Christian Rotok: Mahasiswa Jangan Bermimpi Jadi PNS

Menu Atas

Cari Berita

Advertisement

Christian Rotok: Mahasiswa Jangan Bermimpi Jadi PNS

12 February 2017

Christian Rotok (Sumber, nusalale.com)

Denpasar, marjinnews.com-  Beberapa waktu lalu marjinnews.com  mendapatkan kesempatan yang istimewa,yakni berbincang-bincang dengan salah seorang tokoh berpengaruh, salah satu putra terbaik Manggarai, sekaligus mantan bupati dua periode Christian Rotok, ketika Beliau mengunjungi Kota Denpasar dalam agenda menghadiri pembukaan turnamen sepak bola yang diselenggarakan oleh Ikatan Keluarga Manggarai Bali yang disebut IKMAR CUP 2017 yang dilangsungkan di lapangan Gor Ngurah Rai Denpasar (08/01). 

Sebelum acara pembukaan turnamen tersebut, marjinnews.com berkesempatan melakukan perbincangan dengan beliau. Senyumanya yang khas langsung tersirat di wajah Christian ketika media ini memperkenalkan diri.

Pak Christian, begitu sapaan beliau oleh warga Manggarai, mengaku sangat bangga dan terharu ketika melihat orang-orang Manggarai mengenakan  atribut adat Manggarai di Bali. 
“Iya tadi pas saya masuk, saya merasa bangga sekali ketika melihat orang-orang dengan bangga mengenakan atribut adat Manggarai, pada hal ini bukan di Manggarai tapi saya rasa seperti sedang berada di Manggarai lagi ini” ujar Christian. 

Menurut Christian, ada sejumlah persoalan yang sedang di hadapi oleh bangsa Indonesia saat ini terutama di provinsi NTT khususnya, yakni tingginya pengangguran. Apalagi berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) baru-baru ini mengatakan bahwa penganggur terbesar di NTT berasal dari tamatan SMA dan SMK,disusul oleh kalangan sarjana.

“ Inilah kekeliruan terbesar yang sedang dialami oleh generasi muda saat ini yakni sekolah hanya  bertujuan untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil seharusnya, mindset kaum muda harus di ubah. Sekolah itu bukan sekedar untuk mendapatkan pekerjaan, tetapi supaya bisa menciptakan lapangan pekerjaan.” tutur Christian.

Selain itu lanjut Christian, adanya anggapan bahwa jika lulus sarjana harus jadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), merepresentasikan pemahaman kaum muda akan pendidikan itu sangat sempit. Christian mengibaratkan pendidikan seperti mengasah parang di atas batu asah, “pendidikan itu, ibarat kita mengasah parang di atas batu asah. Setelah parang itu tajam, kan bukan digunakan untuk potong batu asahnya, tetapi untuk memotong barang lain” katanya.

Mantan bupati dua periode ini mencontohi putra-putrinya sendiri yang bermimpi untuk menjadi PNS kala beliau menjabat sebagai Bupati akan tetapi beliau melarangnya. 
“Putri saya itu lulusan S2 pada saat saya menjabat jadi Bupati. Dia merengek ke saya minta dibukakan formasi tes untuk S2 di Manggarai, tapi saya larang. Saya bilang saya punya S2 sudah banyak kalau kamu mau jadi PNS coba lamar di kabupaten lain. Secara kebetulan Kabupaten Manggarai Timur waktu itu buka formasi S2, akhirnya putri saya tes di sana dan puji Tuhan lulus” ujar Christian Rotok.

Ketika ditanyakan alasanya mengapa beliau melarang putra-putrinya menjadi PNS, Christian Rotok tampak tersenyum dan berkata bahwa menjadi PNS itu sangat sengsara. “Jadi PNS itu sengsara sekali, kamu punya harta sedikit saja diselidiki ditanya dari mana datangnya harta tersebut? Sementara kalau kamu mau jadi pengusaha, kamu mau punya pesawat terbang sendiri juga tidak ada yang repot” katanya.

Lalu apakah Pak Christian melarang mahasiswa untuk jadi PNS? Menanggapi pertanyaan tersebut, Christian Rotok mengatakan bahwa jika ada peluang silakan dimanfaatkan tapi jangan jadikan itu sebagai satu-satunya tujuan kuliah. “Pendidikan itu sangat luas maknanya, mengapa kalian terlalu menyempitkan tujuan pendidikan hanya sekedar menjadi PNS? Kalau ada formasi PNS di buka silakan mendaftar dan ikut tes, tapi jangan jadikan tes PNS itu sebagai satu-satunya tujuan kalian kuliah” pungkasnya.

Beliau mencontohkan gaji yang diterimanya sebagai Bupati Manggarai yang tidak seberapa, jika dibandingkan dengan tanggungjawab yang beliau emban. “Saya punya gaji ketika menjadi bupati itu hanya lima juta per bulan, bandingkan dengan tanggungjawab yang saya emban, akhirnya untuk menutupi kebutuhan sekarang saya terjun ke dunia bisnis air kangen water dan buka bengkel kayu, saya bisa buat meja, kursi, saya harap kalian yang mahasiswa juga bisa ikut seperti itu, kenapa kalian mau sekali berdesak-desakan antri jadi PNS? Orang tidak hidup dari PNS saja”.

Beliau berharap agar mahasiswa bisa aktif berorganisasi, pasalnya menurut beliau, organisasi itu bisa membentuk watak dan karakter mahasiswa sehingga siap pakai di masyarakat. Selain itu lanjut Christian, lulusan sarjana seharusnya dapat menciptakan lapangan pekerjaan sehingga bisa mengurangi tingkat pengangguran yang masih tinggi terutama di NTT.

“Lulusan Sarjana itu, seharusnya bisa menyediakan lapangan pekerjaan,misalnya jadi pengusaha, jangan hanya berharap untuk jadi PNS saja” tutup Rotok.

Oleh : Antonius Rahu