Kartini Muda Siap Memimpin PMKRI Cabang Surabaya
Cari Berita

Kartini Muda Siap Memimpin PMKRI Cabang Surabaya

25 April 2017



Matilda Indah Maryati
Matahari sudah mulai meninggi ketika marjinnews.com mendatangi Margasiswa Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Surabaya-Sanctus Lucas yang berlokasi di Jalan Taman Simpang Pahlawan No. 4A, Surabaya (25/04). Beberapa anak muda sedang membersihkan sekretariat seperti rutinitas yang dilakukan selama ini. 

Ada yang menyapu sambil bernyayi, ada pula yang mengepel lantai sambil bercanda ria satu sama lain. Dari dapur terdengar dentingan peralatan dapur yang sedang di bersihkan, menariknya semua dilakukan oleh laki-laki tanpa keluhan sedikit pun. Sapaan hangat pun kami terima dengan seulas senyum sesosok gadis belia yang sudah tampil rapi dari balik llaptop pada sebuah meja pertemuan.

Kedatangan kami sepertinya sudah dinantikan, suasana panas dalam internal PMKRI Cabang Surabaya jelang akhir kepengurusan Mandataris Formatur Jamak saudara Stenly Agung Jemparut yang menahkodai roda kepengurusan selama setahun kemarin tidak terlalu nampak meski tinggal beberapa hari lagi akan di adakan Rapat Umum Anggota Cabang (RUAC), forum tertinggi PMKRI tersebut.

Matilda Indah Maryati, begitu ia akrab di sapa sesekali memperingatkan teman-temannya, “Jangan ada yang minum kopi sebelum semuanya berkumpul di meja”. Sebuah kode yang merujuk kepada aura kepemimpinan seorang kartini muda di tubuh organisasi kemahasiswaan katolik Indonesia tersebut.

Obrolan kami berlanjut di iringi beberapa lagu pop dari loud speaker yang terhubung dengan laptop di depannya, sesekali dia tersenyum dan mempersilahkan kami minum kopi bersama kawan-kawan mahasiswa yang tampaknya sudah capai sekali setelah membersihkan Margasiswa.

“Bagaimana kabarnya marjinnews.com?” tanyanya mengakrabkan diri.
“Bagaimana persiapan saudari Matilda jelang RUAC tanggal 28 April mendatang?” saya balik bertanya mengundang banyak tanggapan dari beberapa teman semeja. Dengan malu-malu dia mulai bercerita banyak hal, prospek yang dia tawarkan ke depan di ceritakannya melalui beberapa pengalamannya saat mengikuti beberapa forum internasional di Surabaya bahkan di luar kota.

Dia memulainya dengan menceritakan keterlibatannya dalam kegiatan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), PrepCom III yang di laksanakan di Surabaya tahun lalu. “Pada saat PrepCom III kemarin, saya hanya mendapat sebuah pesan yang sampai sekarang terus menghantui pikiran saya. Bahwa di mata dunia setiap kebijakan tidak pernah terlepas dari peran dan pendapat orang muda sebelum di sahkan. Beberapa teman dari Sri Langka, Mesir, Prancis, Jepang dan Indonesia yang tergabung dalam Children and Youth pada waktu itu di sadarkan akan urgennya posisi mereka di mata dunia ketika berbicara tentang masa depan” jelas Matilda sambil sesekali berkomentar dengan menggunakan bahasa asing yang sangat fasih terdengar.

Kami terlarut dalam penjelasannya yang panjang lebar dan terstruktur, gadis muda yang memiliki hobby menari dan bernyanyi ini pun kemudian menjelaskan pengalamannya ketika bertandang ke Jakarta untuk mengikuti kegiatan yang laksanakan oleh International Movement Chatolic Student (IMCS) dan KOMDA PMKRI DKI Jakarta (1-6/04). Kegiatan bertemakan “Moving School Youth Forum In Indonesia” bagi Matilda sangat menggugah hatinya untuk sesegera melakukan perubahan di Cabang.

“Kegiatan kemarin itu banyak membahas tentang Ekologi dan memaknai kembali peran Gereja dalam kehidupan sosial masyarakat dunia, Human Rights dan peran kaum muda dalam mengatasi segala persoalan di sekitarnya. Selama ini kegiatan Gereja terutama yang melibatkan orang muda lebih cenderung mengarah kepada ceremonial belaka, temu kangen tanpa menghasilkan sesuatu yang bermanfaat untuk dapat di konsumsi jangka panjang di lakukan secara berkesinambungan.” Jelasnya sambil sesekali memperbaiki posisi duduknya dan melanjutkan,

“Oleh karena itu saya secara pribadi berniat untuk bagaimana PMKRI dalam kapasitasnya sebagai organisasi mahasiswa katolik yang tidak hanya bertanggung jawab kepada Gereja tetapi negara juga harus segera membenah diri, melakukan sesuatu yang berguna dan tidak hanya berdampak pada hari ini saja tetapi juga di masa yang akan datang. Segala kegiatan yang sudah dilakukan selama kepengurusan berikutnya akan tetap terus di jalankan dengan mengantongi bahan evaluasi untuk perbaikan jika saya terpilih menjadi Mandataris nantinya”

Saking terlenanya kami sampai lupa menanyakan visi misi yang menjadi tonggak perjuangannya bersama PMKRI Cabang Surabaya-Sanctus Lucas ke depan. Tetapi semuanya terjawab dengan seruannya yang lembut berkata, “visi dan misi saya bisa kalian cek di WhatsApp aja”. Kami lalu tenggelam dalam penyakit teknologi kami masing-masing, Kartini masa kini yang benar-benar transformatif, selalu mencoba menyesuaikan diri dalam belajar dan berjuang untuk visi misinya seperti berikut ini:

Visi: Terbentuknya Kader PMKRI yang Visioner, Proaktif, Intergritas Menuju PMKRI yang Jaya
Misi:
  Meningkatkan daya kader dalam kegiatan nasional dan internasional 
  Meningkatkan kreativitas kader dalam setiap kegiatan 
  Meningkatkan dan mengembangkan kualitas kader dalam bidang kerohanian 
  Meningkatkan pemahaman atas tiga benang merah PMKRI baik antar sesama kader maupun dengan lingkungan sekitar
   
       Langkah Konkret:
          Diskusi Cipayung
    Roadshow ke setiap kampus dengan bekerja sama dengan KMK Kampus 
          PMKRI Ngopi (Ngobrol Pintar)
          3M (Malam Minggu Marga) 
        Memanfaatkan teknologi untuk mendukung setiap program dan kegiatan agar terlaksana dengan baik

Obrolan pun berlanjut, kami tidak lagi berbicara tentang kursi panas, tetapi menikmati setiap dentuman melodi indah lagu Darah Juang yang membuat badan sedikit merinding di terpa angin siang Kota Surabaya yang mulai mendung. Sebuah senyuman dari Kartini Matilda Indah Maryati menggambarkan gambaran masa depan kepengurusan PMKRI dalam genggamannya.

Oleh : Andi Andur
Pemimpin Redaksi marjinnews.com