Cintaku Kandas di Rerumputan

Seseorang yang mencintaimu akan membalut hatimu yang pernah terluka dan menjaganya dengan setulus hati agar tidak terluka lagi...dan ia akan memberikanmu yang terbaik walau harus menyakiti hatinya sendiri (Gambar: Istimewa)
Kisah ini bermula saat aku jatuh cinta kepada seorang gadis cantik bernama Khanza Aulia. Dia adalah adik kelasku saat aku masih kuliah di salah satu Perguruan Tinggi di Jawa Timur. Ada satu hal yang tak pernah aku utarakan dan tetap tersimpan rapat dalam lubuk hatiku, aku jatuh hati padanya. Dia wanita yang pertama dan istimewa yang pernah aku lihat sepanjang umurku.
 
Aku tertarik dengan kesederhanaan, kesahajaan, dan kemuliaan akhlaknya. Meski pun terlihat agak tomboi, namun keteduhan wajahnya tersirat dalam relung hatinya menyimpan kelembutan tiada tara, sangat menajubkan. Sejak masih duduk di bangku kuliah, aku selalu mencuri-curi pandang ketika di kampus. Seringkali sengaja ku duduk di depan kelas menunggu sang bidadari lewat.
 
Walaupun hanya sekedar menatap wajahnya, senyum indahnya selama semenit saja, bahkan melihatnya dari jauh pun rasanya hati ini penuh dengan bunga kebahagiaan yang menghiasiku sepanjang hari.
 
Kau laksana mentari yang tak pernah lelah menerangi bumi, sadarkah engkau bagai embun pagi sejukkan mataku, engkau adalah resah gelisahku. "Wa, Dewa...bengong ja, liat pa kamu?, ayo masuk jam kuliah sudah mulai" gertak sahabatku dari belakang, "Nggak apa-apa, hehe..." jawabku cengengesan.
 
Konsentrasiku buyar, sungguh wajah ayunya selalu menari-nari dalam pikiranku, rasa rindu kian menggebu mengusik kalbu. Tapi aku tak berdaya, sungguh malu dan tak punya nyali untuk mengungkapkan semua isi hati dan perasaanku, takut dan kurang percaya diri kian erat membungkus rahasia hatiku. Rasanya mustahil aku bisa berkenalan dengan dia, hampir tak ada sinyal cinta yang ku kirim padanya.
 
Aku memang belum berpengalaman mendekati cewek dan tak seberani teman-temanku yang bisa nitip salam atau secara terang-terangan mengatakan cinta kepada seorang cewek yang mereka suka. Aku hanya bisa memendam perasaanku tanpa seorang pun yang tahu dan cukup hanya menjadi pemuja rahasianya. Angin berhembus mesra, membelai manja bunga di taman asmara, menyapa senja disudut kampus tercinta.
 
Seperti biasa, setiap sore aku punya agenda rutin berdiskusi di "Jurang Asmara" belakang kampus, bersama sahabat yang aktif di kegiatan Kemahasiswaan. Sejauh mata memandang, terlihat sayup-sayup dua insan di bawah pohon rindang, dalam hatiku berbisik "ah nggak mungkin itu Lia", rasa penasaran menuntun kakiku melangkah untuk melihat lebih dekat.
 
Betapa terkejutnya aku ketika melihat wanita yang aku kagumi sedang berduaan dengan seorang cowok di bawah pohon beringin depan kampus. Aku terkejut, seakan mata ini enggan berkedip menatapnya "apakah ada sesuatu yang sepesial dengan mereka berdua?", hatiku semakin tak menentu, gelisah memikirkan yang sedang ku lihat. Untuk memastikan kebenarannya ku coba mencari informasi, singkat kata ternyata ada kabar dari teman dekatnya kalau Lia memang sudah menjalin kasih dengan Zaka, seniornya di Unit Kegiatan Mahasiswa.
 
Rasa sedih, kecewa dan menyesal berkecamuk dalam hatiku, menahan remuk redam kepedihan batin yang tak terkira, kini kesempatanku telah lenyap. Aku pun mulai mencoba menghapus segala khayalan indah bersamanya. Pikirku mungkin yang ku rasa ini hanya cinta monyet, yang akan memudar seiring berjalannya waktu. Dan suatu saat kelak, aku akan benar-benar jatuh cinta yang lebih serius dengan wanita lain.
 
Ternyata perkiraanku salah, rasa itu belum sepenuhnya hilang. Waktu pun terus berjalan dan takdir kembali membawaku pada rahasia yang terpendam. Hatiku berdebar-debar, jantungku berdetak lebih cepat, kembali merasakan indahnya jatuh cinta dengan wanita yang selama ini ku kagumi. Baru kali ini aku bisa menatap wajahnya sedekat ini. Perasaan yang tidak pernah aku rasakan dengan wanita lain. Dia masih Lia yang mempesona dan anggun seperti dulu.
 
Tak pernah aku sangka sore itu menjadi hari yang indah dan bersejarah bagiku, bertemu Lia adalah suatu anugerah terindah dalam hidupku. Dalam acara diskusi mahasiswa di kampus, sahabatku Shifa memperkenalkanku dengan seorang cewek, yang tak lain dan tak bukan adalah Lia, wanita yang selalu ku rindukan.
 
Aku nggak menyangka ternyata temanku sudah kenal akrab dengan Lia. Semenjak saat itu kami sering berkomunikasi, bisa dibilang hubungan kami mulai dekat dan semakin akrab, tak jarang kami berjalan berdua atau main barsama teman-temannya. Tapi tetap saja belum ada keberanian untuk mengatakan rasa cintaku padanya. Bagaimana aku bisa menyatakan perasaanku, menatap matanya saja aku tak sanggup.
 
Namun aku tidak bisa membohongi hatiku, ku mencoba memberi sinyal cinta melalui ungkapan sebuah puisi cinta, sekuntum bunga ataupun seribu perhatian sebagai bentuk ungkapan. Meski pun sebenarnya mungkin dia tahu tapi tetap tak peduli, atau memang benar-benar tidak tahu yang jelas semua berjalan seperti biasa tiada cinta bicara. Waktu begitu cepat berjalan, kenyataan memang tak seindah harapan, bunga cinta yang selama ini bersemi dalam hatiku kini layu dan jatuh berguguran diterpa angin kekecewaan, cintaku hanya bertepuk sebelah tangan.
 
Suatu hari, pada pertengahan bulan November aku memberanikan diri untuk mengutarakan semua isi hati dan perasaanku padanya, “Maaf mas aku nggak bisa membalas cintamu, aku hanya menganggapmu sebatas teman biasa, tidak lebih”, kata-kata itu yang keluar dari mulut manisnya.
 
Dunia serasa hancur, hatiku remuk berkeping-keping, bahkan tidak bisa lagi merasakan sakitnya hatiku, seolah ada bagian tubuhku yang hilang, sayapku telah patah. Bagaimana tidak, dia adalah wanita dan cinta pertama yang ku cinta. Ini benar-benar menjadi sejarah yang tak kan pernah terlupakan dalam perjalanan hidupku. Namun ku coba tetap tersenyum dan tegar di hadapannya, meski rasa kecewa dan sedih kian menyelimuti hatiku, dunia serasa hampa, seakan tak ada lagi sedikit pun menampakkan keindahannya.
 
Aku hanya bisa merenung, diam dalam kesendirian. Mata ini tak sanggup terpejam, menangis di kesunyian malam, jiwaku melayang, dalam hati dan pikirku menyimpan beribu pertanyaan... "Pernahkah kamu merasakan bahwa kamu mencintai seseorang? Meski kamu tahu cintamu mungkin tak berbalas, tapi kamu tetap mencintainya? Pernahkah kamu merasakan bahwa kamu sanggup melakukan apa saja demi seseorang yang kamu cintai? Meski kamu tahu ia takkan pernah peduli ataupun ia peduli dan mengerti, tapi ia tetap pergi. Pernahkah kamu merasakan hebatnya cinta? Tersenyum kala terluka, menangis kala bahagia, bersedih kala bersama, tertawa kala berpisah, Aku pernah ..."
 
Aku pernah tersenyum meski ku terluka! karena ku yakin Tuhan tak menjadikannya untukku. Aku pernah menangis kala bahagia, karena ku takut kebahagiaan cinta ini akan sirna begitu saja. Aku pernah bersedih kala bersamanya, karena ku takut aku kan kehilangan dia suatu saat nanti, dan... Aku juga pernah tertawa saat berpisah dengannya, karena sekali lagi, cinta tak harus memiliki, dan Tuhan pasti telah menyiapkan cinta yang lain untukku. Aku tetap bisa mencintainya, meski ia tak dapat kurengkuh dalam pelukanku, karena memang cinta ada dalam jiwa, bukan ada dalam raga. Seseorang yang mencintai kamu akan selalu berusaha membuat mu tersenyum dan tertawa walau terkadang caranya membingungkanmu.
 
Seseorang yang mencintaimu akan membalut hatimu yang pernah terluka dan menjaganya dengan setulus hati agar tidak terluka lagi...dan ia akan memberikanmu yang terbaik walau harus menyakiti hatinya sendiri. Seseorang yang mencintaimu, akan rela melepaskanmu pergi bila bersamanya kamu tidak bahagia...dan ia akan ikut bahagia walau kamu yang dicintainya bahagia bersama orang lain.
 
Lambat laun aku pun berusaha kembali bangkit dari keterpurukan, meskipun tertatih-tatih dan butuh waktu yang sangat lama untuk bisa berdiri tegak, menatap masa depan. Cinta bukan sekedar masalah untuk bisa memiliki, tapi juga siap dan berani untuk meninggalkan atau ditinggalkan. Dalam hatiku dia tetap wanita terindah yang pernah Tuhan ciptakan meskipun bukan untukku.
 
Mencoba memahami dan mengerti arti cinta sejati serta yakin Tuhan kan selalu memberikan jalan yang terbaik. Aku sadar dan mengerti aku memang bukan manusia yang sempurna dan bukan pula orang yang selama ini dia harapkan kehadirannya dalam hatinya.
 
Semenjak peristiwa penolakan itu, aku tak pernah lagi melihatnya atau berkomunikasi dengannya, bukan maksud untuk menjauhi mungkin karena ada perasaan canggung, tidak enak untuk menghubunginya, takut mengganggunya yang akan semakin membuatnya membenciku.
 
Sewaktu dekat dengannya sebenarnya aku tahu dia masih menyimpan perasaan cinta terhadap Zaka kekasih lamanya, cowok tampan yang pernah menjadi kekasihnya. Foto-foto cowoknya maupun memory indah bersamanya masih tersimpan rapi dalam file pribadinya dan beberapa kali berhasrat menemuinya. Yah, meski selama ini setiap kali ku tanya selalu bungkam dan berusaha menutupi hubungannya.
 
Sebulan kemudian, terhembus kabar mereka kembali melanjutkan kisah asmaranya yang sempat terhenti, dan dalam waktu dekat mereka pun akan melangsungkan pernikahan. Aku yaqin Lia akan jauh lebih bahagia dengan pilihannya, begitu pun aku harus tetap tegar menjalani takdirku.
 
"Saat menjelang hari-hari bahagiamu aku memilih untuk diam dalam sepiku. Saat mereka tertawa diatas pedihku tentang cintaku yang telah pergi tinggalkanku, aku tak peduli sungguh tak peduli inilah jalan hidupku". 

Oleh: Alvi Nurhaliza

COMMENTS

Name

Artikel,140,Bali,111,Bedah Buku,1,Ben Senang Galus,1,Bencana Alam,1,Berita,146,Bhineka,2,BNI,1,Bola,2,bom,1,Bom Bunuh Diri,4,Borong,3,BPJS,1,Budaya,41,Bung Karno,1,Bunuh Diri,3,Bupati Mabar,1,Camilian,1,Cerpen,175,Chelsea Islan,1,Chiristian Rotok,1,Daerah,539,Daerah. Riau,1,Dana Desa,1,Dari Kami,2,Demokrasi,22,Denpasar,18,Desa,2,Destinasi,1,Diaspora,2,Dilan,4,Donny Isman,1,DPR RI,4,E-KTP,4,Editorial,34,Ekonomi,5,Ekspresi,1,Ende,6,Entrepreneur,1,Feature,36,festival Komodo,2,Film,7,Filsafat,2,Fitur,1,Flobamora Cup,1,Flores,11,Focus Discussion,4,FPI,1,Gantung diri,2,Gaya,1,gaya hidup,4,Gedged,1,Gempa,6,Gereja,3,Gereja Katolik,3,Gerindra,1,GMKI,1,GMNI,3,Golkar,1,Gusti Dulla,1,HAM,1,Hand Phone,1,Hari Buruh,2,hari buruh internasional,1,Hari Perempuan Internasional,1,Hiburan,25,HMPCK,1,Hoax,2,hukum,62,Human Trafficking,4,IBT Expo,1,Idul Fitri,1,IJM,1,IKEMAS CUP,7,Imlek,1,Indonesia,1,Indonesian Idol,8,Inspirasi,13,Internasional,16,Internet,2,Investasi,1,Iriana Jokowi,1,Ivan Nestorman,1,IYC Jatim,1,Jabar,1,JAD,1,Jakarta,5,Jatim,3,Jawa Tengah,1,Jawa Timur,1,JK,1,Jogyakarta,2,Jokowi,18,JRUK Sumba,2,jurnal Terbaru,1,jurnalistik,3,Kalimantan,5,Kampanye,2,Kampus,3,Kapolri,1,Kar. Ilmiah,4,Karanganyar,1,Karya Sastra,272,KDRT,1,Keagamaan,7,kebakaran,4,Kebangsaan,1,kebudayaan,2,kecelakaan,2,Kecelakaan Lalu Lintas,2,Kediri,2,Kejadian. Jakarta,1,kejahatan,2,Kemahasiswaan,2,Kemanusiaan,62,kemenkominfo,1,Kemiskinan,2,kepala daerah,1,Kepemuaan,5,Kepemudaan,154,kepemudan,8,kerohanian,2,Kesehatan,8,Ketahanan Nasional,1,KNPI,2,Komodo,9,Komunikasi,1,Komunitas,5,Koperasi,1,Korban,1,Korupsi,60,KPK,12,KPU,1,Kreatif,1,Kriminal,51,Kritik Sastra,4,Kupang,24,Labuan Bajo,51,Lakalantas,9,Larantuka,1,Lembata,2,Lifestyle,6,Lingkungan Hidup,15,Literasi,14,lombok,1,LP Cipinang,1,Luar Negeri,4,Mahasiswa,41,Makanan Khas,1,Makasar,6,Makassar,4,Malang,3,Manggarai,112,Manggarai Barat,20,Manggarai Timur,24,Marianus Sae,1,Marion Jola,3,Masalah Rokok,1,Masyarakat,1,Mataram,2,Maumere,7,Media,2,Media Sosial,3,Medsos,2,Mendikbud,3,Menkominfo,1,Milenials,52,Motang Rua,1,Muda Petani,1,musik,1,Narkoba,8,Nasional,275,Natal,19,Ngada,7,Novanto,2,Novel,16,NTT,200,Nyepi,2,Olahraga,11,Opini,400,Orang Muda,15,Otomotif,1,OTT,2,Papua,15,Pariwisata,26,Partai Politik,25,Pasangan,16,Paskah,2,pelajar,2,Pembangunan,5,pemerkosaan,1,Pemilu,17,Pemuda,3,Pencurian,2,Pendidikan,89,Penerbangan,4,penyanyi,1,Peradi,1,Perdamaian,1,Perempuan,20,Perindo,1,Peristiwa,1032,Peritiwa,2,Pers,3,Perzinahan,1,Petani,1,Piala Dunia,1,Piala Oscar,1,pileg 2019,1,Pilgub,41,Pilkada,102,Pilpres 2019,23,PKRI,1,PKS,1,PMII,1,PMKRI,22,PMKRI Bogor,1,Pmkri Jogja,1,Poco Ranaka,1,Pojok Redaksi,34,Polisi,25,politik,90,Politikus,6,POLRI,5,PP PMKRI,1,Pristiwa,31,Prosa,1,PSK,1,Puisi,85,Puteri Indonesia,2,Radikalisme,1,Ratna Sarumpaet,4,Refleksi,15,reformasi,1,Regional,6,Religi,2,Remaja,1,Rensi Ambang,1,Riau,1,Ricuh,1,Rindu,1,Risma,1,Rizieq Shihab,7,Rote Ndao,1,Ruteng,26,RUU,1,Sabu,1,Sail Komodo,1,Sajak,9,Sam Aliano,1,Sastra,3,Sejarah,2,Sekilas Info,23,seleb,1,Selebritas,18,Sidoarjo,1,situs pornografi,1,Somasi,1,Sosial,3,Sosial Politik,1,Sosok,19,Sospol,39,Start Up,1,Suara Muda,45,Sumba,8,Surabaya,36,Tahun Baru,9,Tahun Baru. Remigius Nahal,1,Tarakan,1,Tata Kota,1,Teknologi,11,Tentang Mereka,44,Tenun Manggarai,1,Terorisme,16,Terorismes,4,TKI,4,TNI,1,TNK,1,Togar Situmorang,6,Tokoh,17,Tol Laut,1,Toleransi,2,Tour Jurnalistik,1,traveling,9,UNITRI-Malang,1,Unwira,1,UU MD3,7,Valentine,2,Viral,3,Wisata,4,Wisuda,1,WNA,1,
ltr
item
Muda Membaca Dunia: Cintaku Kandas di Rerumputan
Cintaku Kandas di Rerumputan
https://4.bp.blogspot.com/-uqqMgsEeCWE/WbbTWLHuFHI/AAAAAAAABZk/t2UXQbNP93Ebcet-EWIvmmJKjaPocTK1gCLcBGAs/s320/Rerumputan%2BMarjinNews.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-uqqMgsEeCWE/WbbTWLHuFHI/AAAAAAAABZk/t2UXQbNP93Ebcet-EWIvmmJKjaPocTK1gCLcBGAs/s72-c/Rerumputan%2BMarjinNews.jpg
Muda Membaca Dunia
http://www.marjinnews.com/2017/09/cintaku-kandas-di-rerumputan.html
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/2017/09/cintaku-kandas-di-rerumputan.html
true
971126874416220402
UTF-8
POSTINGAN LAIN Not found any posts LAINNYA Selengkapnya Reply Cancel reply Delete Oleh Home PAGES Kiriman Baca Semua Rekomendasi untuk Anda LABEL ARCHIVE CARI Semua Kiriman Tidak Ditemukan Apa yang Anda Cari Back Home Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 Jam yang lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Pengikut Ikuti THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy