Sajak-sajak Rindu Clara Manullang
Cari Berita

Sajak-sajak Rindu Clara Manullang

12 March 2017

Clara Manullang Dewanto

Malam ini,
Teringat tempat kenangan kita
Kamu pernah menjadi yang terbaik saat itu, selalu ada saat ku butuhkan pundakmu.
Perlahan kamu pergi, tinggalkan kecewa yang membuat luka.
Kita tanpa ada kata maaf,
Tanpa ada kata terima kasih
Berlalu begitu saja, seperti angin yang bertolak dalam diam.
Tak ada penyesalan yang tertinggal, kerena bersamamu bukanlah suatu kesalahan.
Karenanya, aku tahu bahagia tangis dalam  keharuan dan sakitnya bahagia palsu yang kau berikan.
Besok tak akan ada lagi untuk kita.
Palu, 11 Maret 2017

Selamat malam penantian,
Terima kasih masih setia bersamaku dalam penantian
Aku ingin mengajakmu istirahat sejenak
Percayalah aku akan disampingmu,
Hingga pagi datang lagi
Palu, 28 Februari 2017

Aku bukanlah sesuatu yang indah untuk dinikmati
Aku bukanlah rindu di pelupuk waktu
Aku bukanlah kesetiaan di ujung malam
Aku hanyalah lentera malam yang bisa kapan saja padam
Aku bukanlah kamu, dia apalagi mereka
Aku bukanlah bumi yang pasrah padamu
Aku bukanlah alam pembentuk ekologi
Aku hanyalah aku yang tidak pernah engkau pahami

Palu, 10 Maret 2017

Surabaya dalam kenangan
Jejak langkah kaki kadang tertatih,
Meniti setiap detik perjalanan dengan rintih sendiri
Desahan angin panas menembus kulit
Deru mesin seolah meneriaki kebebasan diantara kemacetan
Ibarat musafir di daratan Oasis, lega hati menemukan air
Surabaya dalam kenangan
Aku berjanji akan kembali
Menelisik hati penuh misteri,
Memecah duka menjadikannya hanya suka
Karena sekarang aku paham
Dari sudut kota inilah
Harapan dipelihara untuk sesuatu yang sebenarnya sulit aku gapai...

Surabaya, 1 Maret 2017

Oleh: Clara Manulang Dewanto
Mahasiswa S1 Keguruan Geografi Universitas Tadulako, Palu