Johannes Marliem, Saksi Kunci E-KTP Itu Telah Memilih Pulang

Menu Atas

Cari Berita

Advertisement

Johannes Marliem, Saksi Kunci E-KTP Itu Telah Memilih Pulang

12 August 2017

Johannes Marliem (almarhum) [Foto: tempo.co]
Biografi singkat Johannes Marliem seperti tertulis dalam web resmi mereka marliem.com menunjukkan bahwa betapa ia sangat mencintai negaranya, Indonesia. Hal tersebut ditunjukkan dengan biografi singkat Johanes seperti berikut ini: 

Johannes Marliem lahir dan besar di Indonesia. Setelah mendapatkan pengalaman kerja yang berharga dalam menjalankan bisnis keluarganya, Marliem menempuh pendidikan internasional di University of Minnesota di Amerika Serikat. Setelah lulus, dia mulai bekerja di sebuah perusahaan besar di daerah Minneapolis, Minnesota. Di awal era ponsel pintar, semangat kewirausahaan Marliem menunjukkan saat ia mengembangkan sistem kupon berbasis ponsel, perusahaan start up pertamanya.
 
Marliem membangun pengalaman itu dalam penciptaan dan pengoperasian bisnis baru yang besar dan sukses yang berfokus pada integrasi teknologi dengan fungsi pemerintah yang diperlukan di Indonesia. Dia bekerja untuk menggabungkan teknologi internasional dan layanan internal pemerintah Indonesia untuk menangani platform biometrik multimodal di negara ini, yang pada akhirnya melayani lebih dari 150 juta pengguna. Pekerjaan Marliem memungkinkan solusi untuk penipuan identitas, keamanan nasional dan keamanan dalam negeri, kredensial elektronik dan cerdas, manajemen akses, pengelolaan perbatasan dan transaksi keuangan yang aman di seluruh Indonesia. Keberhasilan bisnis Marliem adalah bukti pandangan ke depannya untuk dapat memahami, memprediksi dan menerapkan penggabungan antara teknologi, keamanan nasional, dan manusia.
 
Marliem adalah visioner untuk bisnis ini, mengembangkan strategi untuk melayani dengan baik tujuan bisnis jangka pendek dan jangka panjang. Dia mengawasi pelaksanaan proyek untuk memastikan kesuksesan perusahaan. Dia secara khusus mengarahkan cabang Biomorf Lone menuduh inovasi dan implementasi produk baru. Pendekatan disiplin Marliem untuk mengelola bisnis dan berinvestasi pada pertumbuhan di masa depan telah menempatkan Biomorf Lone sebagai pemimpin industri saat ini.

Akan tetapi, sejak koran Tempo pada edisi 19 Juli 2017 menurunkan laporan utama tentang Marliem, yang mengklaim mempunyai rekaman pembicaraan dengan para perancang proyek E-KTP dengan anggaran Rp 5,9 triliun itu. Di antaranya rekaman pertemuannya dengan Setya Novanto, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat yang telah ditetapkan sebagai tersangka perkara itu. 

Nama Johannes Marliem kembali muncul ke permukaan hingga menghebohkan media nasional dan internasional setelah dikabarkan meninggal dunia akibat bunuh diri dengan senjata di Amerika Serikat pada 9 Agustus waktu setempat.

Dalam wawancara khusus dengan Tempo melalui aplikasi Facetime pada Juli 2017 seperti dilansir tempo.co tanggal 11 Agustus 2017 pukul 20. 11 WIB, Marliem, yang mengaku berada di Amerika Serikat, menyatakan merekam semua pertemuan yang ia ikuti dalam membahas proyek itu. "Rekaman pertemuan selama empat tahun," ujarnya. Menurut dia, rekaman yang disebutkan total berukuran 500 gigabita itu bisa menjadi bukti buat menelisik korupsi yang merugikan negara hingga Rp 2,3 triliun tersebut.

Dalam tuntutan dua terdakwa yang sudah diadili, yakni Irman dan Sugiharto, Marliem disebut sebagai penyedia produk sistem perekaman sidik jari bermerek L-1. Menurut jaksa, ia beberapa kali bertemu dengan pengusaha Andi Agustinus. Dikenal sebagai Andi Narogong, menurut Komisi Pemberantasan Korupsi, Agustinus merupakan kepanjangan tangan Setya dalam perencanaan, pembahasan anggaran, dan pengadaan barang proyek e-KTP.

Marliem mengatakan dua kali penyidik KPK meminta keterangan. Pemeriksaan pertama dilakukan di Singapura pada Februari 2017 dan yang berikutnya di Amerika Serikat pada bulan Juli 2017. Menurut dia, pemeriksaan di Amerika bahkan dihadiri dua pejabat selevel direktur.

Dimintai konfirmasi tentang pernyataan Marliem, Setya mengatakan tidak tahu. Ia menyatakan tidak mengenal dan tidak pernah bertemu dengan Marliem. "Enggak kenal saya," katanya.

Dalam konferensi pers di Jakarta, 18 Juli 2017 itu, Setya mengatakan tidak menyangka KPK menetapkan dia sebagai tersangka. "Saya kaget," ujar Ketua Umum Partai Golkar itu. Ia kembali membantah terlibat dan menerima aliran dana proyek e-KTP. "Saya percaya Allah tahu apa yang saya lakukan. Insya Allah apa yang dituduhkan tidak benar," ia menambahkan.

Paulus Tannos, Direktur Utama PT Sandipala Arthapura, perusahaan anggota konsorsium pelaksana proyek e-KTP, yang kini juga bermukim di Singapura, membenarkan identitas Marliem yang diwawancara Tempo. Tapi ia menolak berkomentar tentang pernyataan-pernyataan Marliem.

Rest In Peace Johannes Marliem, semoga keluarga yang ditinggalkan dapat merelakan kepergianmu dengan lapang dada.

Kami redaksi marjinnews.com menyampaikan mohon maaf atas kekeliruan judul artikel ini dari sebelumnya Johannes Marliem, Putra Terbaik Indonesia Harus Dilenyapkan Karena E-KTP menjadi Johannes Marliem Saksi Kunci E-KTP Itu Telah Memilih Pulang

Editor: Andi Andur