Untuk Aisyah, Gadis Manis Bola Ping Pong
Cari Berita

Untuk Aisyah, Gadis Manis Bola Ping Pong

8 June 2017

Model: Oktaviani Sofian, Foto : Ika Matong
Aisyah, berkali-kali aku bergumam namamu,
Meniti setiap huruf demi huruf sambil menerka, 
Apa gerangan yang membuatku enggan mengedip mata dihadapanmu?
Sorot mata indahmu meneduhkan aku dengan lentik bulu matamu
Senyum tipismu meluluhkan hatiku untuk berlalu begitu saja
Kata-kataku terlalu naif menggambarkan siapa kau,
Tetapi Aisyah, jika engkau sekali saja melirik dan menelisik hatiku
Maka disana, di dalam ruang ternyaman dalam hidupku, ada namamu

Aisyah, hiruk pikuk kota tidak bisa meredam derai merdu tawamu
Ibarat bersembunyi diantara lorong-lorong sempit nan gelap,
Dia mendesah nikmat bertalu merdu di gendang telinga ini,
Aku terganggu, aku tak sanggup menghapusnya penuh
Beberapa waktu lalu, denyut nadiku dikalahkan jam dinding,
Detak jantungku hilang terbawa angin..
Mengigau aku dalam kegelapan, memanggil-manggil namamu keras,
Kabar bulan tentang lenyap ragamu menyiksa batin,
Memantik emosiku yang menangis bersama lolongan anjing malam
Bintang-bintang enggan menyala terang, mereka bersembunyi dibalik rembulan
Awan pekat menari riang, mencoba menghilangkan duka di kaki bulan

Aisyah, maafkan aku yang diam-diam mengagumimu
Berkhayal akan sebuah masa depanmu bersamaku,
Maafkan aku yang mengusikmu dengan lantunan doa sungguh kepada Tuhan akan rasaku,
Berharap memilikimu ternyata memang hanya sebatas angan.
Dengan hanya melambaikan tangan, engkau pamit untuk berlalu...
Dengan hanya melontar senyum, engkau mengucap salam perpisahan
Tidakkah sedikit engkau membaca tanda cinta disudut bola mataku?
Tidakkah engkau sadar, senyummulah yang menjadi kebangganku jika memilikimu?
Tidakkah engkau tahu setiap kelakukan konyolku dihadapanmu adalah sebuah pertanda?
Tidakkah...

Ah Aisyah, benar kata kawanku
Aku seorang pengecut yang tidak tahu diri,
Mengabaikan rasaku membuatku kehilangan dirimu.
Maafkan aku yang selalu mengagumimu
Maka biarkan Rosario pemberian ibu ini aku sematkan tepat pada batu nisanmu...

Aisyah si gadis manis bola ping pong, 
Aku meridukanmu...

Ruang gelap bersama terangnya lilin, diantara luapan derita cinta yang terpendam, sajak ini aku tuliskan untukmu

Oleh : Ecclesia Christi