Surat Cinta untuk Mantan

Menu Atas

Cari Berita

Advertisement

Surat Cinta untuk Mantan

17 May 2017

Hai, Apa kabar? 
Masih ingat aku nggak? hehehe :D
Semoga aja ingat! 

Aku adalah orang yang selalu membuatmu tertawa, yang selalu mengucapkan selamat pagi sayang, memberimu semangat saat kamu menyerah, menghiburmu saat kamu sedih, memberimu nasehat disaat kamu banyak masalah bahkan aku asalan dibalik senyummu itu.

Tapi itu dulu, 

Terima kasih ya untuk senyuman indah yang pernah kau kasih ke aku, terima kasih untuk canda tawa yang dulu menyempurnakan rasa bahagia karena aku milikmu, terima kasih sudah menjadi tempat berbagi cerita dan keluh kesahku. Mungkin kini kamu sudah bahagia, bahagia setelah aku pergi. Dulu aku hanya menjadi beban dalam hidup kamu. Jadi seseorang yang bikin kamu ribet, yang banyak ngatur, jadi seseorang yang harus dapat kabar dari kamu, dan semua hal yang aku lakukan yang mungkin bikin kamu tidak nyaman. Tetapi jujur, semua itu aku lakukan karena aku sangat menyayangimu!
Takut kamu pergi, takut kamu berubah, dan sangat takut kehilangan kamu.

Aku mau cerita sedikit ya..

Tentang perasaan aku dulu ke kamu, awalnya perasaan ini biasa saja sampai aku sadar kalau aku benar-benar sayang sama kamu. Mungkin kamu bosan dengar kata, "Aku sayang kamu". Bosan dengar aku sering bilang, "I love you sayang". Tapi aku tidak pernah bosan bilang itu ke kamu. Karena aku nggak mau kamu lupa, aku mau kamu selalu ingat kalau aku benar-benar takut kehilangan kamu.

Tapi sekarang ceritanya sudah beda. Kamu menjalani kisah hidupmu dan aku menjalani kisah hidupku. Aku akan selalu ingat kamu dan tidak mungkin bisa aku lupa seseorang yang dulu pernah mengisi hati ini.

Semoga kamu bahagia sekarang, jaga diri kamu baik-baik, maafkan semua kesalahan yang pernah aku buat ke kamu. Maaf atas luka yang pernah aku berikan, simpanlah aku dan kenanglah sebagai seseorang yang dulu pernah ada dihati kamu. Itu pun jika kamu mau atau mungkin kamu sudah menghapus semuanya dari hatimu. ya..Itu hak kamu!

Setiap hari, aku selalu mencoba untuk selalu ada untukmu, aku selalu berusaha agar kamu tidak kesepian, tapi tidak adakah sedikit saja waktu untukku. Waktu untuk kita menghabiskan waktu bersama seperti dulu lagi. Aku ingin sekali menghabiskan waktu bersamamu lagi. Tetapi, kamu tidak pernah mengerti dengan perasaanku. Jujur, aku tidak bisa berkata apa-apa lagi untuk berjuang dan bertahan dalam cintamu.

Aku memilih tersenyum, meski harus menahan rasa sakit dalam hati ini. Sampai air mata ini tak sanggup lagi menetes memperjuangkan cintamu. Aku tidak memaksa kamu berubah seperti apa yang aku inginkan, tapi aku hanya meminta pedulilah sedikit kepadaku, hargai pengorbanan ini sayang. 

Mungkin jika aku sudah tidak sadar engkau akan sadar, betapa besar pengorbanan cintaku kepadamu. Terkadang engkau engkau menghapus lukaku, dan mengobati lukaku. Namun kau lukai lagi, kau paksa air mataku jatuh lagi. Tidakkah engkau melihat aku disini mengharapkan cinta dan kasih sayangmu seperti dulu lagi? Atau engkau senang melihat aku seperti ini? 

Aku bisa membenci dirimu dan melupakan semua tentang dirimu, namun itu sia-sia dan percuma kau selalu ada bahkan saat kita berpisah sangat lama. Aku tidak bisa menghapus bayangmu. Sayap-sayap cintaku tak mau pergi meninggalkanmu, dia lebih memilih bertahan menunggumu. Walau dia tahu kalau menunggu itu sakit apalagi dalam ketidakpastian. 

Satu hal yang membuatku bertahan hingga detik ini, kehadiran akan pengakuanmu atas diriku. Aku takut kehilanganmu, bukan sosokmu tetapi perhatian dan kasih sayangmu. Aku kwatir akan dirimu, kwatir kamu tidak akan lagi mencintaiku.

Terkadang aku tak sadar air mataku menetes, saat aku terlalu merindukanmu. Mungkin suatu saat nanti kau akan mengerti arti dari kecemburuan, amarah, dan air mataku ini. Air mata yang selalu jatuh karena sikapmu kepadaku, yang sering membuat hati ini terluka. Dan itu membuat aku sangat sakit.

Tetapi itu sudah terobati dan termaafkan karena aku sangat menyayangimu. 

Oleh : Ecclesia Romaria*
Editor : Andi Andur 
*Nama pengarang atas kesepakatan redaksi dan penulis