Antara Aku, Kau dan Seragam SMA




Dalam menjalani yang namanya hidup, kadang semua orang memiliki kisah hidup yang beraneka ragam, ketika tawa berganti menjadi air mata kesedihan, ketika canda berakhir menjadi malapetaka dan ketika hidup yang berharga menjadi tiada guna, namun semua perasaan tersebut sering kita rasakan dalam setiap langkah langkah perjalanan. Manakala selagi mentari masih bersinar di pagi hari dan bumi berputar berdasarkan orbitnya, semua kesalahan dan berbagai penyesalan di masalalu bukanlah akhir segalanya. Namun semua itu hanya pengalaman yang terukir indah di dalam renungan kehidupan.  Kadang seseorang meninggalkan kita bukan keinginannya, tapi semua itu sudah takdir dari sang Maha Kuasa.

Sebuah awal yang menyedihkan untuk mengakhiri sebuah kebersamaan. Aku diam terpaku menatap gerbang sekolah kita, tatapan mataku hampa menikmati semilir angin menyibak rambut yang berderai lembut melambaikan sebuah makna perpisahan. Benakku kosong tak terisi, luapan rasa bangga atas segala pencapaian membuat air mata ini jatuh berlahan dari kelopak mata sayu melihat kalian.

Ada lagi kah rindu seperti dahulu kita impikan bersama? Ada lagi kah canda tawa yang menghiasi setiap pergolakan batin berdua di antara lorong-lorong ilmu pengetahuan beradu pilu?

***
“Aku akan sangat merindukanmu kawan?” bisikmu lirih diantara rerintik hujan sore itu. Apa yang bisa ku jawab selain berbicara dengan pandangan mata sendu ini. Engkau merangkulku erat, lalu memberiku sebatang rokok dan membakarnya. Asapnya membubung tinggi, menembus tenggorokan, menambah gejolak rasa dalam dada atas ketakutan.
“Setelah ini engkau kemana?”
“Aku tidak melanjutkan kuliah kawan, orang tuaku tidak sanggup membiayainya”
“berarti?”
“Aku akan merantau kemana saja, mencari berkat Tuhan yang terbaik untuk masa depanku”  , jawabmu singkat. Ada bulir-bulir air mata yang memberontak keluar dari kedua kelopak bola matamu.
“Sudahlah. Jangan pikir aku. Jika nanti engkau melanjutkan studi ke perguruan tinggi, ingatlah bahwa kita pernah bersama. Kita pernah menikmati sebatang rokok berdua. Jika engkau sukses nanti, panggilah aku menjadi pembantu di rumahmu”

Aku memeluknya erat, kebanggaanku kepadanya semakin menjadi-jadi. Seorang kawan setia yang selalu berada bersamaku dalam suka duka kehidupan masa SMA yang sudah berakhir ini.
“Aku titip Gratia ya, dia katanya melanjutkan studinya ke Jogja” Kali ini air matanya tidak bisa lagi terbendung. Ia menutup mukanya dengan kedua telapak tangan luar biasa seorang pekerja keras itu.
“Kawan, terima kasih sudah menjadi sobat terbaikku selama ini. Terima kasih telah menjadi orang hebat dalam perjalanan perjuanganku. Janganlah putus asa kawan, mana janjimu yang selalu mengingatkanku untuk menghargai orang tuaku, menghargai guru-guru kita, teman-teman seperjuangan dan kekasih kita?”

Dia mengangkat mukanya tinggi, menggigit bibirnya dengan keras. Aku bisa merasakan perasaannya yang sangat terpukul. Ekonomi keluarga yang pas-pasan membuatnya kehilangan harapan namun tetap menjadi pahlawan bagiku yang hanyalah seorang pecundang tak tahu terima kasih ini.

Dalam hati aku berpikir  jika aku orang kaya, akan aku biayai pendidikannya. Akan aku buktikan bahwa dialah sahabat terbaikku dan akan aku buat mendapat kebahagiaan yang menjadi haknya.
“Ayo kita bertemu Gratia. Kasihan dia pasti sangat ingin bertemu denganmu”

“Sudahlah kawan. Apalah artinya aku ini dihadapannya. Seorang yang tidak memiliki apa-apa untuk memperjuangkan cintanya. Biarkan saja dia bahagia dengan orang lain, melihatnya bahagia akan membuatku turut merasa bahagia” jawabnya merendah.

“Mengapa demikian kawan? Tidak kah engkau berpikir tentang perasaannya? Mengapa engkau menyerah di saat semuanya baru saja dimuali?” tanyaku memaksa.

Tetapi dia hanya diam lalu mengeluarkan sesuatu dari dalam saku seragam SMAnya. Sebuah kertas lusuh dengan lipatan-lipatan penuh emosi.
“Jika engkau sahabatku, berikan ini kepadanya. Aku sudah siap menerima segala resiko itu kawan, pergilah, jaga dia untukku”.
 Aku memeluknya erat, detak jantungnya cepat. Dia kemudian berlalu diantara rerintik hujan bulan april yang menggebu menepis rindu. Menghilang diantara emperan toko, entah kemana kawanku.

***
Dingin kian merajuk badanku, samar-samar aku mendengar luapan kegembiraan kawan-kawan SMAku. Mereka berpelukan satu sama lain, melompat riang sambil menggambar seragam mereka dengan berbagai tanda tangan spidol permanent, menangis riang tanpa menyalami guru-guru kami. Aku mendekap erat surat pemberian kawanku. Sesekali aku berjinjit mencari Gratia, pujaan hatinya.

“Kemana dia? Kok menghilang begitu saja selepas ujian?” tanya sebuah suara dengan nada pelan dan merdu, dia Gratia.
 Aku melangkah mendekat ke sumber suara, menyalami lalu memberinya surat tanpa berkata sepata kata pun. “Ini dari siapa?” tanyanya sambil tersenyum.

“Baca aja, nanti kamu tahu sendiri kok” jawabku singkat dan berlalu mencari tempat persembunyian.
Dari kejauhan aku melihanya mencari tempat duduk, dengan berlahan ia membuka surat itu dengan susah payah. Dia menunduk lesu, lalu mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya. Memegang bungkusan kado kemudian mendekapnya ke dalam dadanya. Dia menangis sambil menyandarkan badannya ke tembok. Aku kasihan melihatnya dan berusaha mendekat.

Sebelum berbicara, ia menyodorkan surat yang sudah sedikit basah itu kepadaku.

Dear Gratia,
Wahai engkau penyemangatku, pernahkah engkau berpikir tentang sesuatu yang mustahil terjadi suatu saat nanti ketika engkau sedang menikmati hal tersebut? Sebentar lagi masa SMA kita akan berakhir, aku bermimpi tentang sesuatu hal yang luar biasa dalam hubungan kita pasca masa-masa indah ini. Oh ia, aku lupa satu hal. Terima kasih ya sudah mau menerimaku  menjadi bagian dari dalam lubuk hatimu yang terdalam.  Aku meminta maaf atas segala kesalahanku selama ini terhadapmu. Maafkan juga jika aku sering mengabaikanmu, maafkan aku yang egois, maafkan aku yang menjadi pecundang di matamu. Hahaha, aku sangat ingat dengan tingkah anehmu, dengan segala hal-hal gila yang pernah kita lewati bersama selama ini.

Gratia, mungkin saatnya aku berkata jujur. Engkau boleh saja mengataiku seorang pengecut dalam urusan cinta. Tetapi, satu hal yang harus kau ingat adalah semua ini aku lakukan untuk kebahagiaanmu di hari depan. Jangan pernah bertanya alasanku, karena semuanya sudah jelas. Aku ingin engkau bahagia meski tidak bersamaku.

Setelah ini, aku akan pergi ke tempat yang sangat jauh. Meninggalkan mu dengan sejuta kenangan kita. Aku juga tidak tahu ke mana langkah kaki ini akan melangkah, biarkan waktu yang berbicara. Semoga engkau paham. Berhentilah berharap akan cintaku, bukalah hatimu kepada orang lain yang mampu membuatmu bahagia, aku rela.

Gratia, aku tahu ini berat. Aku hanya ingin engkau mendapatkan apa yang menjadi hakmu dan aku sadar aku tidak bisa melakukan kewajibanku untukmu. Jangan bersedih, aku tidak mau engkau menangis. Aku tidak ingin wanita pujaanku bersedih karena ulah seorang pecundang sepertiku. Maafkan aku sekali lagi yang belum menjadi seperti yang engkau inginkan. Maafkan aku yang telah cukup banyak membuatmu kecewa. Maafkan aku yang tidak bisa membahagiakanmu. Semoga engkau mendapat orang yang tepat untuk masa depanmu. Jaga diri baik-baik, jangan lupa untuk selalu bersyukur kepada Tuhan.

Aku cinta kamu bodok...

Dadaku sesak, aku membuang surat itu jauh. Lalu memeluk wanita hebat di depan mataku untuk sekedar menenangkan hatinya. Dari kejauhan tampak kawanku, menangis sambil menganggukan kepala. Sorot matanya berkata,  “Bahagiakan dia untukku, kawan”.

Oleh: Andi Andur
Pemimpin Redaksi marjinnews.com

COMMENTS

Name

Artikel,140,Bali,114,Batam,1,Bedah Buku,1,Ben Senang Galus,1,Bencana Alam,1,Berita,151,Bhineka,2,BNI,1,Bola,2,bom,1,Bom Bunuh Diri,4,Borong,3,BPJS,1,Budaya,41,Bung Karno,1,Bunuh Diri,3,Bupati Mabar,1,Camilian,1,Cerpen,176,Chelsea Islan,1,Chiristian Rotok,1,Daerah,545,Daerah. Riau,1,Dana Desa,1,Dari Kami,3,Demokrasi,22,Denpasar,18,Desa,2,Destinasi,1,Diaspora,2,Dilan,4,Donny Isman,1,DPR RI,4,E-KTP,4,Editorial,35,Ekonomi,5,Ekspresi,1,Ende,6,Entrepreneur,1,Feature,36,festival Komodo,2,Film,7,Filsafat,2,Fitur,1,Flobamora Cup,1,Flores,11,Focus Discussion,4,FPI,1,Gantung diri,2,Gaya,1,gaya hidup,4,Gedged,1,Gempa,6,Gereja,3,Gereja Katolik,3,Gerindra,1,GMKI,1,GMNI,4,Golkar,1,Gusti Dulla,1,HAM,1,Hand Phone,1,Hari Buruh,2,hari buruh internasional,1,Hari Perempuan Internasional,1,Hiburan,26,HMPCK,1,Hoax,2,hukum,59,Human Trafficking,4,IBT Expo,1,Idul Fitri,1,IJM,1,IKEMAS CUP,7,Imlek,1,Indonesia,1,Indonesian Idol,8,Inspirasi,13,Internasional,16,Internet,2,Investasi,1,Iriana Jokowi,1,Ivan Nestorman,1,IYC Jatim,1,Jabar,1,JAD,1,Jakarta,5,Jatim,3,Jawa Tengah,1,Jawa Timur,1,JK,1,Jogyakarta,2,Jokowi,18,JRUK Sumba,2,jurnal Terbaru,1,jurnalistik,3,Kalimantan,5,Kampanye,2,Kampus,3,Kapolri,1,Kar. Ilmiah,4,Karanganyar,1,Karya Sastra,273,KDRT,1,Keagamaan,7,kebakaran,4,Kebangsaan,1,kebudayaan,2,kecelakaan,2,Kecelakaan Lalu Lintas,2,Kediri,2,Kejadian. Jakarta,1,kejahatan,2,Kemahasiswaan,2,Kemanusiaan,62,kemenkominfo,1,Kemiskinan,2,kepala daerah,1,Kepemuaan,5,Kepemudaan,155,kepemudan,8,kerohanian,2,Kesehatan,8,Ketahanan Nasional,1,KNPI,2,Komodo,9,Komunikasi,1,Komunitas,5,Koperasi,1,Korban,1,Korupsi,60,KPK,12,KPU,1,Kreatif,1,Kriminal,51,Kritik Sastra,4,Kupang,24,Labuan Bajo,51,Lakalantas,9,Larantuka,1,Lembata,2,Lifestyle,6,Lingkungan Hidup,15,Literasi,14,lombok,1,LP Cipinang,1,Luar Negeri,4,Mahasiswa,42,Makanan Khas,1,Makasar,6,Makassar,4,Malang,3,Manggarai,113,Manggarai Barat,20,Manggarai Timur,24,Marianus Sae,1,Marion Jola,3,Masalah Rokok,1,Masyarakat,1,Mataram,2,Maumere,7,Media,2,Media Sosial,3,Medsos,2,Mendikbud,3,Menkominfo,1,Milenials,52,Motang Rua,1,Muda Petani,1,musik,1,Narkoba,8,Nasional,278,Natal,19,Ngada,7,Novanto,2,Novel,16,NTT,206,Nyepi,2,Olahraga,11,Opini,403,Orang Muda,15,Otomotif,1,OTT,2,Papua,15,Pariwisata,26,Partai Politik,25,Pasangan,16,Paskah,2,pelajar,2,Pembangunan,5,pemerkosaan,1,Pemilu,17,Pemuda,3,Pencurian,2,Pendidikan,89,Penerbangan,4,penyanyi,1,Peradi,1,Perdamaian,1,Perempuan,20,Perindo,1,Peristiwa,1046,Peritiwa,2,Pers,3,Perzinahan,1,Petani,1,Piala Dunia,1,Piala Oscar,1,pileg 2019,1,Pilgub,41,Pilkada,102,Pilpres 2019,23,PKRI,1,PKS,1,PMII,1,PMKRI,22,PMKRI Bogor,1,Pmkri Jogja,1,Poco Ranaka,1,Pojok Redaksi,35,Polisi,25,politik,90,Politikus,6,POLRI,5,PP PMKRI,1,Pristiwa,31,Prosa,1,PSK,1,Puisi,85,Puteri Indonesia,2,Radikalisme,1,Ratna Sarumpaet,4,Refleksi,15,reformasi,1,Regional,6,Religi,2,Remaja,1,Rensi Ambang,1,Riau,1,Ricuh,1,Rindu,1,Risma,1,Rizieq Shihab,7,Rote Ndao,1,Ruteng,27,RUU,1,Sabu,1,Sail Komodo,1,Sajak,9,Sam Aliano,1,Sastra,3,Sejarah,2,Sekilas Info,23,seleb,1,Selebritas,18,Sidoarjo,1,situs pornografi,1,Somasi,1,Sosial,3,Sosial Politik,1,Sosok,19,Sospol,39,Start Up,1,Suara Muda,49,Sumba,8,Surabaya,36,Tahun Baru,9,Tahun Baru. Remigius Nahal,1,Tarakan,1,Tata Kota,1,Teknologi,11,Tentang Mereka,44,Tenun Manggarai,1,Terorisme,16,Terorismes,4,TKI,4,TNI,1,TNK,1,Togar Situmorang,7,Tokoh,17,Tol Laut,1,Toleransi,2,Tour Jurnalistik,1,traveling,9,UNITRI-Malang,1,Unwira,1,UU MD3,7,Valentine,2,Viral,3,Wisata,4,Wisuda,1,WNA,1,
ltr
item
Muda Membaca Dunia: Antara Aku, Kau dan Seragam SMA
Antara Aku, Kau dan Seragam SMA
https://1.bp.blogspot.com/-jsuhjAqbEPQ/WOYJVNr6-fI/AAAAAAAAAQQ/REDejt78BnYV1JN2EOZFmcQLpUhD1CcOgCLcB/s320/majjjj.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-jsuhjAqbEPQ/WOYJVNr6-fI/AAAAAAAAAQQ/REDejt78BnYV1JN2EOZFmcQLpUhD1CcOgCLcB/s72-c/majjjj.jpg
Muda Membaca Dunia
http://www.marjinnews.com/2017/04/antara-aku-kau-dan-seragam-sma.html
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/2017/04/antara-aku-kau-dan-seragam-sma.html
true
971126874416220402
UTF-8
POSTINGAN LAIN Not found any posts LAINNYA Selengkapnya Reply Cancel reply Delete Oleh Home PAGES Kiriman Baca Semua Rekomendasi untuk Anda LABEL ARCHIVE CARI Semua Kiriman Tidak Ditemukan Apa yang Anda Cari Back Home Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 Jam yang lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Pengikut Ikuti THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy