Sepucuk Surat untuk Loke Nggerang



Kukirimkan surat ini untukmu penghias bunga tidurku, secara sederhana dengan bungkusan yang  jorok karena aku ingin kamu tahu bahwa semua yang mahal itu terkadang tidak menjanjikan kebahagiaan (Foto: Tessa Kabung)
Nggerang, kukirimkan surat ini kepadamu yang kubungkus bersama sebuah harapan yang paling bodoh dari seorang budak.  Aku yakin sekarang kamu sedang membaca surat ini dengan penuh tanda tanya.

Ya, awalnya ku tulis surat ini dengan penuh ketakutan, badai menghantam, ombak membelah batu karang dan babi dalam kandangku masih saja merengek meski sudah kuberi makan. Mungkin ini sebuah tanda yang dikirim Tuhan untukku, untuk kita atau mungkin untuk babi-babiku. Gugup aku memegang pena, dan tinta seperti tak ingin meninggalkan jejak pada kertas itu. Ah sial, apa memang alam semesta ini tak merestuiku untuk menulis surat ini. ya kukatakan alam semesta karena semua ikut mengamuk ketika hendak ku tulis surat ini. kamu pasti ketawa ketika baru ku tulis huruf N dari namamu ibuku lansung memanggilku.

“Bas, cepat ambilkan ibu air, mata ibu perih karena mengupas bawang merah ini” suaranya terbata-bata. Aneh bukan, tak seperti biasanya ibuku mengalami kejadian aneh seperti itu. Juru masak yang tempatnya hanya di dapur Kedaluan, pandai memasak dan tentunya terbiasa mengupas bawang tapi kali ini kenapa harus perih.

Tuanku, seiring berjalannya waktu badai perlahan reda, ombak kembali tenang, babi-babi sialan itu tak lagi ribut dan Ngkiong kembali bernyanyi. Lantas aku berpikir, mungkin Tuhan hanya mau menguji kesabaranku. Tapi kadanga dalam hati aku bertanya, apa benar Tuhan itu hanya mengujiku, apa Dia rela meluangkan waktunya hanya untukku dari sekian juta mahluk yang ada di bumi. Ya aku yakin Tuhan pasti begitu sibuk di atas sana mengurus masalah-masalah kita manusia dan mungkin masih banyak hal yang tak bisa Dia selesaikan.

Loke Nggerang pujaan hatiku, kita lupakan Tuhan, kita lupakan semseta ini dan ibuku yang masih merengek menahan perih. Kamu pasti bertanya-tanya apa maksud dari surat ini. ya, surat yang bungkusannya kotor karena dedak dan juga bau seperti kotoran babi. Itu karena aku menulisnya dibelakang kandang babi tepat setelah aku memberi jatah mereka di sore hari. Maaf jika kamu merasa direndandahkan tapi bukankan selama ini kita memang selalu direndahkan dan diabaikan. 

Kukirimkan surat ini untukmu penghias bunga tidurku, secara sederhana dengan bungkusan yang  jorok karena aku ingin kamu tahu bahwa semua yang mahal itu terkadang tidak menjanjikan kebahagiaan.  Kamu lihat saja di tanah tercinta kita ini, perempuan diabaikan, yang kuasa mengnjak yang miskin dan yang lesbian selalu dianggap sampah. Padahal mereka adalah orang yang katanya bersekolah. Sudah banyak di tanah kita ini, bahkan sangat banyak kejadian aneh.siapa yang peduli, semua sibuk mengurus kekayaan. Kadang saya berpikir mending kita menjadi babi yang hanya duduk diam di dalam kandang menunggu jatah pagi dan sore. Itu mungkin lebih baik kerena tak perlu repot menindas orang lain lain hanya karena makanan.

Loke Nggerang pacarku yang cantik, paling cantik. Kukirimkan surat ini kepadamu, hanya kepadamu agar engkau tahu betapa besar cintaku kepadamu.  Aku ingin mencintaimu lebih banyak dari bintang dilangkit, lebih indah dari lukisan, lebih bijak dari memaafkan dan lebih berkilau dari emas. Mungkin tak lebih dari kumpulan kata-kata bodoh yang dibuat oleh orang yang tak pernah mengenal huruf. Tapi ketahuilah cintaku begitu besar kepadamu, dia telah jatuh di hati seorang gadis meski termakan waktu tapi aku yakin cintaku itu telah jatuh di hati yang benar.  Aku tak ingin kehilangan orang yang begitu aku cintai. Nggerangku mungkin aku begitu bodah harus memperjuangkanmu melawan Raja-raja yang berkuasa itu. Ya mereka sangat berkuasa, kamu lihatkan bagaimana tersiksanya ibuku yang hanya karena masakannya kurang enak lantas tangan melayang di wajah. “Sudah tahu perempuan tua, masih saja belum bisa memasak dengan baik”.

Loke Nggerang, yang paling Nggerang, kutuliskan surat ini kepadamu agar engkau tahu bahwa pernah hidup lelaki bodoh yang hidupnya terinspirasi dari cerita dongeng. Aku yakin kamu pasti ketawa membaca surat ini. kamu tahu, ketika kusampaikan niat ini kepada ibuku dengan tempo yang sesingkat-singkatnya, tap jawabanya cukup menyakitkan. Kamu tahu jawabanya?. Ya, dia bilang, “kadang ibu ada benarnya juga tidak menyekolahkanmu dulu. Kamu itu terlalu bodoh. Lihat, coba lihat keadaan kita. saudara ibu saja tega mengusir kita gara-gara harta. Apalagi kamu yang hanya memiliki babi-babi yang kamu jadikan modal untuk melamar gadis yang paling cantik sejagat raya. Kamu sepertinya harus berdoa lagi, semoga dikehidupan selanjutnya kamu dilahirkan dari keluarga yang kaya, pegawai misalnya. Bukankan itu patokan kita untuk menjadi kaya di tanah ini”

Lucu bukan, tapi itu bukanlah suara Tuhan tapi suara perempuan yang sudah tua. Gadis paling cantik sejagat raya katanya, aku beruntung bisa mengenal dan bercerita banyak denganmu. Sengaja kukurimkan surat ini kepada sebagai tanda bahwa aku mencintaimu karena tak ada kata lagi yang paling hebat untuk menceritakan bagaiman tersiksanya diriku jika kamu menjadi suami dari raja yang sudah hampir mati itu.

Nggerang, gadis ayu yang selalu lugu. Aku kadang bingung dengan keputusan Tuhan, dia mempertemukan kita dan menghadirkan orang lain didalamnya. Kata mereka ini adalah takdir, tapi bagiku ini adalah keputusan yang paling tak bijak yang Tuhan pernah buat. Bukankan kamu pun merasakan hal yang sama.

Bingung, aku bingung dengan keputusan Tuhan, kata orang-orang bijak apa yang Tuhan putuskan untuk hidup kita adalah yang terbaik karena Dia Maha Tahu atas hidup kita. aku tak pernah percaya kalimat itu, dia tidak tahu persaan saya ketika harus melihatmu dipersunting orang lain.

Ngerang,  aku mencintaimu, sangat mencintaimu, ketika kudengar kabar bahwa kau akan dilamar, aku begitu marah. Tapi apa dayaku, aku hanyalah babu ternak yang hanya memiliki pasukan babi-babi dungu yang kerjanya hanya merengek dan menunggu makanan.  Tapi buka berarti aku menyerah lantaran tak punya harta, ya aku aku akan tetap memperjuangkanmu.
Nggerang, gadis manisku, aku berharap kamu tak menangis lantaran kata-kataku. Sengaja kukurimkan surat ini kepadamu supaya kita bisa hidup bersama karena aku ingin bersamamu lebih lama dari selamanya.

Besok, pagi-pagilah kau bangun, aku akan menunggumu tepat di belakang rumahmu. Kita akan pergi jauh dari sini, jauh, sejauh mungkin. Kita akan pergi bersama ditempat yang tak pernah engkau bayangkan dalam hidupmu. tempat dimana semua orang memliki hak dan pilihanya yang bebas. Aku tak ingin melihatmu menikah dengan oran lain. Walaupun mungkin besok kamu juga akhirnya menolah lamaran raja itu tentunya kamu pasti tak akan bersamaku karena ku yakin mereka pasti memunuhmu. Kejam bukan,  ya di tempat kita, perempuan dan orang miskin memang tak punya pilihan.

Loke Nggerang, gadis yang paling beruntung, akhirnya kukirimkan surat ini kepadamu, yang dibungkus dengan pengaharapan dan kutulis bersama sebuah doa dari orang yang yang membuatmu selalu tersenyum sendiri dikala malam tiba.

Ruteng , 23 September 2017

Oleh: Klaudius Marsianus Juwandy
Mahasiswa S1 PBSI STKIP Santu Paulus Ruteng, Manggarai

COMMENTS

Name

Artikel,140,Bali,114,Batam,1,Bedah Buku,1,Ben Senang Galus,1,Bencana Alam,1,Berita,151,Bhineka,2,BNI,1,Bola,2,bom,1,Bom Bunuh Diri,4,Borong,3,BPJS,1,Budaya,41,Bung Karno,1,Bunuh Diri,3,Bupati Mabar,1,Camilian,1,Cerpen,176,Chelsea Islan,1,Chiristian Rotok,1,Daerah,545,Daerah. Riau,1,Dana Desa,1,Dari Kami,3,Demokrasi,22,Denpasar,18,Desa,2,Destinasi,1,Diaspora,2,Dilan,4,Donny Isman,1,DPR RI,4,E-KTP,4,Editorial,35,Ekonomi,5,Ekspresi,1,Ende,6,Entrepreneur,1,Feature,36,festival Komodo,2,Film,7,Filsafat,2,Fitur,1,Flobamora Cup,1,Flores,11,Focus Discussion,4,FPI,1,Gantung diri,2,Gaya,1,gaya hidup,4,Gedged,1,Gempa,6,Gereja,3,Gereja Katolik,3,Gerindra,1,GMKI,1,GMNI,4,Golkar,1,Gusti Dulla,1,HAM,1,Hand Phone,1,Hari Buruh,2,hari buruh internasional,1,Hari Perempuan Internasional,1,Hiburan,26,HMPCK,1,Hoax,2,hukum,59,Human Trafficking,4,IBT Expo,1,Idul Fitri,1,IJM,1,IKEMAS CUP,7,Imlek,1,Indonesia,1,Indonesian Idol,8,Inspirasi,13,Internasional,16,Internet,2,Investasi,1,Iriana Jokowi,1,Ivan Nestorman,1,IYC Jatim,1,Jabar,1,JAD,1,Jakarta,5,Jatim,3,Jawa Tengah,1,Jawa Timur,1,JK,1,Jogyakarta,2,Jokowi,18,JRUK Sumba,2,jurnal Terbaru,1,jurnalistik,3,Kalimantan,5,Kampanye,2,Kampus,3,Kapolri,1,Kar. Ilmiah,4,Karanganyar,1,Karya Sastra,273,KDRT,1,Keagamaan,7,kebakaran,4,Kebangsaan,1,kebudayaan,2,kecelakaan,2,Kecelakaan Lalu Lintas,2,Kediri,2,Kejadian. Jakarta,1,kejahatan,2,Kemahasiswaan,2,Kemanusiaan,62,kemenkominfo,1,Kemiskinan,2,kepala daerah,1,Kepemuaan,5,Kepemudaan,155,kepemudan,8,kerohanian,2,Kesehatan,8,Ketahanan Nasional,1,KNPI,2,Komodo,9,Komunikasi,1,Komunitas,5,Koperasi,1,Korban,1,Korupsi,60,KPK,12,KPU,1,Kreatif,1,Kriminal,51,Kritik Sastra,4,Kupang,24,Labuan Bajo,51,Lakalantas,9,Larantuka,1,Lembata,2,Lifestyle,6,Lingkungan Hidup,15,Literasi,14,lombok,1,LP Cipinang,1,Luar Negeri,4,Mahasiswa,42,Makanan Khas,1,Makasar,6,Makassar,4,Malang,3,Manggarai,113,Manggarai Barat,20,Manggarai Timur,24,Marianus Sae,1,Marion Jola,3,Masalah Rokok,1,Masyarakat,1,Mataram,2,Maumere,7,Media,2,Media Sosial,3,Medsos,2,Mendikbud,3,Menkominfo,1,Milenials,52,Motang Rua,1,Muda Petani,1,musik,1,Narkoba,8,Nasional,278,Natal,19,Ngada,7,Novanto,2,Novel,16,NTT,206,Nyepi,2,Olahraga,11,Opini,403,Orang Muda,15,Otomotif,1,OTT,2,Papua,15,Pariwisata,26,Partai Politik,25,Pasangan,16,Paskah,2,pelajar,2,Pembangunan,5,pemerkosaan,1,Pemilu,17,Pemuda,3,Pencurian,2,Pendidikan,89,Penerbangan,4,penyanyi,1,Peradi,1,Perdamaian,1,Perempuan,20,Perindo,1,Peristiwa,1046,Peritiwa,2,Pers,3,Perzinahan,1,Petani,1,Piala Dunia,1,Piala Oscar,1,pileg 2019,1,Pilgub,41,Pilkada,102,Pilpres 2019,23,PKRI,1,PKS,1,PMII,1,PMKRI,22,PMKRI Bogor,1,Pmkri Jogja,1,Poco Ranaka,1,Pojok Redaksi,35,Polisi,25,politik,90,Politikus,6,POLRI,5,PP PMKRI,1,Pristiwa,31,Prosa,1,PSK,1,Puisi,85,Puteri Indonesia,2,Radikalisme,1,Ratna Sarumpaet,4,Refleksi,15,reformasi,1,Regional,6,Religi,2,Remaja,1,Rensi Ambang,1,Riau,1,Ricuh,1,Rindu,1,Risma,1,Rizieq Shihab,7,Rote Ndao,1,Ruteng,27,RUU,1,Sabu,1,Sail Komodo,1,Sajak,9,Sam Aliano,1,Sastra,3,Sejarah,2,Sekilas Info,23,seleb,1,Selebritas,18,Sidoarjo,1,situs pornografi,1,Somasi,1,Sosial,3,Sosial Politik,1,Sosok,19,Sospol,39,Start Up,1,Suara Muda,49,Sumba,8,Surabaya,36,Tahun Baru,9,Tahun Baru. Remigius Nahal,1,Tarakan,1,Tata Kota,1,Teknologi,11,Tentang Mereka,44,Tenun Manggarai,1,Terorisme,16,Terorismes,4,TKI,4,TNI,1,TNK,1,Togar Situmorang,7,Tokoh,17,Tol Laut,1,Toleransi,2,Tour Jurnalistik,1,traveling,9,UNITRI-Malang,1,Unwira,1,UU MD3,7,Valentine,2,Viral,3,Wisata,4,Wisuda,1,WNA,1,
ltr
item
Muda Membaca Dunia: Sepucuk Surat untuk Loke Nggerang
Sepucuk Surat untuk Loke Nggerang
https://1.bp.blogspot.com/-XFQ5z5rlD3U/Wch5qjqK-gI/AAAAAAAABdQ/-5mSA1OmWIomcj10_XbZqOT2Ju6cHctXwCLcBGAs/s320/Tess%2BKabung%2BMarjinnews.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-XFQ5z5rlD3U/Wch5qjqK-gI/AAAAAAAABdQ/-5mSA1OmWIomcj10_XbZqOT2Ju6cHctXwCLcBGAs/s72-c/Tess%2BKabung%2BMarjinnews.jpg
Muda Membaca Dunia
http://www.marjinnews.com/2017/09/sepucuk-surat-untuk-loke-nggerang.html
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/2017/09/sepucuk-surat-untuk-loke-nggerang.html
true
971126874416220402
UTF-8
POSTINGAN LAIN Not found any posts LAINNYA Selengkapnya Reply Cancel reply Delete Oleh Home PAGES Kiriman Baca Semua Rekomendasi untuk Anda LABEL ARCHIVE CARI Semua Kiriman Tidak Ditemukan Apa yang Anda Cari Back Home Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 Jam yang lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Pengikut Ikuti THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy