Pemuda Evav Cinta Damai

Menu Atas

Cari Berita

Advertisement

Pemuda Evav Cinta Damai

13 May 2017

Pemuda Evav melakukan aksi 1000 lilin untuk gerakan solidarita menjaga NKRI dan Pancasila, Kei Maluku Tenggara pada Kamis (11/05)
Keadaan Indonesia semakin memburuk dengan munculnya berbagai masalah sosial pasca PILKADA DKI yang sarat kontroversial itu. Berbagai fenomena muncul secara tiba-tiba. Bermacam-macam  aksi mengatasnamakan perdamaian semu memenuhi ibu kota, Jakarta. Polemik tentang pro-kontra mengenai kasus sang petahana yang sudah dinyatakan kalah dalam PILKADA terus berlanjut. Sidang demi persidangan di gelar, berbagai aksi tidak lazim semakin mewarnai Indonesia. Karangan bunga, pembakaran lilin, hingga balon menjadi trending topik seolah menggambarkan bahwa pendukung petahana tengah mencoba menyentuh bagian terdalam masyarakat Indonesia, hati nurani.

Keputusan pemerintah melalui Kementrian POLHUKAM, Wiranto beberapa waktu lalu mengigatkan kita akan keberadaan organisasi masyarakat yang radikal ditengah kehidupan masyarakat kita. Aksi-aksi mereka dinilai menjadi pemicu terjadinya gejolak politik tanah air yang cenderung mengarah kepada sikap intoleran dan bisa berujung kepada pecahnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Hal ini menjadi perhatian besar masyarakat Indonesia yang kemudian tergerak hatinya untuk melaksanakan sebuah aksi damai dengan tema besar “Menjaga NKRI”.

Aksi-aksi dengan varian bentuk ini mengingatkan penulis kepada apa yang pernah dikatakan Ir. Soekarno pada salah satu bagian pidatonya, “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah. Perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri”. Sangat pendek tetapi juga sangat bermakna karena sarat akan pesan-pesan moral yang sangat luar biasa. Sekarang ini telah terbukti, berbagai persoalan muncul ke permukaan, isu-isu SARA menjadi cara ampuh melumpuhkan setiap Nilai-nilai Pancasila yang luar biasa itu.

Kekuasaan menjadi momok pemecah belah bangsa.

Menyikapi hal ini, Pemuda Evav Kepulauan Kei Maluku Tenggara, turut prihatin dengan keadaan Indonesia saat ini. Rasa dan semangat Nasionalisme serta solidaritas yang menjiwai Pemudan EVAV terbukti dengan menggelar aksi 1000 lilin untuk perdamaian dan keadilan. Aksi ini adalah sebagai lambang kepedulian anak Negeri yang memiliki kesadaran bahwa kami juga bagian dari NKRI.

Aksi yang bertempat di Langgur, Maluku Tenggara ini melibatkan Orang Muda Katolik (OMK) Wilayah Kei-Kecil dan Kota Tual sebagai bagian dari kepedulian mereka terhadap carut marutnya kehidupan di Indonesia terutama ancaman akan terbaginya Indonesia menjadi beberapa bagian seperti yang ditakutkan kita semua.

Menurut seorang peserta yang terlibat aksi 11 Mei ini Rudy Mayabubun, aksi pembakaran 1000 dilakukan sebagai kegiatan yang menginspirasikan spontanitas dari anak –anak muda dalam hal ini Orang Muda Katolik (OMK) Wilayah Kei – Kecil dan Kota Tual yang ingin menegaskan kepada Negeri ini bahwa NKRI dan PANCASILA adalah harga mati dan tidak bisa diganggu gugat.

“Aksi ini sebagai bentuk kepedulian kami sebagai anak-anak muda Maluku Tenggara yang secara spontanitas mau menunjukan bahwa masyarakat Indonesia harus paham bahwa NKRI dan Pancasila itu harga mati dan tidak bisa diganggu gugat” Ujar Rudy.

Aksi ini diawali dengan pembakaran lilin yang berlangsung di depan Gereja Katedral Langgur, yang diawasi langsung oleh Polres Maluku Tenggra selaku petugas keamanan dan selanjutnya Long march yang dimulai dari depan Balai Ohoi Langgur menuju Jalan Soekarnao Hatta Ohoijang dan berakhir di tempat semula di depan Balai Ohoi Langgur.

Aksi tersebut ternyata menggugah dan menginspirasik masyarakat Ohoi Langgur dan sekitarnya sehingga turut menyalakan lilin di sepanjang jalan. Aksi ini juga mendapatk perhatian dari KNPI Maluku Tenggara, sebagai apresiasi atas aksi 1000 lilin untuk perdamaian dan keadilan untuk NKRI. Makna dan tujuan pemuda EVAV khususnya anak-anak OMK Kei–kecil dan kota Tual Maluku Tenggara ini ingin memupuk perdamaian dan keadilan serta membangun jiwa nasionalisme dalam diri kaum muda untuk NKRI yang lebih baik.

“Aksi ini juga sebagai gambaran kepada publik bahwa, walaupun kami kecil namun semangat Nasionalisme dan Solidaritas kami itu besar dan kami peduli kepada NKRI” Lanjut Rudy.

Oleh : Fransiskus Tawurutubun                                                                              
Kontributor marjinnews.com