Adakan Sosialiasi di IKIP PGRI Bali, PMKRI Denpasar Tegaskan Mahasiwa Punya Tanggungjawab Sosial
Cari Berita

Adakan Sosialiasi di IKIP PGRI Bali, PMKRI Denpasar Tegaskan Mahasiwa Punya Tanggungjawab Sosial

25 September 2017

Suasana sosialisasi DPC PMKRI Cabang Denpasar di IKIP PGRI Bali, Sabtu (23/9) lalu (Foto: Dok. Pribadi).
Bali, marjinnews.com-Sabtu, 23 Sepetember 2017 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PMKRI Cabang Denpasar Sanctus Paulus Periode 2017 - 2018 melakukan Sosialiasi di IKIP PGRI Bali, Jln. Seroja, Tonja, Denpasar Timur, Denpasar Bali.

Sosialiasi yang dilakukan dihadapan 200 lebih mahasiswa baru ini dalam rangka mengajak mahasiwa baru dari berbagai golongan untuk ikut berdialektika bersama PMKRI Denpasar, secara khusus mengajak mahasiwa baru tersebut untuk ikut berdinamika di PMKRI Denpasar dengan mengikuti Masa Penerimaan Anggota Baru (MPAB) dan Masa Bimbingan (MABIM) yang akan dilakukan di bulan November ini.

Presidum Hubungan Antar Perguruan Tinggi (PHPT), Morgan Witu Leo menyampaikan bahwa sejatinya mahasiwa adalah ketika ia mampu terlibat dengan situasi ril di tengah masyarakat serta memikirkan solusinya untuk bisa mengatasi persoalan tersebut.

Mengambil contoh untuk menjelaskan semangat tersebut kepada ratusan mahasiwa baru, Mahasiwa Universitas Warmadewa itu menyampaikan usaha yang dilakukan oleh Aliansi Mahasiwa Bali Peduli Rohingya (PMKRI, PMII, KMHDI, dan HIKMAHBUDHI) adalah salah satu upaya nyata yang mesti dilakukan oleh mahasiwa dalam rangka memberikan kontribusi untuk menyelesaikan suatu persoalan.

Lebih lanjut, Ketua Presidum PMKRI Cabang Denpasar, Efraim Mbomba Reda mengatakan bahwa mahasiwa punya tanggungjawab sosial. Oleh karena itu, kebijakan yang diproduksi oleh universitas harus dimotivasi oleh prinsip ingin mendekatkan mahasiwa pada persoalan - persoalan ril di tengah masyarakat. Bersamaan dengan itu, ia juga mengajak mahasiwa baru tersebut untuk berdinamika bersama di PMKRI.

"PMKRI merupakan organisasi pembinaan dan perjuangan. Setiap mahasiswa akan dibina dengan nilai - nilai PMKRI yang universal serta diarahkan untuk berjuang bersama - sama."

"Organisasi ini bersifat inklusif, ia tidak membatasi diri bagi teman - teman yang berkeyakinan lain, selain Katolik untuk berkecimpung bersama di dalamnya." Papar Mahasiswa Hukum Universitas Warmadewa tersebut. (MN/TH)