Membangun Kebiasaan Menulis

Menu Atas

Cari Berita

Advertisement

Membangun Kebiasaan Menulis

7 February 2017


Segala sesuatu di dunia ini akan memberi kesan sulit jika tidak terbiasa dilakukan, termasuk menulis. Seorang penulis harus sering dan membiasakan dirinya dengan menulis jika ingin semakin mahir. Semakin rajin kita menulis dan membaca maka akan semakin lancer pula kita menyampaikan gagasan melalui tulisan. Hal terpenting sebenarnya yang harus dilakukan adalah kita harus memahami persoalan apa yang kita alami ketika menulis.
Banyak orang yang tidak tahu mengapa mereka terdorong untuk menulis sesuatu. Dorongan itu biasanya kuat dan tidak terbendung. Bila anda merasakan dorongan semacam itu, maka anda adalah salah satu orang yang sangat beruntung sebab itu adalah sebuah pertanda bahwa dalam diri anda terdapat sebuat bibit kesuksesan menjadi penulis. Dengan dorongan semacam itu, anda pasti yakin akan mampu menulis sebuah masalah dengan sangat memuaskan.
Melalui artikel kecil ini saya akan membagikan empat hal penting yang semestinya menjadi pegangan setiap penulis. Hal ini saya rangkum dari pendapat David E. Hensley yang membaginya menjadi empat bagian yaitu:


  1. Penulis harus memiliki sikap khusus yang berbeda dengan penulis lain. Penulis yang mengungkapkan sesuatu yang mungkin tidak bisa diutarakan orang lain dengan cara menulis sendiri. Sebuah karya tulis akan mencerminkan sikap penulisnya. Tidak mengherankan bila sekalipun penulis menggunakan nama samara, pembaca dapat dengan mengetahui siapa penulis itu sebenarnya. Karya yang unik dan mandiri senantiasa menunjukkan kesegaran, memiliki napas yang menghidupi setiap kalimat-kalimatnya. Orang yang membaca akan hanyut dalam sajian-sajiannya. Naskah seperti itulah uang diinginkan editor.
  1. Seorang penulis pemula harus bersedia merendahkan hati untuk berguru pada orang lain, lingkungan, dan pengetahuan. Penulis pemula tidak memandang naskah yang dikembalikan sebagai suatu penolakan akan dirinya. Satu hal yang harus diingat, yang ditolak redaksi bukan Anda tetapi naskah anda. Bila ia mengembalikan tulisan anda disertai kartu catatan itu biasa. Pelajari kartu tersebut. Biasanya terdapat petunjuk. Mengapa tulisan anda dikembalikan. Hal ini bisa terjadi jika redaksi memiliki naskah yang cukup banyak mengenai topic yang anda tulis. Kita bersaing untuk menyajikan tulisan yang berbobot.
  1. Penulis yang ingin sukses mutlak harus mengetahui teori disiplin ilmu menulis. Ia harus disiplin dalam menerapkan aturan, struktur kalimat, dan bentuk-bentuk yang terkait dengan itu. Jangan menggunakan struktur penulisan yang tidak pernah dikenal dalam dunia kepenulisan. Gunakan saja struktur yang sudah baku, misalkan piramida terbalik atau struktur kronologis. Perhatikan tanda baca dan penggunaan huruf capital.
  1. Visi dalam bahasa Indonesia berarti kemampuan melihat inti persoalan(atau sudut pandang, pengamatan). Orang yang memiliki visi berarti punya harapan. Orang yang punya harapan memiliki tujuan yang luhur akan memandang jauh ke depan kepada cita-cita yang tinggi. Karena visi itulah manusia memiliki kreativitas. Manusia yang kreatif akan selalu mencari sesuatu hal yang baru untuk menyejahterakan manusia.


Jadi, ketika asah untuk menulis ada pada diri anda maka mulailah menulis. Karena pelaku-pelaku sejarah lisan (oral tradition) sudah hampir hilang dan saatnya anda yang berkarya. 
Oleh : Andi Andur