Upaya Pelestarian Adat dan Budaya Manggarai

Komunitas Ksatria Nucalale Malang, Jawa Timur
Sadar akan keberagaman budaya Indonesia sehingga mampu membuat indonesia dijuluki negara multikultural, maka berbagai upaya pun dilakukan demi mempertahankan keberagaman tersebut. Dengan keberagaman budaya ini pula membuat indonesia memiliki identitas yang berbeda dengan negara-negara lain di dunia. Lantas apa yang akan dilakukan   untuk mempertahankan identitas tersebut?

Mengenai kebudayaan ini penulis lebih mengkaji mengenai kebudayaan timur terlebih khusus budaya Manggarai. Melihat berbagai perkembangan yang terjadi saat ini Manggarai tidak pernah lekang atau ketinggalan dari berbagai model perubahan. Hal ini tampak seperti masuknya budaya luar yang berdampak mempengaruhi budaya asli Manggarai.

Keadaan ini yang menjadi kekwatiran kita sebagai generasi yang memiliki peran penting dalam upaya pelestarian budaya manggarai. Bagi penulis, budaya adalah sesuatu yang sangat unik dan patut dipertahan kelestarian serta kekhasannya. Mengingat budaya merupakan salah satu bentuk identitas yang di wariskan dari nenek moyang kita dan juga sebagai bentuk pelaksanaan salah satu dari tri sakti yang pernah dicetuskan Proklamator Indonesia, Bung Karno.

Bung Karno pernah menegaskan bahwa orang muda harus berkepribadian dalam bidang budaya sehingga dengan itu kita di tuntut untuk bisa memegang lanjut tongkat estavet budaya secara berkelanjutan.

Kekwatiran kita sekarang ini adalah masih ada begitu banyak generasi muda Manggarai yang apatis terhadap kebudayaannya sendiri. Generasi muda saat ini seakan tidak peduli terhadap budaya tersebut bahkan mereka lebih mudah dipengaruhi oleh budaya luar. Mungkin untuk saat sekarang budaya Manggarai masih tampak terlihat di kalangan masyarakat Manggarai  karena masih banyak generasi-generasi sebelumnya yang memahami budaya Manggarai.

Tetapi tidak menutup kemungkinan jika kita melihat perubahan di dalam diri setiap generasi muda sekarang, apakah budaya manggarai masih bisa di lestarikan? atau akankah budaya Manggarai itu akan menghilang sejalan dengan semakin berkurangnya generasi diatas kita?.

Beberapa jenis budaya Manggarai seperti tarian caci, kepok, danding, mbata, sae, ronda, dan sebagainya memang terlihat masih memiliki banyak penggemar baik dari kalangan muda maupun tua. Tetapi masih banyak pula jenis budaya manggarai yang belum diketahui benar oleh generasi muda, contohnya adalah go’et.

Ironisnya lagi masih banyak putra–putri Manggarai saat ini tidak tahu mengenakan atribut adat Manggarai seperti mengenakan songke, sesek sapu, dan sebagainya. Hal-hal seperti ini memang terlihat kecil tetapi dampaknya sangat luar biasa.

Dalam acara adat Manggarai misalnya pada saat acara syukuran panen, biasanya disandingkan dengan tarian caci. Sudah sangat jelas bahwa tarian caci ini punya nilai seni tersendiri. Nilai seni itu pun ditunjukan pada saat peserta caci menari mengikuti irama gendang dan gong. Ini juga menjadi sorotan utama bagi kaum muda manggari bahwa masih banyak kaum muda kita tidak tahu memainkan gendang dan gong. Padahal keberadaan kedua barang ini menjadi tolak ukur dan memiliki nilai estetika seni tersendiri dalam permainan caci.

Penulis tidak bisa membayangkan bagaimana nasib budaya Manggarai jika tidak di lestarikan. Identitas kita sebagai putra–putri Manggarai akan hilang secara berlahan.

Beberapa tahun terakir ini penulis merasa sangat bangga dengan budaya manggarai yang bisa dipertontonkan bagi wisatawan asing yang datang ke Manggarai. Bagi saya ini sangat luar biasa. Tarian caci beberapa tahun kedepan mungkin bisa mendunia tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa peluang tersebut merupakan peluang yang harus bisa di manfaatkan oleh generasi muda Manggarai dan merupakan tanggung jawab dari generasi penerus Manggarai.

Sejak awal penulis menggambarkan berbagai kekayaan budaya Manggarai, ketika kita mempromosikan tarian caci supaya mendunia kita juga punya peluang untuk mengembangkan budaya Manggarai lainnya agar bisa dikenal oleh seluruh masyarakat Indonesia dan masyarakat dunia.

Pengalaman yang pernah saya alami mengenai upaya pelestarian budaya adalah keberadaan kurikulim di beberapa tingkat sekolah yang wajib mengajarkan tentang budaya lokal termasuk budaya lokal Manggarai.

Ini merupakan  suatu bentuk kepedulian dan juga metode yang bisa di terapkan agar generasi muda bisa mempelajari budaya Manggarai  walaupun hanya bagian besarnya saja, dan diharapkan mampu memicu kaum muda supaya bisa mempelajari budaya tersebut di luar sekolah formal.

Komunitas Ksatria Nucalale
Komunitas ini merupakan sebuah komunitas yang dibentuk oleh mahasiswa Manggarai di sebuah Universitas di Kota Malang, Jawa Timur. Dengan latar belakang pengetahuan tentang budaya yang berbeda para mahasiswa dalam komunitas ini memiliki komitmen yang sama terkait upaya pelestarian adat dan budaya Manggarai.

Komunitas ini sudah cukup dikenal di kalangan mahasiswa Kota Malang, hal ini seiring dengan keterlibatannya dalam setiap event yang diadakannya sendiri bahkan event-event yang dilakukan oleh komunitas lain. Fokus utama komunitas ini adalah, mengembangkan dan mempromosikan tarian adat, lagu-lagu daerah dan masih banyak hal lainnya.

Keberadaan komunitas Ksatria Nucalale ini sepertinya masih belum bisa menyadarkan putra-putra Manggarai untuk terlibat dalam upaya pelestarian adat dan budaya Manggarai di kalangan Mahasiswa. Masih banyak mahasiswa kita merasa bahwa keterlibatannya di setiap organisasi ekstra kampus akan mempengaruhi kualitas akademiknya. Padahal di Perguruan Tinggi, para mahasiswa hanya mendapat sekian persen ilmu saja yang dapat ia terapkan dalam kehidupan bermasyrakat sesuai dengan isi bagian terakhir Tri Darma Perguruan Tinggi.

Bayangkan saja, dari sekian ribu mahasiswa di Kota Malang hanya 70 orang yang berminat dengan hal-hal seperti itu. Memang ini sangat ironis dan terkesan memaksa tetapi inilah fakta yang terjadi, dan tidak bisa kita pungkiri.

Selain itu, Ksatria Nucalale yang dibentuk pada mei 2015 lalu dan  berpusat di Universitas Kanjuruhan Malang sejauh ini belum ada dukungan dari pihak-pihak tertentu khususnya pemerintah daerah Manggarai.

Pada kesempatan ini saya sebagai salah seorang mahasiswa  manggarai yang tergabung dalam komunitas Ksatria Nucalale sangat mengharapkan agar pemerintah daerah bisa mendengarkan aspirasi kami putra-putri Manggarai yang dengan tulus ikhlas mempertontonkan berbagai macam tarian ada Manggarai di berbagai kalangan masyarakat Kota Malang, untuk setidaknya karya kreatif kami dan komunitas lain pemerhati budaya lokal Manggarai mendapat dukungan lebih dari pemerintah daerah.

“Budaya hilang bukan karena pengaruh modernisasi, tetapi karena tidak adanya regenerasi”
Salam budaya..

Oleh : Daminaus Babur
Editor: Andi Andur

COMMENTS

Name

Artikel,140,Bali,108,Bedah Buku,1,Ben Senang Galus,1,Bencana Alam,1,Berita,142,Bhineka,2,BNI,1,Bola,2,bom,1,Bom Bunuh Diri,4,Borong,3,BPJS,1,Budaya,41,Bung Karno,1,Bunuh Diri,3,Bupati Mabar,1,Camilian,1,Cerpen,174,Chelsea Islan,1,Chiristian Rotok,1,Daerah,529,Daerah. Riau,1,Dana Desa,1,Dari Kami,2,Demokrasi,22,Denpasar,18,Desa,2,Destinasi,1,Diaspora,2,Dilan,4,Donny Isman,1,DPR RI,4,E-KTP,4,Editorial,34,Ekonomi,5,Ekspresi,1,Ende,6,Entrepreneur,1,Feature,36,festival Komodo,2,Film,7,Filsafat,2,Fitur,1,Flobamora Cup,1,Flores,11,Focus Discussion,4,FPI,1,Gantung diri,2,Gaya,1,gaya hidup,4,Gedged,1,Gempa,6,Gereja,3,Gereja Katolik,3,Gerindra,1,GMKI,1,GMNI,3,Golkar,1,Gusti Dulla,1,HAM,1,Hand Phone,1,Hari Buruh,2,hari buruh internasional,1,Hari Perempuan Internasional,1,Hiburan,25,HMPCK,1,Hoax,2,hukum,59,Human Trafficking,4,IBT Expo,1,Idul Fitri,1,IJM,1,IKEMAS CUP,7,Imlek,1,Indonesia,1,Indonesian Idol,8,Inspirasi,13,Internasional,16,Internet,2,Investasi,1,Iriana Jokowi,1,Ivan Nestorman,1,IYC Jatim,1,Jabar,1,JAD,1,Jakarta,5,Jatim,3,Jawa Tengah,1,Jawa Timur,1,JK,1,Jogyakarta,2,Jokowi,18,JRUK Sumba,2,jurnal Terbaru,1,jurnalistik,3,Kalimantan,5,Kampanye,2,Kampus,3,Kapolri,1,Kar. Ilmiah,4,Karanganyar,1,Karya Sastra,272,KDRT,1,Keagamaan,7,kebakaran,4,Kebangsaan,1,kebudayaan,2,kecelakaan,2,Kecelakaan Lalu Lintas,2,Kediri,2,Kejadian. Jakarta,1,kejahatan,2,Kemahasiswaan,2,Kemanusiaan,62,kemenkominfo,1,Kemiskinan,2,kepala daerah,1,Kepemuaan,5,Kepemudaan,154,kepemudan,8,kerohanian,2,Kesehatan,8,Ketahanan Nasional,1,KNPI,2,Komodo,9,Komunikasi,1,Komunitas,5,Koperasi,1,Korban,1,Korupsi,60,KPK,12,KPU,1,Kreatif,1,Kriminal,51,Kritik Sastra,4,Kupang,24,Labuan Bajo,51,Lakalantas,9,Larantuka,1,Lembata,2,Lifestyle,6,Lingkungan Hidup,15,Literasi,14,lombok,1,LP Cipinang,1,Luar Negeri,4,Mahasiswa,41,Makanan Khas,1,Makasar,6,Makassar,4,Malang,3,Manggarai,112,Manggarai Barat,20,Manggarai Timur,24,Marianus Sae,1,Marion Jola,3,Masalah Rokok,1,Masyarakat,1,Mataram,2,Maumere,7,Media,2,Media Sosial,3,Medsos,2,Mendikbud,3,Menkominfo,1,Milenials,51,Motang Rua,1,Muda Petani,1,musik,1,Narkoba,8,Nasional,275,Natal,19,Ngada,7,Novanto,2,Novel,16,NTT,199,Nyepi,2,Olahraga,11,Opini,400,Orang Muda,15,Otomotif,1,OTT,2,Papua,15,Pariwisata,26,Partai Politik,25,Pasangan,15,Paskah,2,pelajar,2,Pembangunan,5,pemerkosaan,1,Pemilu,17,Pemuda,3,Pencurian,2,Pendidikan,89,Penerbangan,4,penyanyi,1,Peradi,1,Perdamaian,1,Perempuan,20,Perindo,1,Peristiwa,1021,Peritiwa,2,Pers,3,Perzinahan,1,Petani,1,Piala Dunia,1,Piala Oscar,1,pileg 2019,1,Pilgub,41,Pilkada,102,Pilpres 2019,23,PKRI,1,PKS,1,PMII,1,PMKRI,22,PMKRI Bogor,1,Pmkri Jogja,1,Poco Ranaka,1,Pojok Redaksi,34,Polisi,25,politik,89,Politikus,6,POLRI,5,PP PMKRI,1,Pristiwa,31,Prosa,1,PSK,1,Puisi,84,Puteri Indonesia,2,Radikalisme,1,Ratna Sarumpaet,4,Refleksi,15,reformasi,1,Regional,6,Religi,2,Remaja,1,Rensi Ambang,1,Riau,1,Ricuh,1,Rindu,1,Risma,1,Rizieq Shihab,7,Rote Ndao,1,Ruteng,26,RUU,1,Sabu,1,Sail Komodo,1,Sajak,9,Sam Aliano,1,Sastra,3,Sejarah,2,Sekilas Info,23,seleb,1,Selebritas,18,Sidoarjo,1,situs pornografi,1,Somasi,1,Sosial,3,Sosial Politik,1,Sosok,18,Sospol,39,Start Up,1,Suara Muda,43,Sumba,8,Surabaya,36,Tahun Baru,9,Tahun Baru. Remigius Nahal,1,Tarakan,1,Tata Kota,1,Teknologi,11,Tentang Mereka,43,Tenun Manggarai,1,Terorisme,16,Terorismes,4,TKI,4,TNI,1,TNK,1,Togar Situmorang,5,Tokoh,17,Tol Laut,1,Toleransi,2,Tour Jurnalistik,1,traveling,9,UNITRI-Malang,1,Unwira,1,UU MD3,7,Valentine,2,Viral,3,Wisata,4,Wisuda,1,WNA,1,
ltr
item
Muda Membaca Dunia: Upaya Pelestarian Adat dan Budaya Manggarai
Upaya Pelestarian Adat dan Budaya Manggarai
https://3.bp.blogspot.com/-sW--dkprGY8/WKRwpO5fhhI/AAAAAAAAAJs/hnqg_EIE-jYO98deNlunGQl4uWrpqlHSwCLcB/s320/FB_IMG_14870624877721922.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-sW--dkprGY8/WKRwpO5fhhI/AAAAAAAAAJs/hnqg_EIE-jYO98deNlunGQl4uWrpqlHSwCLcB/s72-c/FB_IMG_14870624877721922.jpg
Muda Membaca Dunia
http://www.marjinnews.com/2017/02/upaya-pelestarian-adat-dan-budaya.html
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/2017/02/upaya-pelestarian-adat-dan-budaya.html
true
971126874416220402
UTF-8
POSTINGAN LAIN Not found any posts LAINNYA Selengkapnya Reply Cancel reply Delete Oleh Home PAGES Kiriman Baca Semua Rekomendasi untuk Anda LABEL ARCHIVE CARI Semua Kiriman Tidak Ditemukan Apa yang Anda Cari Back Home Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 Jam yang lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Pengikut Ikuti THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy