Kopi Beraroma Nikmat Rasa Istimewa itu Kopi Manggarai

Menu Atas

Cari Berita

Advertisement

Kopi Beraroma Nikmat Rasa Istimewa itu Kopi Manggarai

26 September 2017

Meski demikian kopi dari tanah Congka Sae mungkin lebih tepatnya Kopi  Manggarai, "kopi data Manggrai" masih lebih istimewa dari jenis kopi lain di Indonesia (Gambar: Istimewa)
Harum aroma kopi dengan cita rasanya nan menawan hati telah membawa minuman ini menjadi minuman klasik yang bahkan di gemari sampai kini. Dengan secangkir kopi, mata yang sudah lelah pun beranjak segar kembali dan otak yang sudah mentok tiba-tiba mampu memikirkan ide baru. Kopi kini di budayakan untuk di konsumsi di seluruh pelosok dunia, merobek kancah internasional dengan keistimewaannya.

Di Indonesia masing-masing daerah memiliki kopi khas dengan produksinya sendiri-sendiri. Salah satu kopi terbaik di Indonesia adalah Kopi Flores. Sekarang lebih dikenal "Kopi Arabika Bajawa", kopi premium yang berasal dari dataran tinggi kabupaten Ngada Flores, NTT masuk dalam kualifikasi kopi terbaik di Indonesia.

Bersaing dengan kopi-kopi dari daerah lain yang tak kalah istimewa seperti Kopi Jawa (Java) Kopi Palembang (Sumatera) dan Kopi Toraja.  Meski demikian kopi dari tanah Congka Sae mungkin lebih tepatnya Kopi  Manggarai, "kopi data Manggarai" masih lebih istimewa dari jenis kopi lain di Indonesia.

Rasa dan aroma kopi Manggarai sangat khas dan unik memanjakan lidah penikmat kopi arabika atau pun robusta sejati. Berbeda dengan aroma kopi-kopi yang berasal dari daerah lain.

Kopi yang baik dan enak tidaklah terlepas dari pemilihan jenis bibit tanaman kopi yang  unggul, struktur tanah yang subur serta perawatan dan juga proses pengolahan biji kopi mentah hingga proses menjadi minuman kopi siap saji.

Dalam hal ini peran petani yang kompeten dan ulet dalam merawat dan proses pengolahan hingga menjadi kopi yang berkualitas baik sangatlah penting. Tidak heran pemilik kafe atau kedai kopi berlomba-lomba memilih biji kopi yang baik langsung dari petani. Selain harga yang sedikit lebih murah dan kualitas kopi yang tidak dicampurkan dengan pengawet.

Seorang petani kopi uniknya tidak belajar secara modern melainkan karena pengaruh kultural dan gotong royong yang  dilakukan secara turun temurun dari nenek moyang hingga sekarang ini, bahan dan alat-alat dalam pengolahan  biji kopi sendiri pun masih menggunakan alat tradisional

Di kalangan orang Manggarai lebih dikanal dengan sebutan "ngencung dan alu" terbuat dari bongkahan kayu pilih dan dibentuk sedemikian rupa hingga bisa di gunakan dengan baik sampai menghasilkan kopi yang klasik beraroma nikmat.

Oleh: Emanuel K. P Odi