Aksi Damai PMKRI Yogyakarta Peringati Hari Sumpah Pemuda
Cari Berita

Aksi Damai PMKRI Yogyakarta Peringati Hari Sumpah Pemuda

29 October 2017

Suasana aksi damai PMKRI Cabang Yogyakarta St. Thomas Aquinas memperingati Hari Sumpah Pemuda, Sabtu (28/10) di Tugu Putih DI Yogyakarta.
Dalam rangka mempringati hari sumpah pemuda yang ke-89 Perhimpunan Mahasiwa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) cabang Yogyakarta St. Thomas Aquinas menggelar aksi damai di Tugu Putih Daerah Istimewah Yogyakarta.  Dalam aksi tersebut, PMKRI cabang Yogyakarta berfokus pada tiga masalah pokok yaitu pendikan, HAM, dan identitas Daerah Istimewa Yogyakarta. Dari masalah-masalah tersebut PMKRI memiliki tiga tuntutan utama:     Pertama, Bangun persatuan mahasiswa lawan kapitalisme kampus. Kedua, tuntaskan pelanggaran HAM di Indonesia dan tuntutan yang ke-tiga, kawal renaissance Yogyakarta.
 
Selain ketiga tuntutan utama, PMKRI cabang yogyakarta menuntut beberapa tuntutan lain yang ditulis pada poster oleh peserta aksi, diantaranya: Wujudkan pendidikan yang merakyat, stop dikriminasi SARA, prioritaskan kebutuhan rakyat, kembalikan identitas Jogja, mahasiswa bangkit dan bersatulah, kami butuh bukti bukan janji stop tipu-tipu, dan beberapa tuntutan lainya.  

Dewan pimpinan cabang presidium gerakan masyarakat Ren Warang dalam orasinya menyampaiakan pemuda harus bangkit, bergerak dan berjuang membela hak rakyat, pemuda menjadi garda terdepan memperjuangkan persoalan yang ada di masyarakat.
 
“Bahwasannya pemuda adalah penggerak perubahan bangsa, pemuda harus bangkit, bergerak dan memperjuangkan hak rakat. Pemuda harus menjadi garda terdepan memperjuangkan persoalan yang ada dimasyarakat ” jelas Ren yang juga mahasiwa hukum Universitas Atma Jaya Yogyakarta  ini.
 
Selain itu, dalam orasinya Ren meminta agar pemerintah membatasi pembangunan yang ada di Yogyakarta, hal ini agar identitas Jogja sebagai kota budaya dan kota pendidikan tidak luntur. 
 
”Saya sebagai mahasiswa, sebagai pemuda meminta kepada pemerintah agar membatasi pembangunan hotel, apartemen, mall dan gedung besar lainya di Jogja. Maraknya pembangunan membuat identitas kota Jogja sebagai kota budaya dan kota pendidikan luntur.” Jelas Ren.
 
Hal serupa juga disampaiakan oleh ketua presidium PMKRI cabang Yogyakarta Paskalis Korain, saat ditanyai media menyampaikan harapannya. Paskalis berharap pemuda harus terpanggil kembali dan menunjukan taringnya, bahwasanya pemuda agen kontrol kebijakan pemerintah.
 
“Saya berharap, pemuda harus terpanggil kembali menunjukkan taringnya, bahwasanya pemuda adalah agen agen kontrol kebijakan pemerintah, dan saya juga berharap pemuda terus menyuarakan aspirai masyarakat Indonesia” jelas Paskalis. 
 
Selain menyampaikan tuntuntan-tuntutan, aksi damai tersebut diwarnai oleh pembacaan puisi dan teatrikal tentang radikalisme pendidikan.
 
Aksi damai yang dimulai pukul 09.00 WIB ini berlangsug kurang lebih selama empat jam dan berjalan dengan aman tanpa menimbulkan kemacetan.  Dipenutupan aksinya PMKRI cabang Yogyakarta St. Thomas Aquinas mengucapkan selamat memperingati hari sumpah pemuda yang ke-89 bagi warga Yogyakarta dan sekitarnya. (VP/MN)