$type=grid$count=4$tbg=rainbow$meta=0$snip=0$rm=0

Ku Khianati Cinta Kekasih Hatiku di Rel Kereta

Rasa memang tidak pernah berbohong, cinta memang tidak pernah berkhianat soal rasa. Aku mengaguminya dan dia menyukai itu. (Gambar: Istimewa)
Sore itu sangat ramai. Klakson-klalson mobil dan sepeda motor berbunyi tak karuan membahana di kolong langit. Pak Polisi hanya bisa mencakar pinggang sambil menggelengkan kepala kiri dan kanan lantas memarahi pengendara yang tidak tertib berlalu lintas.
 
Di bagian Timur juga sama. Tepat di bawah fly over yang penuh dengan tiang-tiang bendera, teriakan demi teriakan terdengar. Tukang becak mengumpat pengguna jalan yang pongah dengan kondisi sekitar. Lagi-lagi Pak Polisi kewalahan. 

Di pojokan banyak pedagang kaki lima berjubel merebut ruang mendirikan lapak, tukang ojek pengkolan menghardik pengendara ojek online yang mengambil jatah mereka. Waria sibuk berceloteh ria sambil sesekali menghisap rokok dengan asap membubung, mereka mengalahkan suara pengamen bernada sumbang mencari uang. Pemulung berbaju lusuh sibuk mengais sampah disamping pengemis tua renta berharap belas kasihan. Mana mungkin si pemulung memberinya uang sementara mereka juga susah?
 
Begitulah sekilas potret sekitar Stasiun Wonokromo sore itu. Debu-debu berseliweran, menambah pengap suasana panas Kota Pahlawan. Aku berdiri menyamping menghadap jalan raya, sambil sesekali melihat jadwal keberangkatan yang tertera di tiket kereta. Sudah sekitar sejam lamanya aku menunggu. Sudah hampir empat jam aku mempersiapkan perjalanan ini. 

Bukannya ngesah, bagiku perjalanan menuju bumi Arema kali ini sangatlah spesial. Setelah sekian lama larut dalam jadwal dan rutinitas yang padat setiap harinya, seorang dengan senyum manja dan sorot mata indah membebaskanku dari keterpurukan soal rasa dan cinta.
 
Satu hal yang aku lupa, setelah cukup lama nyaman dengan segala sesuatu yang menemaniku selama ini, ia bagai embun Oasis yang sejuk diantara panasnya Gurun Sahara. Perjumpaan melalui media sosial dan kesepakatan untuk menjalin sebuah hubungan ternyata tidak terlalu buruk. Dia mantan teman sekelas dulu waktu SMA. Aku mengaguminya sudah sejak saat itu, tetapi apalah arti sebuah cinta jika ada hubungan yang lebih baik selain berpacaran? Ya, kami menikmati masa-masa itu dengan cara kami masing-masing. Aku sakit dengan perasaanku, ia kecewa dengan penantiannya.
 
Rasa memang tidak pernah berbohong, cinta memang tidak pernah berkhianat soal rasa. Aku mengaguminya dan dia menyukai itu. Lalu dibawah kolong langit Jawa kami dipertemukan kembali masih dengan rasa yang sama. Tuhan terasa selalu dekat, langit serasa tidak terlalu tinggi untuk dijinjing. Doa kami hanya berkutat sekitaran aku, dia, langit dan Tuhan. Langit pun tampak tidak terlalu luas, Malang-Surabaya serasa lima cm dari atas langit dan itu dibuktikan dengan apa yang aku dan dia alami. Pertemuan inilah yang selalu aku nantikan.
 
Dalam kekalutan dan cemas yang menghampiri, pengumuman pun terdengar, "Kereta Api tujuan Malang ditunda keberangkatannya dua jam". Sebuah pertanda bahwa aku sudah harus beristirahat sejenak menghindari omelan ibu-ibu yang sudah lama menunggu.
 
Spontan aku melangkahkan kaki keluar dari ruang tunggu. Menerobos keramaian menuju warung kopi sekitaran rel Kereta yang penuh dengan lantunan biduan menyanyikan tembang dangdut penuh gairah. Kopi diseduh dengan cepat, asap rokok mulai membubung nikmat. 

Beberapa perempuan paruh baya pun merapat. Tawar menawar seputar harga terjadi, sekantong kondom yang tepat diletakkan disamping tempatku duduk membuatku tersedak seiring dengan belaian lembut seputar leher yang membuat geli seluruh badan. Ingin sekali aku menolak tetapi mau juga untuk menerima. 

Beberapa wanita menempel erat dari samping kiri dan kanan. Pertanyaan basa basi seputar informasi dasar datang silih berganti. Ingin aku berteriak, tetapi dada yang membeludak hanya bisa membuat bola mata keluar dari sarangnya. Entah mereka makhluk apa, tiba-tiba saja tertawa sambil menunjuk bagian penting raga saya. Sungguh sebuah penyiksaan terstruktural. 

Rokok dari tangan ku pun diraib lalu dihisapnya berlahan, bisikan berjenis desahan memenuhi gendang telinga. Aku takut untuk berdiri, menoleh pun susah sekali dilakukan. Hingga beberapa saat kemudian, seorang pemulung yang tadinya mengais sampah didepan stasiun merengkuh Gadis yang disisi kananku. 

Mereka beradu berlarut-larut. Desahan demi desahan pun bertalu bersama bunyi kenderang dangdut. Aku masih berkutat dengan asahku. Tiba-tiba saja dia duduk merayu diatas pangkuan lantas merapatkan bibirnya ke mulutku. Aku ingin sekali lagi memberontak, tetapi dia merajuk. Ia membutuhkanku, demikian aku membaca pesan dari sorot matanya. 

Jika aku masih ragu maka ragaku tidak lagi utuh. Sebuah anggukkan tiba-tiba menggerakkan kepala ini. Dia berjingkrak riang menarik lenganku ke sebuah ruang kecil beratap terpal. Menduduki di atas tenda lantas membuka setiap helai benang pembungkus badannya penuh. 

Ototku mengejang, penetrasi sekitar beberapa menit hendak menguji stamina. Dia melenggak lenggok mendekat. Merapatkan badannya diatas badanku lalu memejamkan matanya mencoba menghayati. Dia sepertinya sudah telaten melakukan ini. Semakin sering dia meraba, semakin cepat detak jantung bergejolak. Bulu kuduk berdiri. Keringat dingin membasahi pipi.
 
Tiba-tiba sebuah panggilan masuk merusak suasana itu. Suara khas sang pujaan hati yang tengah menunggu dengan segala ketidaksabarannya cukup membantu. Aku pun memutuskan untuk tidak mau mengkhianatinya. Tetapi, apakah mencintainya harus melukai dia yang dengan tulus ikhlas menekuni pekerjaannya? Dalam dilema aku mengangguk sambil tersenyum, ku kecup gadis yang tengah kecewa dihadapanku. Dia ternyata paham dan mengerti lantas hanya melakukan oral sex untuk memuaskan hasratnya dan juga hasratku untuk beradu.

Setelahnya kami bercumbu seperlunya saja hingga panggilan keberangkatan itu menghentikannya berdesah penuh makna. Aku tengah berjalan menuju kekasihku. Pujaan hatiku yang baginyalah hatiku satu.
 
Demikian kisah sendu di malam itu. Mengingatnya, membuatku kembali malam ini ke rel kereta untuk mencumbuinya penuh sebelum anak pertama kekasih pujaan hatiku lahir besok atau lusa. 

Oleh: Ecclesia Christi

Diskusi Bupati Manggarai Barat Mencari Pemimpin

Name

anak muda,2,Badung,1,Bali,135,Ben Senang Galus,2,Bencana Alam,2,Berita,186,Bhineka,2,Birokrasi,2,BNI,1,Bola,3,bom,1,Bom Bunuh Diri,3,Borong,4,BPJS,1,Budaya,34,Bung Karno,1,Bunuh Diri,4,Bupati Mabar,2,Camilian,1,Celoteh,3,Cerpen,202,Chelsea Islan,1,Chiristian Rotok,1,Daerah,646,Dana Desa,1,Dari Kami,3,Demokrasi,22,Denpasar,19,Desa,2,Destinasi,1,Diaspora,2,Dilan,3,Donny Isman,1,DPR RI,4,E-KTP,5,Editorial,51,Ekonomi,5,Ekspresi,1,Ende,6,Entrepreneur,1,Feature,35,festival Komodo,2,Film,7,Filsafat,2,Fitur,1,Flobamora Cup,1,Flores,10,Focus Discussion,1,FPI,1,Gantung diri,2,Gaya,1,gaya hidup,8,Gedged,1,Gempa,7,Gereja,3,Gereja Katolik,3,Gerindra,1,GMNI,4,Golkar,1,Gusti Dulla,1,HAM,2,Hand Phone,1,Hari Buruh,2,hari buruh internasional,1,Hari Perempuan Internasional,1,Hiburan,27,HMPCK,1,Hoax,2,hukum,68,Human Trafficking,4,IBT Expo,1,Idul Fitri,1,IJM,1,IKEMAS CUP,7,Imlek,1,Indonesia,1,Indonesian Idol,8,Inspirasi,17,Internasional,17,Internet,2,Investasi,1,IPD,3,Iriana Jokowi,1,Ivan Nestorman,1,IYC Jatim,1,Jabar,1,JAD,1,Jakarta,5,Jatim,3,Jawa Tengah,1,Jawa Timur,4,JK,1,Jogja,2,Jogyakarta,3,Jokowi,18,JRUK Sumba,2,jurnalistik,3,Kalimantan,5,Kampanye,2,Kampus,3,Kapolri,1,Kar. Ilmiah,4,Karanganyar,1,Karya Sastra,308,Kata Mereka,2,KDRT,1,Keagamaan,6,kebakaran,4,kebudayaan,3,kecelakaan,2,Kecelakaan Lalu Lintas,2,Kediri,2,Kejadian. Jakarta,1,kejahatan,2,Kemahasiswaan,6,Kemanusiaan,55,kemenkominfo,1,Kemiskinan,2,kepala daerah,1,Kepemuaan,5,Kepemudaan,155,kepemudan,7,kerohanian,2,Kesehatan,5,Ketahanan Nasional,1,Keuangan,1,KNPI,2,Komodo,9,Komunikasi,1,Komunitas,5,Koperasi,1,Korban,1,Korupsi,55,KPK,11,KPU,1,Kreatif,1,Kriminal,52,Kritik Sastra,3,Kupang,25,Labuan Bajo,51,Lakalantas,11,Larantuka,1,Legenda,1,Lembata,2,Lifestyle,3,Lingkungan Hidup,13,Literasi,14,lombok,1,LP Cipinang,1,Luar Negeri,15,Mahasiswa,47,Makasar,6,Makassar,4,Malang,4,Manggarai,121,Manggarai Barat,21,Manggarai Timur,27,Marianus Sae,1,Marion Jola,3,Masalah Rokok,1,Masyarakat,1,Mataram,2,Maumere,7,Media,1,Media Sosial,3,Medsos,2,Mendikbud,3,Menkominfo,1,Milenials,102,MMC,1,musik,1,Narkoba,8,Nasional,350,Natal,18,Ngada,8,Novanto,2,Novel,16,NTT,345,Nyepi,2,Olahraga,13,Opini,560,Orang Muda,7,Otomotif,1,OTT,2,Padang,1,Papua,16,Pariwisata,26,Partai Politik,25,Pasangan,25,Paskah,2,pelajar,2,Pembangunan,5,pemerkosaan,1,Pemilu,19,Pemuda,3,Pencurian,2,Pendidikan,89,Penerbangan,4,penyanyi,1,Peradi,1,Perdamaian,1,Perempuan,19,Perindo,1,Peristiwa,1365,Pers,3,Perzinahan,1,Petani,1,Petrus Selestinus,1,Piala Dunia,1,Piala Oscar,1,pileg 2019,1,Pilgub,40,Pilkada,98,Pilpres 2019,25,PKRI,1,PKS,1,PMII,1,PMKRI,23,PMKRI Bogor,1,Pmkri Jogja,1,Poco Ranaka,1,Pojok Redaksi,50,Polisi,24,politik,89,Politikus,6,POLRI,8,PP PMKRI,1,Pristiwa,39,Prosa,1,PSK,1,Puisi,100,Puteri Indonesia,2,Radikalisme,1,Ratna Sarumpaet,4,Refleksi,9,reformasi,1,Regional,6,Religi,2,Remaja,1,Rensi Ambang,1,Riau,1,Ricuh,1,Rindu,1,Risma,1,Rizieq Shihab,7,Rote Ndao,2,Ruteng,30,RUU,1,Sabu,1,Sail Komodo,1,Sajak,14,Sam Aliano,1,Sastra,3,Sejarah,1,Sekilas Info,42,Sekolah,2,seleb,1,Selebritas,28,selingkuh,1,Sidoarjo,1,situs pornografi,1,Somasi,1,Sosial,3,Sosial Politik,1,Sosok,31,Sospol,35,Spesial Valentine,1,Start Up,1,Suara Muda,235,Sumba,8,Surabaya,36,Tahun Baru,10,Tarakan,1,Tata Kota,1,Teknologi,9,Tentang Mereka,68,Tenun Manggarai,1,Terorisme,14,Terorismes,4,TKI,4,TNI,1,TNK,1,Togar Situmorang,11,Tokoh,16,Tol Laut,1,Toleransi,2,Tour Jurnalistik,1,Ujian Nasional,1,UNITRI-Malang,1,Unwira,1,UU MD3,7,Valentine,2,Viral,3,Wisata,21,Wisuda,1,WNA,1,
ltr
item
MARJINNEWS.COM: Ku Khianati Cinta Kekasih Hatiku di Rel Kereta
Ku Khianati Cinta Kekasih Hatiku di Rel Kereta
https://2.bp.blogspot.com/-sYRW88IBBZ4/WZNgss7LYZI/AAAAAAAABLs/n9UhfXa0_N4h33vRlQNdQRDyUoC8nFBogCLcBGAs/s320/Cerpen_MarjinNews.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-sYRW88IBBZ4/WZNgss7LYZI/AAAAAAAABLs/n9UhfXa0_N4h33vRlQNdQRDyUoC8nFBogCLcBGAs/s72-c/Cerpen_MarjinNews.jpg
MARJINNEWS.COM
http://www.marjinnews.com/2017/08/ku-khianati-cinta-kekasih-hatiku-di-rel.html
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/2017/08/ku-khianati-cinta-kekasih-hatiku-di-rel.html
true
971126874416220402
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy