Sajak Kosong, Cinta Aku Pamit

Menu Atas

Cari Berita

Advertisement

Sajak Kosong, Cinta Aku Pamit

3 June 2017


Tetes demi tetes berjatuhan,

Aku lupa menghitung seberapa banyak yang jatuh selepas hujan berlalu saat aku menatapnya dari tepi jendela.
Aku termenung, kian merenung.
Aku lupa, aku telah menatapnya kosong..
Hampa..seakan tak ada petir menyambar setelah gemuruh bergaduh
Hujan menjadi saksi hampanya diriku,
Jendela perasa seakan dia peka,
Dia tahu aku resah
Maaf aku tak mengenalmu dari awal
Maaf aku mengabaikan rasamu sejak itu
Saat aku percaya akan satu cinta, aku yakin tak ada cinta lain setelah aku memberikan segalanya
Benarr?? Tidakkk!!! Itu tidak benar
Nyatanya aku mencintaimu dari sisi lain selain aku mencintainya dari sisiku
Nyatanya rasaku salah, a
ku terlanjur jatuh dan mencintaimu di saat aku ingin pergi.

Maaf jika itu melukaimu!

Aku tahu aku salah!

Tapi, aku tak bisa berkata banyak Aku tak lagi bisa mengeja sajak di antara bait-baitmu

Sesak? Iaaa!

Tapi apa, ia tak menggubris.

Maaf jika luka itu kembali menyayat. Matahari seakan melarang awan menagis

Terimakasih untuk tetap tinggal cinta, tetapi...

Aku pamit...


Oleh: Dian Imbun
Mahasiswa Fakultas Ekonomi, Universitas Riau Kepulauan