Pertanian dan Peternakan NTT, Potensi Penunjang Ekonomi Masa Depan
Cari Berita

Pertanian dan Peternakan NTT, Potensi Penunjang Ekonomi Masa Depan

14 February 2017

Damianus Babur, Mahasiswa S1 Ilmu Peternakan Univ. Kanjuruhan Malang

Secara geografis Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT)  terdiri dari pulau Flores, Sumba, Timor, serta pulau-pulau kecil lainnya dengan populasi masyarakat yang setiap tahun meningkat secara signifikan. Peningkatan populasi masyarakat yang drastis ini pun masih berbanding terbalik dengan usaha serta upaya dalam meningkatkan ekonomi masyarakat.

 Jika dilihat secara detail NTT memiliki banyak potensi yang bisa ditumbuh kembangkan demi merubah perekonomian masyarakat NTT agar tidak tertinggal dengan beberapa provinsi lain di Indonesia pada khususnya Indonesia Timur.

Setidaknya ada dua hal yang penulis soroti disini yaitu terkait dengan pertanian dan peternakan. Bagi penulis kedua hal ini masih perlu diperhatikan dan menjadi prioritas pemerintah daerah hingga pemerintah desa tanpa terkecuali.

Contoh konkrit yang bisa kita telaah misalnya dalam sektor pertanian, perubahan iklim  di NTT yang tidak menentu belum tentu bisa mempertahan sistem pertanian yang sederhana seperti  kebiasaan masyarakat sebelumnya. Begitu banyak yang harus di ubah dengan melibatkan beberapa penerapan teknologi kedalam sistem pertaniaan itu sendiri. Sehingga upaya ini juga  bagi saya merupakan salah satu metode dimana bisa meminimalisir adanya kegagalan panen di daerah NTT.

Pada tahun 2012  lalu penulis mengapresiasi pemprov NTT dimana masyarakat yang tergabung dalam sebuah kelompok tani seperti yang di sampaikan oleh salah seorang warga Borong, Manggarai Timur, Bapak  Nikolaus Baru selaku ketua kelompok tani “BA’ENG KOE”,  menyampaikan bahwa pemprov NTT memberikan bantuan melalui dinas perkebunan kabupaten  Manggarai Timur dan ebelum bantuannya dialirkan kesetiap kelompok tani dari pihak pemerintah daerah sendiri melakukan sosialisasi.

Begitu pula dari sektor peternakan, dimana dengan keadaan populasi ternak NTT sudah semakin menurun. Beberapa daerah seperti Sumba, mungkin masih memiliki populasi ternak yang boleh dikatakan cukup bagus. Tetapi dalam hal ini juga perlu peran pemerintah untuk mengupayakan agar daerah-daerah lain seperti Flores dan sekitarnya perlu  di tingkatkan populasi ternak dalam dunia peternakan masyarakatnya.

Perlu adanya perubahan dalam sistem manajemen ternak yang  bagus dan setidaknya juga bisa diterapkan beberapa teknologi yang bisa membantu masyarakat dalam beternak.

Melihat persoalan ini penulis mengharapkan agar program pemerintah terkait kedua potensi ini semakin diperhatikan dan terkait kerja sama pemerintah provinsi dengan pemerintah kabuten dan kota, semoga semakin solid serta bisa menjawab persoalan ini dengan lebih baik terutama dalam hal mengimbangi pertumbuhan masyarakat yang semakin meningkat serta memenuhi kebutuhan ekonomi mereka ke depan.

Oleh : Damianus Babur

Mahasiswa S1 Ilmu Peternakan 
Universitas Kanjuruhan Malang