2,Kecelakaan Lalu Lintas,2,Kediri,2,Kejadian. Jakarta,1,kejahatan,2,Kemahasiswaan,2,Kemanusiaan,62,kemenkominfo,1,Kemiskinan,2,kepala daerah,1,Kepemuaan,5,Kepemudaan,155,kepemudan,8,kerohanian,2,Kesehatan,8,Ketahanan Nasional,1,KNPI,2,Komodo,9,Komunikasi,1,Komunitas,5,Koperasi,1,Korban,1,Korupsi,60,KPK,12,KPU,1,Kreatif,1,Kriminal,51,Kritik Sastra,4,Kupang,24,Labuan Bajo,51,Lakalantas,9,Larantuka,1,Lembata,2,Lifestyle,6,Lingkungan Hidup,15,Literasi,14,lombok,1,LP Cipinang,1,Luar Negeri,4,Mahasiswa,42,Makanan Khas,1,Makasar,6,Makassar,4,Malang,3,Manggarai,113,Manggarai Barat,20,Manggarai Timur,24,Marianus Sae,1,Marion Jola,3,Masalah Rokok,1,Masyarakat,1,Mataram,2,Maumere,7,Media,2,Media Sosial,3,Medsos,2,Mendikbud,3,Menkominfo,1,Milenials,52,Motang Rua,1,Muda Petani,1,musik,1,Narkoba,8,Nasional,278,Natal,19,Ngada,7,Novanto,2,Novel,16,NTT,206,Nyepi,2,Olahraga,11,Opini,403,Orang Muda,15,Otomotif,1,OTT,2,Papua,15,Pariwisata,26,Partai Politik,25,Pasangan,16,Paskah,2,pelajar,2,Pembangunan,5,pemerkosaan,1,Pemilu,17,Pemuda,3,Pencurian,2,Pendidikan,89,Penerbangan,4,penyanyi,1,Peradi,1,Perdamaian,1,Perempuan,20,Perindo,1,Peristiwa,1046,Peritiwa,2,Pers,3,Perzinahan,1,Petani,1,Piala Dunia,1,Piala Oscar,1,pileg 2019,1,Pilgub,41,Pilkada,102,Pilpres 2019,23,PKRI,1,PKS,1,PMII,1,PMKRI,22,PMKRI Bogor,1,Pmkri Jogja,1,Poco Ranaka,1,Pojok Redaksi,35,Polisi,25,politik,90,Politikus,6,POLRI,5,PP PMKRI,1,Pristiwa,31,Prosa,1,PSK,1,Puisi,85,Puteri Indonesia,2,Radikalisme,1,Ratna Sarumpaet,4,Refleksi,15,reformasi,1,Regional,6,Religi,2,Remaja,1,Rensi Ambang,1,Riau,1,Ricuh,1,Rindu,1,Risma,1,Rizieq Shihab,7,Rote Ndao,1,Ruteng,27,RUU,1,Sabu,1,Sail Komodo,1,Sajak,9,Sam Aliano,1,Sastra,3,Sejarah,2,Sekilas Info,23,seleb,1,Selebritas,18,Sidoarjo,1,situs pornografi,1,Somasi,1,Sosial,3,Sosial Politik,1,Sosok,19,Sospol,39,Start Up,1,Suara Muda,49,Sumba,8,Surabaya,36,Tahun Baru,9,Tahun Baru. Remigius Nahal,1,Tarakan,1,Tata Kota,1,Teknologi,11,Tentang Mereka,44,Tenun Manggarai,1,Terorisme,16,Terorismes,4,TKI,4,TNI,1,TNK,1,Togar Situmorang,7,Tokoh,17,Tol Laut,1,Toleransi,2,Tour Jurnalistik,1,traveling,9,UNITRI-Malang,1,Unwira,1,UU MD3,7,Valentine,2,Viral,3,Wisata,4,Wisuda,1,WNA,1,
ltr
item
Muda Membaca Dunia: Alienasi dan Genoside di Papua
Alienasi dan Genoside di Papua
https://4.bp.blogspot.com/-D_3JvtdPtUM/WduhjkCgqfI/AAAAAAAABkQ/o8xKHO_M6qsducvHkRwZy2K-61ah4ZGugCLcBGAs/s320/Veby%2BTurot%2Bmarjinnews.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-D_3JvtdPtUM/WduhjkCgqfI/AAAAAAAABkQ/o8xKHO_M6qsducvHkRwZy2K-61ah4ZGugCLcBGAs/s72-c/Veby%2BTurot%2Bmarjinnews.jpg
Muda Membaca Dunia
http://www.marjinnews.com/2017/10/alienasi-dan-genoside-di-papua.html
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/2017/10/alienasi-dan-genoside-di-papua.html
true
971126874416220402
UTF-8
POSTINGAN LAIN Not found any posts LAINNYA Selengkapnya Reply Cancel reply Delete Oleh Home PAGES Kiriman Baca Semua Rekomendasi untuk Anda LABEL ARCHIVE CARI Semua Kiriman Tidak Ditemukan Apa yang Anda Cari Back Home Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 Jam yang lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Pengikut Ikuti THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy