Lukisan Pantai Flores Mengalahkan Lukisan Karya Pelukis Terkenal Abad 19 Asal Rusia
Cari Berita

Lukisan Pantai Flores Mengalahkan Lukisan Karya Pelukis Terkenal Abad 19 Asal Rusia

6 August 2017

Lukisan Pantai Flores Karya Basoeki Abdullah (1942)
Flores selalu menyimpan sejuta cerita menarik untuk selalu dikenang. Selain karena kekayaan alam dan budaya lokalnya yang mendunia, Flores juga memiliki catatan sejarah paling penting dalam rentetan kisah perjalanan bangsa Indonesia. 

Dalam pameran bertema, "Senandung Ibu Pertiwi" yang menampilkan lukisan koleksi Istana Negara pada 2-30 Agustus 2017 para kurator yang mengkonsepkan pameran berdasarkan buku berisi koleksi lukisan Bung Karno menempatkan lukisan "Pantai Flores" karya Basoeki Abdullah sebagai lukisan dengan cerita yang paling menarik. (Kompas.com 2/8). 

Lukisan yang dibuat pada tahun 1942 itu tercipta berawal dari goresan cat air di atas kertas Bung Karno. Setelah itu, Bung Karno meminta Basoeki Abdullah untuk menyalin kembali potret pemandangan Flores dalam lukisan cat minyak di atas kanvas.

Dengan dibantu pengindraan Bung Karno, Basoeki Abdullah yang belum pernah ke Flores membuat lukisan tersebut. Cerita proses pembuatan lukisan itulah yang kemudian menempatkan lukisan, "Pantai Flores" itu menjadi pemenang nominasi pemilik cerita paling menarik diantara 48 lukisan lain termasuk karya pelukis terkenal abad-19 asal Rusia, Konstantin Egorovick Makovsky.

Sekilas tentang lukisan "Pantai Flores"

Selama empat tahun lebih masa pembuangannya di Ende, Bung Karno mengisinya dengan menikmati keindahan alam setempat. Salah satu objek pemandangan yang sangat disenangi adalah Teluk Numba, sekitar 12 kilometer ke arah barat dari kota Ende. Ia bahkan meminta pelukis besar, Basoeki Abdullah untuk menuangkannya ke dalam kanvas, kemudian mengoleksinya sebagai kenang-kenangan bersejarah.

Perhatikan latar belakang lukisan tersebut. Itulah lukisan Basuki Abdullah yang dipesan khusus oleh Bung Karno. Lalu, perhatikan foto Teluk 2013 di bawah ini. Kiranya, dari sudut inilah Basuki Abdullah melukis “Pantai Flores” yang tak lain adalah Teluk Numba.

Teluk Nimba, inspirasi Bung Karno menciptakan lukisan Pantai Flores karya Basoeki Abdullah
Ya, kiranya, inilah objek lukisan yang digemari Bung Karno karena nilai sejarahnya. Bagi pelalu-lintas rute Ende–Labuan Bajo, tentu akrab dengan pemandangan ini. Sebab, letak Teluk Numba di bibir jalan provinsi antarkota di Flores bagian selatan. Dari pusat kota Flores, berjarak kurang lebih 12 kilometer ke arah barat. Tidak terlalu jauh dari lokasi sungai Nangaba, tempat Bung Karno gemar berendam.

Di sepanjang jalur Ende–Teluk Numba, dan masih jauh setelahnya, sangat banyak pemandangan yang begitu indah, perpaduan dari gunung karst di kanan jalan, dan hamparan laut di kiri jalan. Nah, yang menarik adalah, alam seperti sudah menyediakan space untuk menikmati keindahan pemandangan Teluk Numba. 

Titik pandang foto itu, diambil dari semacam semenanjung, tepatnya tanah-lebih yang menjorok ke arah laut, sehingga bisa untuk memarkir kendaraan, dan turun menikmati keindahan Teluk Numba. Di pinggir kanan foto itulah tanah lapang tempat Basuki Abdullah melukis dulu.

Seperti kata Bung Karno kepada penulis biografinya, Cindy Adams, dia akan menghela nafas panjang manakala menyaksikan indahnya bumi Indonesia. Tahun 30-an, kawasan Teluk Numba tentunya jauh lebih alami, jauh lebih indah. Belum ada hiruk-pikuk kendaraan bermotor. Dan Bung Karno pun bisa menikmati Teluk Numba dari “semenanjung” kecil itu.

Flores benar-benar menjadi bumi inspirasi bagi Bung Karno. Inspirasi bagi gagasan landasan negara yang kemudian dikenal dengan Pancasila, maupun inspirasi bagi lahirnya karya-karya seni dari otak dan tangannya.

Oleh: Andi Andur