Langkah Baru
Cari Berita

Langkah Baru

10 August 2017

Tini Pasrin (Foto: Dok. Pribadi)
Aku berdiri di balik hati yang merayu
Untuk segera menutup senja bersama buaian goresannya yang menginspirasi
Akh, waktu betapa ajaibmu bagiku
Kau dendangkan aku pada lagu mesra
Kau peluk aku dalam dekapan kerikil yang kau lanjutkan pada kecupan
Agar ku paham ia menjelma jadi setapak
Sejak hari pertama dimana aku tahu
Engkau menuntunku pada petualangan baru setiap helaimu

Aku terkapar pada bunyi perut
Bukan karna ku ingin melahap habis   pauk itu

Tapi ah perut...
Masih saja kau tak paham
Ada yg lebih penting dari ocehanmu
Ada yg lebih menantang dari kicaumu yg haus akan lapar yg ingin segera kau legakan

Dan kau jari yang menjelma jadi harimau
Ini adalah hari dimana kau harus buas terhadap pengetahuan
Hari ketika aumanmu harus sampai di pelosok dongeng ksatria

Dan padamu mata
Tatapanmu harus sampai pada titik itu
Titik dimana tak ada tempat bagi kekeliruan
Karna lensamu adalah kecermatan
Agar telinga membimbingmu pada kesempurnaan 
Dari lidah yang mengecap indahnya alurmu

Dan aku pada hatiku akan bergerak dengan seluruhku
Seluruh kita
Karna aku adalah aku
Aku adalah kita
Kita adalah aku.

Sebab langkah baru bukan lagi penantian
Dia adalah sajak yang sudah terukir sejak tertata dalam jahitan pikiran.

Langkah baru yang kupejam bersama angan
Dan siap bangun untuk mendongengkannya pada dunia

Oleh: Tini Pasrin
Mahasiswa Jurnalistik Univ. Tribuana Tunggadewi Malang