Melawan Rasa Takut

Menu Atas

Cari Berita

Advertisement

Melawan Rasa Takut

28 April 2017



Fransiskus Tawurutubun

Rasa takut adalah rasa yang sudah pasti ada dalam setiap pribadi manusia. Rasa takut acap kali menghasilkan efek-efek tersendiri pada masing-masing pribadi setiap orang. Rasa takut yang berlebihan akan berdampak buruk bagi kita dan cenderung membuat kita terpojokan. Efeknya pun bermacam-macam seperti gelisah, minder dan selalu menutup diri. 

Banyak orang enggan melakukan segala sesuatu dengan berbagai pertimbangan. Takut salah, takut di tertawai, di cemoohkan, dan di  jelekan. Sifat ini membuat kita selalu terjebak dalam pola pikir keengganan untuk berubah dan keluar dari zona nyaman.

Pada tulisan pertama ini penulis lebih tertarik membahas tentang dua hal yang lazim kita biarkan tumbuh dalam diri kita yaitu ketakutan untuk di kritik dan takut gagal melakukan sesuatu hal.

Takut di kritik
Sebagai manusia normal setiap manusia selalu dihadapkan pada tantangan yang tidak pernah benar-benar datang dari lingkungan sekitar. Pikiran kita sendiri cenderung membuat kita enggan berkembang dan hal ini sebenarnya yang menjadi penyakit tidak tersembuhkan dalam diri setiap manusia. Membuat masalah tanpa pernah benar-benar menjadi masalah membuat kita tidak berkeinginan melakukan sesuatu yang sangat mudah kita lakukan, salah satunya adalah takut di kritik.

Ketakutan akan kritikan menjadi momok setiap orang untuk memulai sesuatu. Ketiadaan pikiran positif yang tertanam dalam budi kita masing-masing akan mencampakan kita dari sebuah harapan akan kenikmatan sebuah pengalaman baru. Mengeluarkan aura positif dalam menjalankan segala sesuatu setidaknya mampu membuat kita secara pribadi optimis mampu meredam segala sesuatu yang kita nilai mengandung pesan kritikan meski pun hal tersebut bukan benar-benar adalah sebuah kritikan.

Berpikir positif akan setiap masukan dan kritikan idealnya menjadi bahan intropeksi diri yang sangat baik untuk kemudian kita menempa diri untuk selalu menjadi seorang yang transformatif. Membuat inovasi-inovasi baru dari hal-hal sederhana untuk diri sendiri dan secara tidak langsung akan berdampak juga kepada orang lain.

Dengan kesalahan yang pernah kita lakukan akan mampu membuat kita selalu mencoba secara terus menerus tanpa sedikit pun memikirkan beberapa hal yang menumbuhkan ketidaknyamanan dalam belajar melihat situasi dan kondisi sosial sekitar kita.

Takut gagal
Gagal merupakan sebuah keniscayaan. Bagi penulis sendiri kagagalan merupakan sesuatu yang tidak masuk akal, karena bagaimana pun indikator yang menentukan kita gagal atau tidak tergantung bagaimana kita menilai dan memaknai proses yang telah kita lalui. Sehingga penulis tidak mau menggunakan istilah gagal dalam setiap usaha penulis tetapi keliru.

Kegagalan secara harafiah kita pahami sebagai sebuah ketidakmampuan kita melakukan segala sesuatu yang kita tetap sejak awal. Pemahaman seperti inilah yang kemudian membatasi kita untuk tetap mengekspresikan diri. Padahal apabila kita berpikir positif, maka pemaknaan akan arti istilah gagal itu sendiri idealnya mendorong kita untuk selalu mengevaluasi diri. Memahami kelemahan dan kelebihan pribadi melalui refleksi-refleksi pribadi menjadi salah satu solusi untuk bisa keluar dari keterpurukan pola pikir seperti ini. Pertanyaan selanjutnya adalah apakah kita berani untuk memulai sesuatu meskipun kadang berlawanan arah? Atau kegagalan menjadi momok yang membuat kita berhenti berkarya? Biarkan anda sekalian yang menjawabnya.

Dari kedua hal tersebut, maka kita akan dihadapkan pada sebuah pilihan, memilihara rasa takut atau membuangnya jauh-jauh dari diri kita?. Ketika kita berani memilih maka kita secara otomatis sudah memulai sesuatu yang besar dalam diri kita. Memilih berarti siap menerima resiko, ibaratkan kita sedang akan mengungkapkan perasaan kita kepada seseorang yang kita kagumi. Berani menyatakan cinta berarti siap menerima kenyataan bahwa kita akan di tolak. Memikir kemungkinan buruk yang akan terjadi justeru akan semakin menantang kita untuk melawan rasa takut, jika anda tidak ingin jomblo berlabel SNI misalnya.

Oleh karena itu penulis mencoba menyampaikan sebuah pesan, kalahkan rasa takut yang ada dalam pikiran kita masing-masing. Setiap ide dan setiap apa yang kita lakukan pasti akan berdampak positif jika kita juga berpikir positif bahwa apa yang kita lakukan memang posiitif untuk diri saya sendiri, untuk orang lain dan untuk Tuhan. Just do it...

Oleh : Fransiskus Tawurutubun
Mahasiswa S1 PWK Universitas PGRI Adi Buana, Surabaya
Anggota Muda PMKRI Cabang Surabaya