Dana Desa Mengeksploitasi Masyarakat

Andi Andur
Setelah dua tahun lebih UU Nomor 6 Tahun 2004 tentang desa dilaksanakan kita selalu terluput dari perhatian akan dampak serius yang paling mematikan dalam proses implementasi kebijakan pemerintah. Implikasinya adalah cenderung melemahnya implementasi moral dan nilai tradisi dalam pelaksanaan kerja pimpinan desa.
 
Menurut Trisno Yulianto, pengelola Gubug Kata Magetan dalam kolom Teroka harian Kompas (03/04) bahwa meskipun materi dana desa secara definitif menghormati asal-usul kewenangan desa atau eksistensi desa adat, kemerosotan kearifan lokal tetap akan berdampak negatif pada kebudayaan desa setempat karena dalam pelaksaannya, desa tereduksi ke dalam berbagai proyek birokrasi “pembangunan” dan orientasi pemimpinnya pun hanya pada dana anggaran.

Persoalan tersebut memang cukup masuk akal, menurut hemat penulis konsep yang demikian akan membuat pemerintah desa akan terjebak pada persoalan-persoalan administrasi proyek dan pelaporan keuangan dana desa yang lebih kepada bagaimana kita harus tunduk dalam beragam aturan politis. Penulis mencoba berpikir positif tentang pengelolaan dana desa yang lebih akrab dengan kemungkinan menjadi lahan empuk koruptor.

Selain itu, dana desa juga menjadi pemantik konflik sosial. Kedudukan pemerintah desa yang adalah pamong kepemimpinan masyarakat desa cenderung mengabaikan proses yang selama ini sudah menjadi kebiasaan masyarakat dimana sikap partisipatorik diambil alih menjadi kesewenangan para pamong, anggapan bahwa masyarakat sebagai objek pembangunan pun semakin di perkuat oleh tindakan yang secara tersirat dalam setiap tindak tunduk para pamong.

Contoh paling konkret dan nyata terlihat adalah tergerusnya kebiasaan masyarakat desa dalam konteks musyawarah desa. Pada masa-masa sebelumnya musyawarah desa diselenggarakan dalam semangat kebersamaan, egalitarian dan mencerminkan permufakatan konstruktif berubah menjadi agenda kerja yang tereduksi sekadar membahas rencana proyek dan anggaran.

Sekarang ini pun desa semakin nyata menunjukan penyakit akut bernama teknokratisme, desa dijadikan objek segala macam regulasi yang mengatur dan mengikat atas nama otonomi desa. Topeng otonomi inilah yang kemudian menjadi penutup dampak penyakit teknokratisme sehingga menyebabkan desa menjadi sibuk secara politis lalu mengabaikan dan bahkan kehilangan entitas budayanya.

Dalam kehidupan masyarakat NTT pada saat ini, memang belum sampai kepada tataran kemunculan konflik-konflik horisontal yang berujung kepada hilangnya kearifan lokal sebagai sesama masyarakat desa yang berbudaya. Namun, tanda-tanda yang menjadi rujukan akan menimbulkan potensi konflik sudah mulai nyata terlihat. Event demokrasi Pilkades pun dimanfaatkan sebagai sarana pemenuhan hasrat menjadi pamong penggelintir politik uang, keluarga yang sebenarnya menjadi bagian paling berharga dalam kehidupan pun di korbankan untuk sesuatu yang bernilai secara material.

Tujuan akhir tulisan ini pun semakin jelas terlihat, perlu di ambil kebijakan keras dan baru untuk juga mengintegrasikan hak masyarakat lokal dengan perspektif kebudayaan. Masyarakat desa harus dijadikan aktor dalam pembangunan desa dan pengembangan kebudayaan tradisi. Sehingga semakin jelas terlihat untuk kita mulai dari sekarang berhenti melakukan aksi tipu-tipu, manusia harus tetap terjamin sebagai subyek utama, bukan obyek eksploitasi.

Oleh: Andi Andur
Pemimpin Redaksi marjinnews.com

COMMENTS

Name

Artikel,140,Bali,114,Batam,1,Bedah Buku,1,Ben Senang Galus,1,Bencana Alam,1,Berita,151,Bhineka,2,BNI,1,Bola,2,bom,1,Bom Bunuh Diri,4,Borong,3,BPJS,1,Budaya,41,Bung Karno,1,Bunuh Diri,3,Bupati Mabar,1,Camilian,1,Cerpen,176,Chelsea Islan,1,Chiristian Rotok,1,Daerah,545,Daerah. Riau,1,Dana Desa,1,Dari Kami,3,Demokrasi,22,Denpasar,18,Desa,2,Destinasi,1,Diaspora,2,Dilan,4,Donny Isman,1,DPR RI,4,E-KTP,4,Editorial,35,Ekonomi,5,Ekspresi,1,Ende,6,Entrepreneur,1,Feature,36,festival Komodo,2,Film,7,Filsafat,2,Fitur,1,Flobamora Cup,1,Flores,11,Focus Discussion,4,FPI,1,Gantung diri,2,Gaya,1,gaya hidup,4,Gedged,1,Gempa,6,Gereja,3,Gereja Katolik,3,Gerindra,1,GMKI,1,GMNI,4,Golkar,1,Gusti Dulla,1,HAM,1,Hand Phone,1,Hari Buruh,2,hari buruh internasional,1,Hari Perempuan Internasional,1,Hiburan,26,HMPCK,1,Hoax,2,hukum,59,Human Trafficking,4,IBT Expo,1,Idul Fitri,1,IJM,1,IKEMAS CUP,7,Imlek,1,Indonesia,1,Indonesian Idol,8,Inspirasi,13,Internasional,16,Internet,2,Investasi,1,Iriana Jokowi,1,Ivan Nestorman,1,IYC Jatim,1,Jabar,1,JAD,1,Jakarta,5,Jatim,3,Jawa Tengah,1,Jawa Timur,1,JK,1,Jogyakarta,2,Jokowi,18,JRUK Sumba,2,jurnal Terbaru,1,jurnalistik,3,Kalimantan,5,Kampanye,2,Kampus,3,Kapolri,1,Kar. Ilmiah,4,Karanganyar,1,Karya Sastra,273,KDRT,1,Keagamaan,7,kebakaran,4,Kebangsaan,1,kebudayaan,2,kecelakaan,2,Kecelakaan Lalu Lintas,2,Kediri,2,Kejadian. Jakarta,1,kejahatan,2,Kemahasiswaan,2,Kemanusiaan,62,kemenkominfo,1,Kemiskinan,2,kepala daerah,1,Kepemuaan,5,Kepemudaan,155,kepemudan,8,kerohanian,2,Kesehatan,8,Ketahanan Nasional,1,KNPI,2,Komodo,9,Komunikasi,1,Komunitas,5,Koperasi,1,Korban,1,Korupsi,60,KPK,12,KPU,1,Kreatif,1,Kriminal,51,Kritik Sastra,4,Kupang,24,Labuan Bajo,51,Lakalantas,9,Larantuka,1,Lembata,2,Lifestyle,6,Lingkungan Hidup,15,Literasi,14,lombok,1,LP Cipinang,1,Luar Negeri,4,Mahasiswa,42,Makanan Khas,1,Makasar,6,Makassar,4,Malang,3,Manggarai,113,Manggarai Barat,20,Manggarai Timur,24,Marianus Sae,1,Marion Jola,3,Masalah Rokok,1,Masyarakat,1,Mataram,2,Maumere,7,Media,2,Media Sosial,3,Medsos,2,Mendikbud,3,Menkominfo,1,Milenials,52,Motang Rua,1,Muda Petani,1,musik,1,Narkoba,8,Nasional,278,Natal,19,Ngada,7,Novanto,2,Novel,16,NTT,206,Nyepi,2,Olahraga,11,Opini,403,Orang Muda,15,Otomotif,1,OTT,2,Papua,15,Pariwisata,26,Partai Politik,25,Pasangan,16,Paskah,2,pelajar,2,Pembangunan,5,pemerkosaan,1,Pemilu,17,Pemuda,3,Pencurian,2,Pendidikan,89,Penerbangan,4,penyanyi,1,Peradi,1,Perdamaian,1,Perempuan,20,Perindo,1,Peristiwa,1046,Peritiwa,2,Pers,3,Perzinahan,1,Petani,1,Piala Dunia,1,Piala Oscar,1,pileg 2019,1,Pilgub,41,Pilkada,102,Pilpres 2019,23,PKRI,1,PKS,1,PMII,1,PMKRI,22,PMKRI Bogor,1,Pmkri Jogja,1,Poco Ranaka,1,Pojok Redaksi,35,Polisi,25,politik,90,Politikus,6,POLRI,5,PP PMKRI,1,Pristiwa,31,Prosa,1,PSK,1,Puisi,85,Puteri Indonesia,2,Radikalisme,1,Ratna Sarumpaet,4,Refleksi,15,reformasi,1,Regional,6,Religi,2,Remaja,1,Rensi Ambang,1,Riau,1,Ricuh,1,Rindu,1,Risma,1,Rizieq Shihab,7,Rote Ndao,1,Ruteng,27,RUU,1,Sabu,1,Sail Komodo,1,Sajak,9,Sam Aliano,1,Sastra,3,Sejarah,2,Sekilas Info,23,seleb,1,Selebritas,18,Sidoarjo,1,situs pornografi,1,Somasi,1,Sosial,3,Sosial Politik,1,Sosok,19,Sospol,39,Start Up,1,Suara Muda,49,Sumba,8,Surabaya,36,Tahun Baru,9,Tahun Baru. Remigius Nahal,1,Tarakan,1,Tata Kota,1,Teknologi,11,Tentang Mereka,44,Tenun Manggarai,1,Terorisme,16,Terorismes,4,TKI,4,TNI,1,TNK,1,Togar Situmorang,7,Tokoh,17,Tol Laut,1,Toleransi,2,Tour Jurnalistik,1,traveling,9,UNITRI-Malang,1,Unwira,1,UU MD3,7,Valentine,2,Viral,3,Wisata,4,Wisuda,1,WNA,1,
ltr
item
Muda Membaca Dunia: Dana Desa Mengeksploitasi Masyarakat
Dana Desa Mengeksploitasi Masyarakat
https://4.bp.blogspot.com/-lwDnEWmVCZQ/WOKnFvsIboI/AAAAAAAAAQA/eIJIjsa7SBYXOtDW4_sNBB-SRg4oEduMACLcB/s320/IMG_0458%2B%25282%2529.JPG
https://4.bp.blogspot.com/-lwDnEWmVCZQ/WOKnFvsIboI/AAAAAAAAAQA/eIJIjsa7SBYXOtDW4_sNBB-SRg4oEduMACLcB/s72-c/IMG_0458%2B%25282%2529.JPG
Muda Membaca Dunia
http://www.marjinnews.com/2017/04/dana-desa-mengeksploitasi-masyarakat.html
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/2017/04/dana-desa-mengeksploitasi-masyarakat.html
true
971126874416220402
UTF-8
POSTINGAN LAIN Not found any posts LAINNYA Selengkapnya Reply Cancel reply Delete Oleh Home PAGES Kiriman Baca Semua Rekomendasi untuk Anda LABEL ARCHIVE CARI Semua Kiriman Tidak Ditemukan Apa yang Anda Cari Back Home Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 Jam yang lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Pengikut Ikuti THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy