Refleksikan Pesan Kemerdekaan Penyanyi Hip-Hop Indo, Tuan Tiga Belas
Cari Berita

Refleksikan Pesan Kemerdekaan Penyanyi Hip-Hop Indo, Tuan Tiga Belas

13 August 2017

Politisi menjadi pecandu narkoba bernama kekuasaan.
Dan kita larut dalam omong kosong persatuan tapi menolak perbedaan. (Foto: Istimewa)
Sebuah kritik pedas dari seorang penyanyi hip-hop asal Jakarta, Tuan Tiga Belas melalui lagunya yang berjudul “Apa Arti Merdeka” yang diupload ke youtube pada 16 Agustus 2015 silam melalui channel bernama Rebel Education Project (R.E.P).
Rapper yang sudah lama berkecimpung didunia musik hip-hop yang bermisi mengangkat boom bap, salah satu subgenre terbaik golden era hip-hop ini mengaku lagu “Apa Arti Merdeka” merupakan bentuk kegundahannya dengan teman-teman R.E.P. 
Mereka meyakini bahwa perkataan Michael Jackson adalah benar adanya. Dimana, jika kita mau mengubah dunia jadi lebih baik, hal pertama yang harus kita lakukan adalah mengubah orang dalam kaca yaitu diri kita sendiri.
Momen perayaan kemerdekaan kali ini, akan lebih bermakna ketika kita benar-benar menghayati dan merefleksikan bait demi bait lirik lagu “Apa Arti Merdeka” seperti berikut ini:
Euforia tiap tahun merebak di seluruh Nusantara.
Seketika kita bangga memakai atribut  negara
Sang saka merah putih diusung tinggi ke angkasa
Para petinggin sibuk berlaga didepan media massa
Tapi, apa kita paham apa itu arti kata merdeka?
Apa benar bangsa ini sudah benar-benar merdeka?
Apa bukti bahwa kita sudah merdeka?
Apakah merdeka menang melawan penjajah seperti yang ditulis dalam buku sejarah?
Atau karena tanah kita tercinta dari darah para pendahulu kita?
Lalu, sekarang apa yang kita lakukan untuk menghargai jasa-jasa mereka?
Sebagian besar generasi kita bahkan tidak tahu nama-nama mereka!
Para veteran tidak terurus, mereka terpaksa meminta-minta!!
Jas Merah Cuma status di media sosial.
Kita tidak pernah bangga dengan budaya punya kita sampai diambil tetangga sebelah kita
Kita pemberani dan berbahaya di dunia maya,
Mengkritik lewat sosial media, pun habis dengan segala artikel dan liputan berita
Di dunia nyata? Kita bahkan tidak peduli dengan orang-orang di sekeliling kita.
Mengapa generasi kita begitu cemas jika mereka tidak memakai merk handphone yang sama?
Mengapa kita membunuh sesama atas nama Tuhan yang kita puja?
Kenapa orang asing menguasai sumber daya alam kita?
Kenapa kita bisa melakukan apa-apa?
Kalau memang kita sejahtera, mengapa nasib patani belum sejahtera?
Kenapa kita baru bicara soal Papua setelah isu Tolikara?
Kenapa kita tidak tahu ada gerakan Free West Papua.
Itu terjadi di depan mata kita dan  kita melakukan apa-apa.
Kenapa korupsi mendapat remisi, narkotika dihukum  mati?
Kenapa kita selalu benci dengan segala sesuatu yang belum kita pahami?
Jika memang kita Bhineka Tunggal Ika, mengapa kita memaksakan harus satu warna? Kenapa?
Terlalu banyak pertanyaan, terlalu sedikit yang mencari jawaban!!
Padahal dalam agama, mabuk peran mereka sebagai Tuhan.
Politisi menjadi pecandu narkoba bernama kekuasaan.
Dan kita larut dalam omong kosong persatuan tapi menolak perbedaan.
Apa benar kita sudah merdeka?
Karena rasanya kita masih menjadi budak,
Budak kesombongan yang terlena oleh sejarah.
Orang yang kita lihat dalam kaca jelas terjajah.
Tidak ada siapa pun yang memerdekakan mereka, kecuali diri kita.
MERDEKA...

Editor: Andi Andur