Patriotisme Mgr. Soegijapranata Yang Sungguh Katolik
Cari Berita

Patriotisme Mgr. Soegijapranata Yang Sungguh Katolik

18 August 2017

Belajar dari sosok Patriotisme Mgr. Soegijapranata, saya menyadari bahwa Patriotisme Beliau adalah Patriotisme yang sungguh Katolik yang menjadi pijakan bagi kita semua khususnya umat Katolik yang selalu menggemakan slogan 100 % Katolik, 100 % Indonesia (Gambar: Istimewa)
Kemarin, memperingati 17 Agustus, tidak banyak hal yang saya lakukan apalagi selfie 17 belasan. Tetapi mencoba untuk menonton film Soegija tentang sosok Mgr. Soegijapranata untuk paling tidak mengingat dan menghadirkan kembali semangat dan spiritualitas keberanian Mgr. Soegijapranata.

Meski kebanyakan dari kita tidak mengenal langsung sosok Mgr. Soegijapranata, namun dari tulisan-tulisan Beliau, juga warisan rohani kebangsaan yang dititipkan untuk kita semua secara khusus umat Katolik dan sebuah film garapan Garin Nugroho, menjadikan kita mengenal dan merasa dekat dengan sosok Mgr. Soegijapranata yang bukan saja menjadi seorang Uskup milik umat Katolik, melainkan Uskup bagi seluruh bangsa Indonesia.

Saya mengatakan bahwa Beliau adalah Uskup bagi seluruh bangsa Indonesia, karena patriotisme dan keberaniannya mempertahankan hak agama dan juga membela serta mempertahankan hak Negara dari para penjajah.

Beliau melepaskan haknya sebagai seorang Katolik demi mewujudkan kewajibannya sebagai seorang Katolik 100 % dan Indonesia 100 % untuk mempertahankan hak agama bagi semua dan hak Negara.

“Penggal dulu kepala saya, baru tuan bisa menggunakan gereja ini sebagai markas”, demikian bahasa keberanian Mgr. Soegijapranata di hadapan tentara Jepang. Bahasa keberanian Beliau merupakan senjata untuk melawan penjajah demi mempertahankan keutuhan NKRI dan kebersamaan semua agama. Slogan 100 % Katolik, 100 % Indonesia, tidak hanya menjadi slogan bibir belaka, tetapi ditunjukan dalam tindakan nyata yang berani di hadapan tentara Jepang.

Keberanian Beliau, sejalan dengan ungkapan Beliau bahwa menjadi seorang Katolik harus menjadi Patriotisme yang Nasionalis untuk Indonesia dan semua golongan. Karena bagi Mgr. Soegijapranata; Kemanusiaan itu SATU, kendati berbeda bangsa, suku, bahasa, budaya, asal usul dan agama.

Belajar dari sosok Patriotisme Mgr. Soegijapranata, saya menyadari bahwa Patriotisme Beliau adalah Patriotisme yang sungguh Katolik yang menjadi pijakan bagi kita semua khususnya umat Katolik yang selalu menggemakan slogan 100 % Katolik, 100 % Indonesia. Namun tidak mampu melepaskan hak kita untuk menyambut kewajiban mempertahankan hak agama dan hak negara demi Kemanusiaan yang SATU.

Di tengah hiruk pikuk sentimen agama dan radikalisme yang mendera bangsa, kita tidak lagi meneriakan hak-hak kita sebagai umat Katolik, tetapi melaksanakan kewajiban kita untuk membela Kemanusiaan kendati berbeda bangsa, suku, bahasa, budaya, asal usul dan agama.  

Mgr. Soegijapranata, secara fisik memang telah tiada. Namun secara spiritual, Beliau masih nyata hadir di relung hati kita. Menjadi seorang yang sungguh Katolik, harus siap dan berani menjadi seorang patriotisme dan bukan sekedar patriotisme SELFIE. Karena Patriotisme kita itulah yang menjadi bukti kita sungguh Katolik yang memberikan kepada Allah apa yang menjadi hak Allah dan kepada negara apa yang wajib kita berikan kepada negara (bdk. Mt 22:21).

Manila: 17 Agustus 2017
Fr. Juan Tuan MSF