RINDU
Cari Berita

RINDU

18 August 2017

Gurauan siang tak lagi sesejuk kicauan sang merpati di taman belantara, betapa diri sudah terasing diterpa musim, tersisa ruang hampa dalam jiwa tersisih dalam buih desahan hampa, membentangkan batas-batas suci sang jiwa. (Foto: Tasya Harman)
Rindu,
Berkah cahaya senja mengundang tangisan kecil sang jiwa
di sudut gubuk mungil nan suci tertanam rindu yang mengalun
ada anak kecil meniupkan suling penuh syahdu menggemparkan rimba kefanaan,
rindu ini bersilirkan selawat penuh kegundahan,
gurauan siang tak lagi sesejuk kicauan sang merpati di taman belantara
betapa diri sudah terasing diterpa musim,
tersisa ruang hampa dalam jiwa tersisih dalam buih desahan hampa
membentangkan batas-batas suci sang jiwa
bilah di kepal berurat bukan untuk berperang ataukah menikam
melawan jeritan rindu yang kian menjulur mengerasi dinding-dinding sunyi yang enggan berlalu bersama sepinya waktu,
bahkan waktu tak mampu lagi mengukir perputarannya,

yah, karena rindu telah menyusup relung nadi kehidupan.

Rindu,
adalah perkara kecil yang tak terselasaikan dalam hidup
kecil karena tak kelihatan, namun membara dalam jiwa
ibarat embun menyapa bumi di tepi pagi,
rindu hanyalah kristal kecil yang tak bernyawa kala sang fajar berpitam cinta

Rindu,
adalah kidung kesunyian berirama sendu,
meninggalkan luka, duka menganga dalam sukma
menitipkan hujan kelabu yang tak kunjung reda
bahkan pelangi pun berubah muka di sudut-sudut hati.

Oleh: Konstantinus Aman 
Pencinta Sastra-STFK Ledalero