Raisa dan Filosofi Sepeda Presiden Jokowi

Menu Atas

Cari Berita

Advertisement

Raisa dan Filosofi Sepeda Presiden Jokowi

27 August 2017

Pendeknya, bersepeda itu adalah bekerja keras dan mandiri, melaju dalam harmoni dan keseimbangan. Dan karena itulah, saya senang berbagi sepeda di setiap acara dan kunjungan (Foto: Istimewa)  
Banyak orang bertanya mengapa Presiden Jokowi dalam setiap kesempatan memberikan hadiah sepeda kepada anak-anak dan siapa saja yang berkesempatan terlibat dalam kuis-kuis Presiden Republik Indonesia ke-7 tersebut. Hal ini memang cukup masuk akal mengingat posisi Jokowi sebagai orang nomor satu Indonesia yang bisa saja memberikan hadiah lain yang lebih mewah dari pada sepeda kepada mereka, uang atau handphone misalnya.

Namun jawaban atas pertanyaan tersebut sudah terbongkar ke publik. Seperti keterangan Biro Pers Setpres dilansir indonesiavoice_, ternyata Presiden Jokowi memiliki pesan tersirat yang sangat mendalam terkait pemberian sepeda kepada anak-anak Indonesia, menteri kabinet kerja hingga artis cantik Raisa.

Berikut jawaban Presiden Jokowi soal filosofi sepedanya yang sampai diadopsi sebagai iklan oleh toko online shoope tersebut:

Saya senang bersepeda sedari dulu. Bersepeda itu mandiri dan bekerja keras. Kemajuan, kelajuan, juga kecepatan dihasilkan dari usaha sendiri, gerak tubuh sendiri, tanpa mesin atau dorongan tenaga orang lain. Seberapa cepat kita ingin sampai ke tujuan tergantung seberapa keras kita mengayuh.

Bersepeda itu gambaran kebersamaan dari anggota tubuh yang beragam bentuk, fungsi dan posisinya. Dengan mengayuh pedal seirama, mata memandang awas ke depan, tangan menggenggam kemudi seraya jari waspada menarik tuas rem. 

Bersepeda itu bergerak maju dalam keseimbangan. Jika jalan menanjak, badan sedikit membungkuk. Jika berbelok ke kanan atau ke kiri, tubuh ikut menyelaraskan. Satu yang tetap, titik berat pesepeda selalu ada di tengah-tengah.

Bersepeda itu semua orang, semua usia, lintas suku dan peradaban. Lagi pula bersepeda itu sehat, baik buat lingkungan sekitar karena bebas polusi. Pendeknya, bersepeda itu adalah bekerja keras dan mandiri, melaju dalam harmoni dan keseimbangan. Dan karena itulah, saya senang berbagi sepeda di setiap acara dan kunjungan.   

Jadi, seorang Jokowi selalu memiliki alasan tersendiri dalam setiap apa yang dilakukannya. Kita semua berharap semoga saja beliau memberikan jawaban mengapa selalu berkesempatan mengundang tokoh politik nasional, entah kawan atau lawan untuk makan bersama di istana negara. 

Kak Raisa juga paham soal filosofi sepedanya Presiden Jokowi gak ya?

Oleh: Andi Andur