BUDAYA DAN KURANGNYA MORALITAS MANUSIA
Cari Berita

BUDAYA DAN KURANGNYA MORALITAS MANUSIA

5 September 2017

ebudayaan juga merupakan cara manusia menggunakan teknologi untuk menenun motif-motif secara hukum dan mengenai keindahan dalam kesenian dan arsitektur dalam musik kesusastraan. (Gambar: Istimewa)
Manusia adalah mahkluk sosial. Manusia juga pasti memiliki sifat dan karakter masing-masing. Dalam kehidupan setiap orang dalam kesehariannya pasti mempunyai tujuan yang penting bagi dirinya sendiri maupun orang lain. Sering kali juga dalam realitas kehidupan kita, ada orang yang tidak mau melakukan sebuah tindakan dengan  diatur oleh orang lain. Dia ingin melakukan sesuatu itu dengan semaunya saja. 

Hal inilah yang menyebabkan perselisihan atau problem dalam hidup bersama. Ini dapat dilihat  dalam kehidupan masyarakat sekarang ini, banyak tindakan dari setiap orang  yang menyimpang dari nilai budaya yang menyangkut tentang moralitas. Sehingga nilai sosial budaya dan norma yang berlaku dalam masyarakat tidak punya arti apa-apa. Nilai dan norma-norma yang berlaku hanya semata-mata dan dianggap mengganggu aktifitas dari masyarakat itu sendiri. Ini disebabkan karena kurangnya moralitas manusia dan sikap keegoisan yang semakin meningkat.
Terlepas dari keadaan alamiah tersebut, dalam keteraturan hidup bersama, manusia perlu ditata dan disadarkan dengan mempelajari secara mendalam apa yang menjadi inti dari nilai-nilai sosial budaya serta mengembangkan budaya cinta kasih dalam masyarakat. Kesadaran dan kepedulian dari setiap orang juga sangat dibutuhkan dalam mengembangkan kebudayaan.
Kebudayaan adalah hasil kegiatan dan penciptaan batin manusia seperti kepercayaan, kesenian dan adat-istiadat. Kebudayaan juga merupakan cara manusia menggunakan teknologi untuk menenun motif-motif secara hukum dan mengenai keindahan dalam kesenian dan arsitektur dalam musik kesusastraan. Manusia meneruskan dan mewariskan kebudayaan itu melalui rupa-rupa cerita, mitos dan legenda, melalui cara hidup setiap orang, harapan-harapan yang diatur kedalam macam-macam lagu dan puisi, kerinduan-kerinduan terdalam yang dikembangkan dalam pertunjukan-pertunjukan tarian-tarian yang berkaitan dengan budaya. 

Dalam realitasnya kebudayaan tidak pernah statis, tetapi senantiasa mengalir bersama histori kehidupan. Kebudayaan diciptakan  terus-menerus dibaharui oleh para anggotanya ketika memecahkan persoalan yang dihadapi, mewariskan pengetahuan yang telah dipadukan secara bersama serta menyalurkan pengalaman yang telah membentuk dan senantiasa membentuk ulang nilai-nilai dan norma-norma masyarakat. Hemat saya hal ini juga relevan untuk disandingkan serentak diterapkan dalam ranah kehidupan masyarakat Manggarai.
Daerah manggarai adalah daerah yang kaya akan budaya dan sumber daya alam. Manggarai juga memiliki banyak tempat pariwisata. Kehidupan masyarakat Manggarai ada yang hidup di kota dan sebagian besarnya hidup di desa. Sehingga tidaklah salah kebudayaan atau adat-istiadat orang Manggarai masih begitu nampak. Tapi dibalik ini, orang Manggarai pada umumnya tidak menjaga nilai sosial budaya yang ada di dalamnya.  Masyarakat Manggarai sekarang ini, kurang mempelajari secara mendalam nilai sosial budaya yang dianuti serta sering melakukan tindakan semaunya saja. 

Kehidupan masyarakat Manggarai pada umumnya juga masih terlindas oleh dominasi cinta diri yang menjebak orang pada pemenuhan hasrat pribadi dan mengabaikan pihak lain yang menjadi korban. Berbagai kebobrokan dan distorsi nilai  sosial merupakan akibat langsung dari sikap keegoisan manusia itu sendiri. Adanya kemerosotan nilai sosial dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, pertama, minimnya pendidikan masyarakat. Hal ini dapat membiarkan ketidakebijaksanaan menguasai. Kedua, hasrat untuk berkuasa. Setiap orang mempunyai hasrat untuk menguasai yang lain. Ketiga, rendahnya pengawasan dan kontrol sosial, seperti keluarga, lembaga pemerintahan, dan tokoh masyarakat. Tidaklah salah jika kesenjangan sosial sangat terpupuk di negara kita ini, terutama kawasan Nusa Tenggara Timur(NTT). Terlebih kususnya Mangarai.
Oleh karena itu, supaya nilai sosial budaya yang masih ada dalam hidup kita  tetap terjaga maka sangatlah membutuhkan kesadaran dari setiap pribadi akan pentingnya budaya  dalam kehidupan. Pentingnya menanam kesadaran di dalam kepribadian setiap orang mengenai budaya cintah kasih dan sikap moralitas manusia dan juga harus diterapkan dalam budaya maupun dalam kehidupan bersama dalam keseharian. Dalam diri setiap orang juga harus dihilangkan sikap keegoisan yang akan membuat problem dalam masyarakat. Namun, lebih dalam individu bersangkutan harus mampu mengasosiasikan diri terhadap nilai-nilai yang ada. Dengan demikian kita dapat menjalarkan perkembangan manusia yang bermental kritis dan dialogal dalam kehidupan bermasyarakat.
Oleh: Yohanes Sahat